Hurt

Hurt
89


__ADS_3

Tiga hari di rumah sakit Zahid sudah merasa lebih baik walau luka lebam di tubuhnya belum hilang sepenuhnya . Dan hari itu dia memutuskan untuk keluar dari rumah sakit setelah sehari sebelumnya kakaknya sudah nekat keluar terlebih dahulu . Mereka kembali di presidential suite room yang sudah mereka sewa sejak awal kedatangan .


Abbio keluar untuk mencari gadis mereka yang tiba tiba saja hilang kabar . Dan kakaknya itu rela seharian menunggu di kafe milik para gadis mereka hanya untuk bertemu dengan mereka .


Dan Abbio hanya bisa bertemu dengan Anna di sana , menurutnya Safa pergi ke Dubay untuk melihat keadaan ibu pantinya yang sudah kembali dari Tiongkok .


" Apa aku juga harus kembali ke Dubay !? "


" Jika kau merasa sudah kuat melakukan perjalanan jauh kakak tidak akan melarangnya ! Tapi aku rasa Safa hanya sementara berkunjung di sana "


" Tidak apa apa , kita juga sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan "


" Ya sudah aku akan atur pesawat kita agar bisa terbang hari ini juga mengantarmu " .


Zahid mengernyit ketika melihat kakaknya seperti sedang bersiap siap untuk pergi . Abbio menyambar jaket dan kunci mobil yang ada di atas nakas .


" Kurasa ini sudah malam ... "

__ADS_1


" Aku menemukan tempat tinggal mereka yang baru , mereka ada di apartemen yang ada di pusat kota . Ckk ada seseorang yang menjaga mereka lebih ketat dari penjagaan Adam Adipraja . Salah satu relasi kita juga , hanya proyeknya dengan kita sudah selesai beberapa waktu yang lalu , Tuan George !! "


" Apa hubungan mereka , kenapa bisa pria itu menjadi pelindung Safa dan Anna !?? "


" Baru aku selidiki Za !! Jangan berpikir yang tidak tidak dulu , kakak takut kita salah menilai lagi . Dan bukannya mendekat tapi mereka akan semakin jauh dari kita "


" Aku tahu Kak ... "


" Kakak keluar sebentar , kau istirahat saja beberapa jam lagi penerbanganmu untuk pulang "


Setelah berkata seperti itu Abbio langsung keluar kamar dan menuju basement hotel tempat ia memarkirkan mobilnya . Seorang supir sepertinya sudah menunggu disana .


" Kita ke apartemen XX ! "


" Tapi .... "


" Kau tidak mau mengantarku !? " tanya Abbio dengan penuh selidik .

__ADS_1


" Bukan begitu , tapi baru saja tuan besar menelpon beliau meminta anda mengangkat telpon darinya "


Abbio berdecak kesal tadi ia memang lupa untuk mematikan mode silent ponselnya . Tadi ia sibuk untuk menyiapkan kepulangan adiknya yang berkeras keluar dari rumah sakit walau keadaannya belum sembuh benar .


Akhirnya Abbio terpaksa menelpon sang Daddy .


" Ya Dad ?? Kau ingin bicara denganku ? "


" Sudah malam , jangan berani berani kau datang ke apartemen Anna . Kau harus menghormati norma yang berlaku di negara itu , jangan sekalipun melanggarnya karena Daddy tak mau kau bermasalah di sana "


" Come on .. aku hanya ingin melihatnya saja ! Hanya itu !! Aku tidak akan menyakitinya Dad !! "


" Daddy tahu ! Tapi ini jam sepuluh malam , kau pikir di waktu seperti ini gadismu sedang minum kopinya dan menyaksikan pertandingan bola ???!! "


" Daddy memata mataiku di sini ? Aku bukan anak kecil lagi Dad !! "


" Dan kau lihat kelakuanmu sekarang !? Kau seperti anak kecil yang di janjikan untuk membeli permen !! Kau selalu berkeras untuk menuruti kemauanku sendiri . Dan itu juga yang selalu membuatmu rugi "

__ADS_1


Abbio menghembuskan nafasnya dalam dalam , terselip rasa kecewa karena sampai hati ini sang Daddy belum bisa mempercayainya secara penuh . Abbio tak menyalahkannya karena ia sudah melakukan sebuah kesalahan besar .


" Aku hanya ingin melihat keadaan di sana Dad , siang tadi aku melihat penjagaan di apartemen itu cukup ketat . Aku tidak akan lagi melakukan hal hal tanpa pertimbangan lagi . Daddy yang memintaku untuk belajar bukan ? Aku mencintainya Dad , dan aku akan membawanya pulang tidak dengan paksaan "


__ADS_2