
Pulang dari rumah sakit Diva dikejutkan dengan kehadiran dua gadis muda yang ada di ruang tamunya . Baby Ava pun sudah minta diturunkan dari gendongan pengasuhnya hanya untuk berlari menghampiri dua wanita cantik itu .
" Auntiiiiii ... "
" Hai cantik ... "
Sementara itu Diva menghentikan langkah suaminya dengan tatapan yang Adam mengerti apa artinya . Pria itu mengangguk seakan mengatakan ia akan menjelaskan hal ini nanti , tidak di depan gadis gadis itu .
" Padahal tadi kami ke resort tapi kalian tidak ada , katanya semalam kalian pindah "
Ketiga wanita itu saling memeluk dan kemudian duduk di sofa ruang tamu , sedang Adam menggendong putri kecilnya menuju kamarnya . Sudah waktunya Baby Ava untuk tidur siang dan kebetulan siang ini Adam tidak ada meeting penting hingga ia bisa menghabiskan waktunya dengan keluarganya .
" Kami datang kesini untuk minta maaf , sebenarnya tuan Adam sudah mengatur siang ini kami baru bisa pindah ke apartemen tapi semalam setelah berdiskusi kami memutuskan untuk segera pindah saja " kata Safa menjelaskan .
" Apartemen ?? "
" Ya , setelah pulang dari rumah sakit ada seseorang yang mengaku asisten tuan Adam yang meminta kami untuk pindah ke apartemen dengan alasan keselamatan kami . Dan kami tahu suami kakak pasti punya alasan kuat untuk itu "
Diva tersenyum dan menganggukkan kepalanya walau sebenarnya dia masih bingung dengan situasinya . Setelah puas mengobrol dua gadis itu segera pamit kembali ke apartemen baru mereka .
Dan Diva segera naik ke atas menuju kamarnya , di lihatnya sang suami sedang menepuk nepuk kaki si kecil yang sudah tertidur pulas di atas ranjang .
__ADS_1
" Kok Aba tidak tidur di kamarnya sendiri Mas !?? "
" Mumpung Mas di rumah pengen liat dia tidur , sudah lama sekali aku tidak menemaninya tidur siang "
Setelah mencium kening putrinya Diva mengisyaratkan agar sang suami mengikutinya untuk duduk di sofa yang ada di samping ranjangnya .
" Mas ... "
Sebelum ia sempat meneruskan kata katanya sang suami sudah menjawab apa yang ingin ditanyakannya .
" Tuan George , ayah dari gadis itu ingin putrinya tinggal di apartemen setelah tahu betapa nekatnya putra putra Al Shamma itu . Dia sudah mengatur keamanan ketat untuk dua gadis itu . Tuan George sudah berkoordinasi dengan Daddy Gaffar "
" Dia adalah ayahnya , dia lebih berhak sayang ! Jika diminta aku akan tetap membantu mereka "
" Sepertinya Tuan George tidak ingin duo Al Shamma itu dengan mudah mendapatkan putrinya kembali . Setiap ayah pasti tidak akan terima jika putrinya mendapat perlakuan seperti itu "
" Mungkin saja , dia hanya ingin melihat perjuangan Zahid untuk kembali mendapatkan Safa " kata Adam mulai menarik tubuh istrinya agar merapat padanya .
" Ckk ... kurang apa sih Mas , dia saja sudah kamu bikin bonyok tak berbentuk begitu . Ya Tuhan tega teganya kamu bikin anak orang jadi begitu Mas ... "
Diva mencubit pelan lengan sang suami yang sudah mengangkat dirinya ke atas pangkuannya . Wanita itu tahu adegan apa yang akan terjadi selanjutnya .
__ADS_1
" Massss ... euuugghhhh Ava lagi bobok "
Tapi sepertinya telinga pria itu tiba tiba bermasalah , dia sibuk menghisap pabrik susu yang sudah menggantung tepat di depannya . Dan dua tangannya dengan terampil membuka semua penghalang yang ada di tubuh istrinya .
" Ssssttttt ... mumpung aku di rumah sayang , jarang jarang siang siang begini kita berduaan . Ava sudah tiga tahun sepertinya dia butuh adik lagi "
Diva meremat rambut sang suami ketika sang suami sudah mengangkat tubuhnya agar sesuatu yang sudah berdiri tegak itu bisa leluasa masuk area bawahnya .
" Masssssss .... arrrgggghhhh "
" Bergerak lebih cepat sayang dan pelankan suaramu nanti Ava bangun ... "
" Tau begini kenapa Ava tidak kau tidurkan di kamarnya saja tadi .... Awwwhhh jangan gigit ihhhh "
" Gemes ... "
Tapi tiba tiba ...
" Ayahhh .... "
GUBRAKKKKK !!!!
__ADS_1