
Hiro mengecup bibir kemerahan itu dengan waktu cukup lama , hanya mengecup ! Walau ingin sekali dia menggigit dan memainkan lidahnya di dalam sana . Karena jika itu benar terjadi bisa bisa dia ' menghabisi ' tubuh itu di atas sofa saat ini juga .
Pria itu dapat merasakan deru nafas gadisnya yang mulai tersengal walau ia hanya menempelkan bibirnya saja . Hiro tersenyum karena ternyata gadisnya masih memejamkan matanya saat ia menyudahi kecupan bibirnya .
" Apa seperti itu adegannya ?? "
Gadis itu perlahan membuka matanya , dahinya berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu . Mayleen naik kepangkuan sang suami dan mengikat asal rambut panjangnya . Hiro masih tak mengerti dengan apa yang akan di lakukan gadis itu padanya .
" Bukan seperti itu .... tapi seperti ini "
Perlahan tangan gadis di pangkuannya melepas satu persatu kancing kemeja putih yang di kenakannya . Setelah berhasil membuka tiga kancing nya satu jari telunjuknya menggambar pola abstrak di dada dan perutnya .
Hiro memejamkan mata dengan dua tangannya yang mulai meremas pinggang gadis di atas pangkuannya . Puas menggambar dua tangan mungil itu merangkum wajah suaminya .
Hiro bisa melihat wajah cantik itu mulai mendekat dan mendekat ke arah wajahnya . Bibir kemerahan itu semakin mendekat ke arah bibirnya . Tak bisa ia pungkiri ia sangat menantikan bibir merah itu meraih bibirnya , nafasnya mulai tak beraturan ketika nafas hangat gadisnya sudah menerpa wajahnya .
Semakin dekat dan semakin dekat hingga bibir mereka hanya berjarak dua centi ......
" Satu satu ... kita impas " bisik Mayleen tepat ditelinga suaminya . Tadi dia sempat mengira akan terjadi ciuman panas seperti di Drakor yang dia lihat . Tapi gadis itu sadar jika pria di bawahnya tidak akan pernah melakukan itu . Dan kini dia hanya membalasnya ...
CEKLEKKK ...
" Tuan .... maaf "
__ADS_1
Mayleen mendongak , dia melihat sang kepala pengawal sudah ada di depan pintu ruangan . Kepala pria itu langsung menunduk ketika melihatnya masih berada di atas pangkuan suaminya .
Hiro terpaku , sejenak otaknya kehilangan nalarnya . Dia tahu benar siapa yang sekarang berada di depan pintu ruangan pribadinya . Dilihatnya gadis itu malah tersenyum jahil padanya dan berbisik ...
" Sepertinya kekasihmu sedang cemburu .... "
" Ckk ... jadi kau sudah tahu jika dia dari tadi ada di depan pintu ?? "
" Tentu saja !! Aku hanya ingin melihat wajah cemburunya seperti apa !! "
" Gadis nakal ... turun !! "
" Tidak mau "
" Dengan satu syarat , aku yang bawa motormu dan kau naik mobilnya . Kita race !! Siapa yang sampai rumah duluan berarti kita menang . Yang menang bisa mengajukan satu permintaan pada yang kalah ... "
"'Tidak !! Aku tidak akan mengijinkanmu lagi balapan apapun alasannya . Kau pulang denganku naik mobil dan Nakamoto yang membawa motornya " kata Hiro yang mengangkat tubuh gadisnya dan meletakkan tepat disampingnya .
" Ckk ... tidak seru !! "
Hiro berdiri dan kemudian duduk di meja kerjanya , pria bernama Nakamoto itu masuk dengan masih menundukkan kepalanya .
" Ada apa kau kemari ?? "
__ADS_1
" Nyonya besar meminta saya menjemput Nyonya Muda , nanti malam akan ada perjamuan makan malam untuk meresmikan kedudukan nyonya muda sebagai istri Tuan ..... Ijinkan saya membawa nyonya muda untuk pulang terlebih dahulu karena ada banyak hal yang sudah disiapkan oleh Nyonya besar untuk acara nanti "
" Tidak ... dia datang bersamaku !! Maka ia akan pulang bersamaku !! "
" Tapi Nyonya Besar bilang ... "
" Bilang pada ibuku , aku sendiri yang akan membawa pulang istriku .... " kata Hiro dengan tatapan tajam pada pria bernama Nakamoto itu . Dia tidak suka jika ibunya selalu mengawasi setiap gerak gerik dia dan istrinya .
Dia sudah resmi menikahi Mayleen itu artinya Nanami tidak berhak mencampuri urusan rumah tangganya . Hiro sangat menghormati ibunya tapi bukan berarti dia mengijinkan ibunya mencampuri setiap urusan pribadinya .
" Tapi ... "
" PERGIII !!! "
Seperti juga Mayleen , Hiro tahu ibunya akan melakukan segala cara agar dia tidak jatuh ke pelukan istrinya . Dari awal Nanami sudah tidak menyukai Mayleen karena menganggap istrinya menyerahkan tubuhnya hanya karena menginginkan uang dan kehormatan .
Mayleen mematahkan keinginan ibunya untuk menjadikan Rose sebagai menantunya . lbunya menganggap Rose sudah menyelamatkan nyawanya jadi sudah sepantasnya Rose menjadi bagian dari hidupnya .
Tapi nyatanya Rose sudah memiliki suami , dan itu artinya mereka harus menghormatinya .
" Sayang , sebaiknya kita turuti permintaan ibu . Tidak baik melawan orang tua bukan ?? Kalian bisa disini dan aku akan pulang , maksudku kalian bisa .... "
Hiro berjalan cepat ke arah sang istri kemudian membekap mulut yang selalu membuatnya gemas itu , dia tahu benar apa yang akan di ucapkan gadis nakalnya .
__ADS_1
" Ya sudah kita pulang sekarang ... "