
" Dari pagi tadi mukamu asem seperti baru saja makan jeruk satu kwintal Bry !! Biar kutebak , kau belum bisa membobol gawang istrimu . Apa aku benar ?? "
" Ckk diamlah Za ... atau ku sumpal mulutmu dengan berkas berkas di depanku " sungut Bryan , dia tahu Zahid sengaja datang ke kantornya hanya untuk meledeknya .
Zahid terbahak dan kemudian malah duduk di di depan tangan kanan Al Shamma itu .
" Hei aku sahabatmu Bry , ceritakan saja kesulitanmu mungkin aku bisa membantumu ! Saat pertama kalinya memang akan sedikit sulit , jangan terlalu pelan karena itu malah akan sangat menyakitinya . Dorong dengan keras dalam satu tarikan nafas , dia akan menangis tapi akan menjerit manja kemudian ... "
" Aku bukan pria bodoh yang harus diajari tentang bercinta . Bukan itu masalahnya !! Aku memang belum menyentuhnya ... hanya itu "
Zahid menatap heran sahabatnya yang masih fokus dengan layar laptopnya itu .
" Apa ' itumu ' bermasalah ??? Ya Tuhan ... kasihan sekali kau Bry "
Bryan menghembuskan nafasnya dalam dalam , sepertinya hari ini dia harus lebih banyak bersabar menghadapi orang orang terdekatnya . Jika saja pria di depannya itu bukan sahabatnya maka bisa dipastikan pria itu akan ia lemparkan dari jendela kantornya yang ada di lantai lima puluh ini .
" Schat .... "
Suara lembut itu membuat dua pria tampan menoleh hampir bersamaan . Rose ternyata sudah ada didepan pintu ruang kantor suaminya . Zahid yang tahu situasi segera pamit pergi dari ruangan itu .
" Hai Lieve kenapa kau datang ke kantor ?! Bukannya pagi tadi kau bilang ingin menungguku di rumah ? "
__ADS_1
" Aku antar makan siangmu , tadi aku memasak rare steak kesukaanmu " ujar Rose mulai menata makanan yang ia bawa .
Bryan menutup laptopnya dan segera berjalan ke arah istrinya . Di ciumnya pipi dan hidung mancung istrinya .
" Terima kasih Lieve ... kau sudah makan ?? "
Rose menggelengkan kepalanya , dan ia menurut ketika tubuh mungilnya diangkat ke pangkuan suaminya .
" Aku belum mendapat ciuman selamat siang darimu cintaku " bisik Bryan dengan langsung menyambar bibir kemerahan sang istri .
Dengan senang hati Rose menyambut ciuman panas suaminya , dia mencoba mengimbangi bibir dan lidah yang terus saja memberinya kenikmatan itu . Bryan semakin tak terkendali ketika dua tangannya berhasil menangkap dua bukit dengan ukuran lumayan besar itu . Dia juga sudah membuat jejak keunguan di sekitar leher dan tengkuk istrinya
" Schat ... "
Setelah menekan remote pintu agar terkunci , tanpa menunggu jawaban Bryan sudah membuka blouse dan kain berenda penyangga dua bukit milik istrinya . Dan seperti bayi yang kehausan ia menghisap kuat pucuk bukit itu bergantian .
" Schaaatt .... akkhhhhh "
Rose merasakan rasa sakit dan ngilu yang lama kelamaan menjadi rasa nikmat tak terkira hingga dia berharap suaminya tak berhenti begitu saja .
" Lieve ... kau nikmat sayang "
__ADS_1
Rose tak mampu menjawab , ia remat rambut sang suami yang semakin kuat dengan pilinan dan hisapan hisapannya . Nafas keduanya terdengar memburu , kedua pengantin baru itu sangat menikmati.momen indah mereka .
Hingga sesuatu kemudian menyadarkan Bryan hingga pria itu menghentikan aksinya . Rose mengangkat wajah suaminya , dia tahu hampir saja pria belahan jiwanya itu kalap . Di kecupnya sayang kedua pipi suaminya .
" Apa yang kau lakukan Lieve ... "
" Ada banyak cara untuk membuat suamiku puas ... "
Mata Bryan menyipit ketika istrinya tiba tiba melorot duduk tepat di bawahnya . Wanita cantik itu membuka ikatan dasinya kemudian membuka resleting celana setelan kerjanya .
Wajah Rose berpaling dan sepenuhnya memerah ketika mengeluarkan sesuatu yang sudah mengeras dan berdiri tegak itu . Walaupun sangat malu tapi ia memberanikan diri untuk menyentuhnya .
Diurutnya pelan daging yang sudah mengeras itu , tapi gerakan lembutnya semakin cepat ketika ia mulai mendengar suaminya menggeram nikmat .
" Liiieevee ... arrghhhhh !! "
Dan tangannya berhenti ketika cairan putih sudah keluar dan memenuhi pengaman yang tadinya ia pasangkan pada daging keras itu sebelum.ia memulai aksinya .
Pagi tadi setelah suaminya berangkat kerja Safa datang menengoknya di apartemen . Dia tak bisa menyembunyikan apapun pada wanita yang sudah ia anggap sebagai kakak itu .
Safa mengajarinya memuaskan sang suami tanpa berhubungan badan , walau sebenarnya ada rasa malu tapi ia memberanikan diri . Rose tidak tega ketika melihat raut kecewa suaminya .
__ADS_1
Rose tahu , bercinta bukanlah segalanya . Tapi hal itu yang bisa merekatkan hubungan antara seorang suami dan istrinya . Dan ia akan melakukan segalanya agar suaminya bahagia .