
" Apa kau baik baik saja Nak ? " tanya Bu Sri yang terlihat sangat khawatir ketika melihat keadaan Zahid yang memprihatinkan . Satu lengan dan kakinya terpasang gips , sedang lehernya dipasang penyangga agar tidak banyak bergerak .
" Aku merasa lebih baik Bu , jangan menangis karena ini semua pantas aku dapatkan . Dad maafkan aku karena aku melanggar aturanmu , seharusnya aku bisa mengendalikan diriku sendiri "
Gaffar sama sekali tak bergeming , walau iba dengan keadaan putranya tapi pria itu berusaha untuk tidak menunjukkan hal itu agar Zahid tahu kesalahannya .
" Kalian membuatku seperti seorang pecundang ... aku gagal mendidik kalian dengan baik ! "
" Mas ... " Bu Sri memperingatkan suaminya untuk tidak meneruskan kata kata yang mungkin akan menambah luka di hati Zahid .
" Mereka harus mendengarnya sayang ! Duduklah di sofa biar aku yang berbicara dengan b*jingan ini "
Bu Sri mengalah dan kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan itu . Dia tahu bahwa suaminya sedang tidak ingin dibantah , pria itu sedang ingin memberi ' pelajaran ' pada putranya .
" Dad ... "
" Kau tahu kenapa kenapa Adam membuatmu dan Abbio seperti ini ??!!! "
" Dia tak menyukai kami ... "
__ADS_1
" Jawabanmu tidak sepenuhnya salah karena semua orang uang mendengar tingkah kalian pasti akan sangat membencinya !! Adam melakukan itu karena menurutnya itu adalah salah satu tugasnya sebagai saudara , mengingatkan kalian . Apa Daddy pernah mengajarkan pada kalian untuk tidak menghormati seorang wanita ?? Kalian lahir dari rahim seorang wanita , kalian di besarkan oleh peran seorang wanita . Membeli kegadisan seorang wanita dengan harga lima ratus juta ... itu menjijikkan !!! Andai lbu kalian tidak mencegah , Daddy tak segan untuk membunuh kalian berdua "
" Zahid bersalah Dad , waktu itu ... "
" Apapun alasannya perbuatan kalian SALAH !! "
" Mas ... sudah "
" Aku tahu sayang . Aku tidak akan melebihi batasku " ucap Gaffar memilih untuk keluar ruangan sementara untuk sekedar meredakan emosinya .
Bu Sri menghampiri Zahid yang terlihat kesulitan untuk bergerak .
" Kau ingin apa nak ? "
" Tadi Safa pulang di antar supir , Daddy memintanya untuk pulang istirahat karena gadis itu terlihat sangat lelah "
" Tapi ... "
" Dari semalam dia menjagamu , biarkan dia istirahat dan membersihkan dirinya di rumah . Dia pasti kembali lagi jika dia benar benar mencintaimu "
__ADS_1
" Ibu tidak marah kepadaku !!? "
" Bohong jika lbu bilang bahwa ibu tidak marah . Ibu sangat kecewa ketika mendengar semua itu , tapi ibu tahu semua orang butuh proses untuk menjadi lebih baik . Tidak ada yang sempurna bahkan Daddy kalian, atau bahkan ibu sendiri !! Kami pernah mengalami proses seperti yang sedang kalian jalani ini "
" Terima kasih Bu , kata kata ibu bisa membuatku lebih tenang "
" Sekarang kau istirahatlah , kami akan menjenguk kakakmu dulu . Daddy kalian berencana untuk memindah Abbio agar berada di rumah sakit yang sama denganmu . Dia berpikir lebih mudah memantau kalian jika ada di tempat yang sama "
" Apa luka kakak sangat parah !? "
" Kemarin Daddy kalian menelpon dokter yang menanganinya , dia bilang luka di bahunya tidak membahayakan nyawanya . Kakakmu hanya butuh istirahat untuk mempercepat pemulihan "
" Zahid akui ke empat putra ibu memang sangat hebat !! Kami benar benar harus belajar banyak dari mereka ... " lirih Zahid yang baru menyadari maksud tersembunyi Adam melakukan ini pada dirinya ataupun kakaknya .
" Enam ... putra ibu ada enam , kalian juga putra putra ibu " sahut Bu Sri dengan tersenyum .
Sementara itu di sebuah kamar perawatan yang lain , Abbio sedang berteriak pada perawat karena merasa kehilangan gadisnya . Beberapa bodyguard sudah memberinya penjelasan tapi pria itu tetap saja tidak mau mengerti .
Para bodyguard mendapat perintah langsung dari tuan besar mereka untuk mengantar Anna pulang beristirahat . Gaffar merasa dua gadis yang di cintai putra putranya tidak mempunyai kewajiban untuk merawat putranya karena mereka belum terikat oleh apapun .
__ADS_1
Gaffar tidak ingin kedua putranya menjadi beban untuk gadis gadis itu . Safa dan Anna punya kehidupan mereka sendiri . Tugas tugas kuliah , kafe atau mungkin hal lain yang harus mereka kerjakan dan handle secara bersama sama .
Gaffar hanya ingin putranya bertambah dewasa . Tidak semua harus berjalan sesuai dengan yang mereka inginkan .