
" Sudah kau apakan dia sampai tidak kau pulangkan sampai sekarang ? Dia masih pegawai kami itu artinya dia masih tanggung jawab kami " kata Zahid pada Bryan yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di kantor setelah cuti berliburnya .
" Rose milikku , jadi tidak usah berharap aku akan mengembalikan dia pada kalian " sinis Bryan yang tahu dua kakak beradik di depannya sangat ingin tahu dengan kelanjutan hubungannya dengan wanitanya .
" Ya ... ya ... kau pasti sudah mengambil keuntungan dari gadis polos itu . lngat karma itu ada Bry !! "
" Seharusnya aku yang berkata begitu pada kalian , siapa yang kemarin sampai jatuh bangun mengejar cinta sampai ke lndonesia !?? Kalian pikir itu bukan karma karena sudah melukai hati istri kalian ??! "
Duo Al Shamma itu kompak melempar pulpen yang di pegangnya ke arah Bryan .
" Bicara seperti itu lagi kami pastikan kau gagal menikah besok "
" Ckk ... bicara apa kau Za ! Dia ada di apartemenku dan kami tidur di kamar yang terpisah untuk sementara , berjaga jaga agar aku tidak menjadi setan saat malam harinya . Malam ini kami akan ke mansion Al Shamma , dia ingin pamit dan mengundurkan diri "
" Jangan terlalu formal , pada dasarnya kami tidak pernah berkeberatan jika Rose menjadi jodohmu karena kami tahu dia adalah gadis yang baik . Aku juga berharap kau serius padanya , jangan jadikan dia obyek obsesimu semata "
" Ckk ... obsesi apa ?? Apa kalian sedang mengigau !!?? "
" Kami juga tidak ingin membahas itu lagi . Sebaiknya sekarang kita mulai bekerja atau acara nanti malam batal karena kita harus lembur menyelesaikan pekerjaan di kantor "
" Ya ...ya ... pasti kalian membuat lelah istri kalian setiap malamnya , wajah mesum kalian tidak dapat di sembunyikan " gerutu Bryan dengan tatapan sinis pada dua atasannya .
" Salah .... mereka yang membuat kami lelah setiap malamnya " potong Zahid dengan wajah terlihat bahagia .
Setelah seharian berkutat dengan neraca dan angka akhirnya Duo Al Shamma segera bergegas pulang ke mansion . Zahid ikut pulang ke mansion karena semalam dia meninggalkan berkas penting diruang tengah . Paginya dia lupa untuk membawanya kembali ke perusahaan .
Saat tiba di mansion Abbio kebingungan karena tidak menemukan istrinya di manapun .
" Kenapa Kak ? " tanya Zahid .
__ADS_1
" Anna tidak ada di kamar atau di manapun ?? Biasanya dia akan menyambutku di depan jika sudah saatnya aku pulang "
" Di taman samping ??! "
" Tidak ada ...."
Seorang kepala penjaga tampak mendekat pada mereka , sudah dari tadi ia ingin mendekat saat tahu tuan mudanya terlihat mencari sesuatu tapi niatnya dia tunda karena Zahid sempat mengajaknya berbincang tentang sistem keamanan terbaru di mansion .
Sejak Anna masuk ke dalam mansion sebagai nyonya muda Al Shamma , Abbio menerapkan sistem keamanan baru untuk memastikan keselamatan istrinya .
" Tuan ... "
" Kebetulan kau disini , apa tadi istriku keluar mansion ?? Kenapa dia tidak ada di mana mana ? '
" Nyonya muda ada di gudang belakang Tuan , tadi jika tidak salah nyonya memasak dan makan mie instant . Tapi setelahnya nyonya masuk ke kamar yang dulu sempat nyonya tinggali . Sampai sekarang belum keluar kamar "
" Dan kalian membiarkan itu ?? Bagaimana jika di sana dia kenapa napa hahh !!! "
Abbio menghela nafasnya dalam dalam , masih hangat dalam ingatannya jika ia pernah mengasingkan istrinya di tempat ini .
" Kak Abbio sudah pulang ... "
Abbio yang masih berdiri di depan pintu segera masuk ke dalam kamar setelah mendengar suara istrinya . Wajah bantal Anna membuatnya gemas dan menciumi seluruh bagian wajahnya .
" Kok tidur di sini ... " katanya dengan mengangkat tubuh mungil itu untuk duduk di pangkuannya .
" Tidak tahu tadi tiba tiba pengen makan mi sama telor seperti saat itu , saat aku tinggal di kamar ini . Setelah selesai makan malah ngantuk banget , untung kamarnya selalu bersih jadi bisa tidur disini deh "
" Sayaaaanngg ... "
__ADS_1
" Aku tidak sedang membahas masa lalu Kak., tapi tadi aku memang benar benar makan mi di sini .... ini bau apa ? "
Abbio yang menyadari dirinya belum sempat membersihkan diri segera melepaskan rengkuhannya pada sang istri . Tapi ia terkejut ketika tangan Anna menahan tangannya agar tetap merengkuhnya erat .
" Jangan di lepas ... kangeenn "
" Tapi aku masih bau , tadi belum sempat mandi . Kita kembali ke kamar aku.mandi di ... emmmpphhhtt "
Sebelum menyelesaikan kata katanya wanita di atas pangkuannya sudah meraup bibirnya . Abbio sedikit terkejut melihat sang istri yang terlihat sangat agresif , tapi tak dipungkiri iapun sangat menikmatinya . Abbio bahagia ketika Anna menunjukkan rasa cintanya .
*
Sedangkan Bryan juga sudah tiba di apartemen miliknya , senyumnya mengembang ketika melihat wanita yang akan segera menjadi miliknya terlihat menyambutnya .
" Schat ... "
" Kau menungguku Lieve ? " ucapnya sambil menggapai tubuh mungil itu agar ada dalam pelukannya .
" Apa mereka marah padaku ?? Apa mereka bertanya kenapa aku tidak bekerja di mansion lagi !? "
Bryan berdecak kesal karena ternyata Rose menunggunya pulang hanya untuk menanyakan hal itu .
" Hei kau belum mengatakan kata cinta untukku jadi jangan sebut pria lain di depanku ! Bukannya sudah aku bilang bahwa kau adalah tanggung jawabku ! Jadi tidak usah mengkhawatirkan apapun lagi "
" Ehhmm ... Schat !! Boleh aku bertanya !? "
" He emm " jawab Bryan yang masih sibuk mengendus leher dan tengkuk wanita dalam pelukannya . Dia selalu tergila gila dengan aroma wanitanya .
" Tadi saat membersihkan kamarmu aku menemukan foto seorang wanita cantik yang terpajang di atas nakas . Apa dia kekasihmu ?! "
__ADS_1
" Apa .... "