Hurt

Hurt
82


__ADS_3

" Apa kau baik baik saja Nak ? " tanya Bu Sri yang terlihat sangat khawatir ketika melihat keadaan Zahid yang memprihatinkan . Satu lengan dan kakinya terpasang gips , sedang lehernya dipasang penyangga agar tidak banyak bergerak .


" Aku merasa lebih baik Bu , jangan menangis karena ini semua pantas aku dapatkan . Dad maafkan aku karena aku melanggar aturanmu , seharusnya aku bisa mengendalikan diriku sendiri "


Gaffar sama sekali tak bergeming , walau iba dengan keadaan putranya tapi pria itu berusaha untuk tidak menunjukkan hal itu agar Zahid tahu kesalahannya .


" Kalian membuatku seperti seorang pecundang ... aku gagal mendidik kalian dengan baik ! "


" Mas ... " Bu Sri memperingatkan suaminya untuk tidak meneruskan kata kata yang mungkin akan menambah luka di hati Zahid .


" Mereka harus mendengarnya sayang ! Duduklah di sofa biar aku yang berbicara dengan b*jingan ini "


Bu Sri mengalah dan kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan itu . Dia tahu bahwa suaminya sedang tidak ingin dibantah , pria itu sedang ingin memberi ' pelajaran ' pada putranya .


" Dad ... "


" Kau tahu kenapa kenapa Adam membuatmu dan Abbio seperti ini ??!!! "


" Dia tak menyukai kami ... "

__ADS_1


" Jawabanmu tidak sepenuhnya salah karena semua orang uang mendengar tingkah kalian pasti akan sangat membencinya !! Adam melakukan itu karena menurutnya itu adalah salah satu tugasnya sebagai saudara , mengingatkan kalian . Apa Daddy pernah mengajarkan pada kalian untuk tidak menghormati seorang wanita ?? Kalian lahir dari rahim seorang wanita , kalian di besarkan oleh peran seorang wanita . Membeli kegadisan seorang wanita dengan harga lima ratus juta ... itu menjijikkan !!! Andai lbu kalian tidak mencegah , Daddy tak segan untuk membunuh kalian berdua "


" Zahid bersalah Dad , waktu itu ... "


" Apapun alasannya perbuatan kalian SALAH !! "


" Mas ... sudah "


" Aku tahu sayang . Aku tidak akan melebihi batasku " ucap Gaffar memilih untuk keluar ruangan sementara untuk sekedar meredakan emosinya .


Bu Sri menghampiri Zahid yang terlihat kesulitan untuk bergerak .


" Kau ingin apa nak ? "


" Tadi Safa pulang di antar supir , Daddy memintanya untuk pulang istirahat karena gadis itu terlihat sangat lelah "


" Tapi ... "


" Dari semalam dia menjagamu , biarkan dia istirahat dan membersihkan dirinya di rumah . Dia pasti kembali lagi jika dia benar benar mencintaimu "

__ADS_1


" Ibu tidak marah kepadaku !!? "


" Bohong jika lbu bilang bahwa ibu tidak marah . Ibu sangat kecewa ketika mendengar semua itu , tapi ibu tahu semua orang butuh proses untuk menjadi lebih baik . Tidak ada yang sempurna bahkan Daddy kalian, atau bahkan ibu sendiri !! Kami pernah mengalami proses seperti yang sedang kalian jalani ini "


" Terima kasih Bu , kata kata ibu bisa membuatku lebih tenang "


" Sekarang kau istirahatlah , kami akan menjenguk kakakmu dulu . Daddy kalian berencana untuk memindah Abbio agar berada di rumah sakit yang sama denganmu . Dia berpikir lebih mudah memantau kalian jika ada di tempat yang sama "


" Apa luka kakak sangat parah !? "


" Kemarin Daddy kalian menelpon dokter yang menanganinya , dia bilang luka di bahunya tidak membahayakan nyawanya . Kakakmu hanya butuh istirahat untuk mempercepat pemulihan "


" Zahid akui ke empat putra ibu memang sangat hebat !! Kami benar benar harus belajar banyak dari mereka ... " lirih Zahid yang baru menyadari maksud tersembunyi Adam melakukan ini pada dirinya ataupun kakaknya .


" Enam ... putra ibu ada enam , kalian juga putra putra ibu " sahut Bu Sri dengan tersenyum .


Sementara itu di sebuah kamar perawatan yang lain , Abbio sedang berteriak pada perawat karena merasa kehilangan gadisnya . Beberapa bodyguard sudah memberinya penjelasan tapi pria itu tetap saja tidak mau mengerti .


Para bodyguard mendapat perintah langsung dari tuan besar mereka untuk mengantar Anna pulang beristirahat . Gaffar merasa dua gadis yang di cintai putra putranya tidak mempunyai kewajiban untuk merawat putranya karena mereka belum terikat oleh apapun .

__ADS_1


Gaffar tidak ingin kedua putranya menjadi beban untuk gadis gadis itu . Safa dan Anna punya kehidupan mereka sendiri . Tugas tugas kuliah , kafe atau mungkin hal lain yang harus mereka kerjakan dan handle secara bersama sama .


Gaffar hanya ingin putranya bertambah dewasa . Tidak semua harus berjalan sesuai dengan yang mereka inginkan .


__ADS_2