Hurt

Hurt
32


__ADS_3

Seperti biasa setiap pulang kerja Anna selalu melewati gerbang samping menuju area belakang mansion . Hari itu dia tidak pulang begitu malam karena tidak lembur kerja .


Suasana kembali sepi karena yang ia dengar tuan dan nyonya besar sudah kembali ke lndonesia dan Zahid pun ikut kesana karena bungsu Al Shamma itu merindukan adik dan keponakannya . Dan Anna yakin pria menyebalkan itu pasti juga belum pulang kantor karena biasanya pria itu pulang menjelang jam makan malam .


Malam ini dia ingin tidur lebih awal walau besok pagi pagi sekali ia harus mengerjakan tugas kuliahnya . Untung tidak terlalu banyak hingga tidak akan memakan banyak waktu untuk dikerjakan .


Tapi harapannya sirna ketika melihat pria menyebalkan itu sudah berdiri menghadangnya di taman dengan tatapan menghunus . Anna berusaha tenang , ia tetap terus berjalan karena merasa tidak ada urusan dengan putra Al Shamma itu .


" Berhenti .... "


Dan Anna tidak sekalipun menghentikan langkahnya , ia malah mempercepat agar cepat sampai ke kamarnya .


" Berhenti atau aku bawa kau bicara ke kamarku !!! "


" Hisshh .. "


Dengan raut kesal ia membalikkan badan dan membalas tatapan tajam tuan mudanya itu .


" Apa lagi !? Tuan melihat kan kalau aku baru saja pulang kerja ? Aku capek ... lapar "


" Tapi aku ingin bicara sebentar "


" Tapi aku tidak .... " sahut Anna kembali melangkah menuju kamarnya .


" Aaaawwww ... "


Abbio benar benar membopong tubuh Ana dan membawanya masuk ke mansion . Pria tampan itu tidak peduli dengan teriakan dan pukulan pukulan tangan mungil Anna di dadanya . Gadis itu benar benar khawatir jika Abbio akan benar benar membawa dirinya ke kamar .


Dia tak bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika dia ada di dalam kamar pria mesum itu . Di luar ruangan saja Abbio nekat menciumnya apalagi jika mereka ada di ruangan tertutup .

__ADS_1


Tapi sejurus kemudian hatinya sedikit lega sekaligus bercampur malu ketika pria itu menurunkannya di ruang depan mansion . Disana masih terlihat beberapa maid yang sedang membersihkan beberapa koleksi guci mahal keluarga itu .


" Duduk .... "


" Tidak mau !! "


" Apa aku harus menciummu lagi !!!? "


Anna buru buru duduk setelah mendengar ancaman itu , ia tahu pria mesum itu akan melakukan ancamannya jika ia tidak menurutinya .


" Aku ingin bicara .... "


( hening )


" Kenapa kau malah diam !?? "


" Bukannya tadi tuan bilang ingin bicara ?? Sudah seharusnya saya diam dan mendengarkan " sinis Anna yang tak mau melihat ke arah Abbio yang duduk disisinya .


" Dia siapa !?? Dan apa urusannya dengan saya ?? Dan kenapa saya harus berprasangka buruk pada tuan ?? "


" Ckk gadis bodoh !! Seharusnya kau tahu apa maksudku !! "


" Tapi saya memang tidak tahu maksud tuan !! "


" Kenapa harus ada gadis sebodoh kamu di muka bumi ini . Percuma bicara denganmu "


Abbio kemudian melangkah ke ruang makan di ikuti Anna yang berjalan di belakangnya . Sebenarnya gadis itu bukan mengikuti tuan mudanya tapi pintu terdekat menuju halaman belakang mansion memang melewati ruang makan .


" Ehhhh ... "

__ADS_1


Anna terkejut ketika tangan kekar itu menarik lembut tangannya ketika ia ingin melewati Abbio yang sudah duduk di kursi ruang makan .


" Mau kemana ... "


" Ke kamar "


" Temani aku makan dulu "


" Tidak mau !! Tuan sendiri yang tidak mengijinkan aku disini lagi "


" Duduk atau aku akan .... "


" Iyaaaaaaa .... aku duduk !! "


Sebelum pria itu melanjutkan kata katanya Anna sudah memotong kata katanya , gadis itu tahu pasti apa yang akan pria itu katakan . Akhirnya Anna makan malam bersama Abbio malam itu .


Abbio sengaja mengajak gadis itu makan malam di mansion karena menurut maid yang menjadi matanya gadis itu di hanya makan telur atau mi instant setiap harinya . Pria itu merasa bersalah karena dulu pernah dengan kejamnya tidak mengijinkan Anna untuk makan di mansion .


" Sudah ? " tanya Anna yang melihat Abbio sudah menyelesaikan makannya .


Pria itu mengangguk dan meraih segelas air putih yang ada di depannya . Tapi senyumnya mengembang ketika melihat Anna mengambil piring kotor miliknya dan mencucinya di kitchen sink .


" Terima kasih sudah mengijinkan aku makan disini , haaaahhh ..... kenyang sekali . Lumayan bisa mengirit uang makan "


" Siapa bilang gratis !? "


" Jadi aku harus bayar ?? "


" Satu minggu ini setiap malam kau harus membuat kopi dan kau antar ke ruang kerja . Dan di mulai malam ini juga ... "

__ADS_1


" Tidak mau !!! lni pemerasan namanya !! Kau melanggar hukum "


" Ckk ... Aku adalah hukum.di rumah ini "


__ADS_2