Hurt

Hurt
93


__ADS_3

" Sayang bisa Daddy pergi sebentar ? Daddy dan tuan Dex ingin membahas sesuatu yang lebih personal terlebih dahulu , tentang proyek kami di sini . Kau bisa belajar dari mereka , yang ada di depanmu adalah pengusaha pengusaha muda yang hebat "


Astika hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya . Jika saja Daddynya tidak memintanya untuk tinggal maka sudah dari tadi dia meninggalkan tempat itu . Dia merasa tidak nyaman ketika pria yang selalu mengganggunya ada di sana bersamanya .


Benar saja , setelah Daddynya pergi menjauh dia segera mengundurkan diri dari sana menuju stand minuman segar karena merasa butuh sesuatu untuk menyegarkan suasana hatinya .


' Honey tunggu .... "


Astika tak menggubrisnya , ia mengambil minumannya dan segera menghabiskannya . Sungguh menghadapi pria muda menyebalkan itu sudah menguras seluruh energinya .


" Apalagi ??? Apa sekarang kau ingin menuduh jika kali ini aku melemparkan diriku pada pengusaha pengusaha tampan tadi ?? Tenang saja aku sudah mempunyai satu incaran .... mereka target yang bagus ! Muda , tampan dan kaya raya "


" Kau pikir aku akan membiarkannya ?? Tak akan aku ijinkan jika bayiku mempunyai papa tiri , hanya aku yang akan menjadi suamimu !! Kau dengar aku kan !? "


" Sebenarnya apa maumu hahh !!! Baru saja kau merendahkanku dengan mengira bahwa aku adalah simpanan pria tua kaya raya . Dan sekarang berkeras untuk menjadi suamiku . Apa kau waras ??? "

__ADS_1


" Ya aku gila , kau yang membuatku gila !!! Maaf untuk kata kataku tadi , aku cemburu melihatmu bisa lebih dekat dengan pria lain . Maafkan aku honey "


Astika berkacak pinggang di depan Oliver dengan menunjukkan raut yang sangat kesal . Bagaimana bisa pria itu mengira ayahnya adalah seorang sugar Daddy , dan dialah yang menjadi sugar babynya . Dia mengira otak pria itu memang tidak waras .


" Sekarang kau bisa lihat kan ??? Kau pikir apa yang menarik dari pria muda labil seperti dirimu ?? Yang sebentar benci dan sebentar lagi menyatakan cinta !! "


Oliver mengepalkan kedua tangannya , berusaha menahan luapan emosi ketika wanita di depannya meragukan cintanya . Wanita itu juga menyebutnya dengan pria muda seakan menjelaskan bahwa dia masih terlalu muda untuk bisa mencintai seseorang .


" Aku sudah minta maaf untuk itu honey , tolong jangan ungkit lagi hal ini "


" Sakit hati seorang wanita tidak bisa sembuh hanya karena mendengar kata maaf . Wanita adalah mesin pengingat yang sangat kuat !! Maaf tapi aku tidak bisa menyerahkan hidupku untukmu dan kau sangat tahu alasannya . Cukup bagiku untuk merasakan sakit hanya karena seorang pria ! Aku mohon padamu biarkan hidupku tenang "


Oliver menarik tubuh Astika hingga jatuh di pelukannya , dua tangan kekarnya mengunci tubuh mungil itu hingga susah bergerak .


" Mesin pengingat yang kuat ?? Apa kau mengingat ini honey !?? "

__ADS_1


Dan tiba tiba pria muda itu meraih tengkuk Astika dan kemudian menciumnya dengan rakus hingga nafas keduanya tersengal karena kehabisan nafas . Satu detik kemudian pria itu kembali.mersih bibir kemerahan itu , tapi kali ini tidak sebrutal yang pertama tadi .


Kali ini Oliver ingin Astika merasakan dan mengikuti ritme pelan yang ia mainkan . Lidahnya menerobos masuk ketika bibir kemerahan itu sudah mulai terbuka . Dia bahkan bisa merasakan jika wanita dalam rengkuhannya mulai membalas setiap aksinya .


" Honey .. l love you , jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku ! Kau milikku .... Akkkhhhh !! "


Oliver menghentikan aksinya pada bibir kemerahan yang sepertinya sudah menjadi candunya itu . Ada cairan merah yang menetes dari bibirnya , Astika sudah menggigitnya tadi saat mereka sedang menikmati ciuman mereka .


Bukannya merasa kesakitan pria itu malah tersenyum lebar dan melihat sayu wanitanya .


" Aku bukan milik siapa siapa !!! "


" Kau tak bisa bohong honey , kau pun menikmati ciuman itu !! Terima kasih sudah memberikan tanda cintamu padaku . lni akan menjadi kenangan terindah seumur hidupku "


" Dasar gila !! "

__ADS_1


" I love you honey ... and lm crazy about you "



__ADS_2