Hurt

Hurt
86


__ADS_3

Pulang dari rumah sakit Diva dikejutkan dengan kehadiran dua gadis muda yang ada di ruang tamunya . Baby Ava pun sudah minta diturunkan dari gendongan pengasuhnya hanya untuk berlari menghampiri dua wanita cantik itu .


" Auntiiiiii ... "


" Hai cantik ... "


Sementara itu Diva menghentikan langkah suaminya dengan tatapan yang Adam mengerti apa artinya . Pria itu mengangguk seakan mengatakan ia akan menjelaskan hal ini nanti , tidak di depan gadis gadis itu .


" Padahal tadi kami ke resort tapi kalian tidak ada , katanya semalam kalian pindah "


Ketiga wanita itu saling memeluk dan kemudian duduk di sofa ruang tamu , sedang Adam menggendong putri kecilnya menuju kamarnya . Sudah waktunya Baby Ava untuk tidur siang dan kebetulan siang ini Adam tidak ada meeting penting hingga ia bisa menghabiskan waktunya dengan keluarganya .


" Kami datang kesini untuk minta maaf , sebenarnya tuan Adam sudah mengatur siang ini kami baru bisa pindah ke apartemen tapi semalam setelah berdiskusi kami memutuskan untuk segera pindah saja " kata Safa menjelaskan .


" Apartemen ?? "


" Ya , setelah pulang dari rumah sakit ada seseorang yang mengaku asisten tuan Adam yang meminta kami untuk pindah ke apartemen dengan alasan keselamatan kami . Dan kami tahu suami kakak pasti punya alasan kuat untuk itu "


Diva tersenyum dan menganggukkan kepalanya walau sebenarnya dia masih bingung dengan situasinya . Setelah puas mengobrol dua gadis itu segera pamit kembali ke apartemen baru mereka .


Dan Diva segera naik ke atas menuju kamarnya , di lihatnya sang suami sedang menepuk nepuk kaki si kecil yang sudah tertidur pulas di atas ranjang .

__ADS_1


" Kok Aba tidak tidur di kamarnya sendiri Mas !?? "


" Mumpung Mas di rumah pengen liat dia tidur , sudah lama sekali aku tidak menemaninya tidur siang "


Setelah mencium kening putrinya Diva mengisyaratkan agar sang suami mengikutinya untuk duduk di sofa yang ada di samping ranjangnya .


" Mas ... "


Sebelum ia sempat meneruskan kata katanya sang suami sudah menjawab apa yang ingin ditanyakannya .


" Tuan George , ayah dari gadis itu ingin putrinya tinggal di apartemen setelah tahu betapa nekatnya putra putra Al Shamma itu . Dia sudah mengatur keamanan ketat untuk dua gadis itu . Tuan George sudah berkoordinasi dengan Daddy Gaffar "


" Dia adalah ayahnya , dia lebih berhak sayang ! Jika diminta aku akan tetap membantu mereka "


" Sepertinya Tuan George tidak ingin duo Al Shamma itu dengan mudah mendapatkan putrinya kembali . Setiap ayah pasti tidak akan terima jika putrinya mendapat perlakuan seperti itu "


" Mungkin saja , dia hanya ingin melihat perjuangan Zahid untuk kembali mendapatkan Safa " kata Adam mulai menarik tubuh istrinya agar merapat padanya .


" Ckk ... kurang apa sih Mas , dia saja sudah kamu bikin bonyok tak berbentuk begitu . Ya Tuhan tega teganya kamu bikin anak orang jadi begitu Mas ... "


Diva mencubit pelan lengan sang suami yang sudah mengangkat dirinya ke atas pangkuannya . Wanita itu tahu adegan apa yang akan terjadi selanjutnya .

__ADS_1


" Massss ... euuugghhhh Ava lagi bobok "


Tapi sepertinya telinga pria itu tiba tiba bermasalah , dia sibuk menghisap pabrik susu yang sudah menggantung tepat di depannya . Dan dua tangannya dengan terampil membuka semua penghalang yang ada di tubuh istrinya .


" Ssssttttt ... mumpung aku di rumah sayang , jarang jarang siang siang begini kita berduaan . Ava sudah tiga tahun sepertinya dia butuh adik lagi "


Diva meremat rambut sang suami ketika sang suami sudah mengangkat tubuhnya agar sesuatu yang sudah berdiri tegak itu bisa leluasa masuk area bawahnya .


" Masssssss .... arrrgggghhhh "


" Bergerak lebih cepat sayang dan pelankan suaramu nanti Ava bangun ... "


" Tau begini kenapa Ava tidak kau tidurkan di kamarnya saja tadi .... Awwwhhh jangan gigit ihhhh "


" Gemes ... "


Tapi tiba tiba ...


" Ayahhh .... "


GUBRAKKKKK !!!!

__ADS_1


__ADS_2