
Hiro menyandarkan punggungnya di kepala ranjang , pria itu masih tinggal di hotelnya . Di pandangnya foto seorang gadis dengan senyumnya , wajah yang selama ini amat sangat menyiksanya karena rindu di hatinya .
" Sayang .... "
Semalaman dia tak bisa memejamkan matanya , dia sadar dia sudah berlebihan dalam meluapkan emosinya . Semua yang bersangkutan mengenai belahan jiwanya itu sering kali membuatnya tak bisa mengendalikan diri .
Tiba tiba di dengarnya suara bel pintu kamarnya , ia sedikit terkejut karena pagi ini dia tidak memesan sarapan ataupun merasa mempunyai tamu . Setelah memakai bajunya Hiro segera melangkah membuka pintu .
CEKLEEKK ...
Di lihatnya seorang wanita cantik dengan perut buncit berada di depan pintunya . Dia tahu benar siapa wanita yang sudah tersenyum sangat ramah padanya itu .
" Hai ... maaf jika kedatanganku pagi ini merepotkanmu , tadi aku mengantar suamiku ke kantor dan mampir ke sini "
" Vallery ... hai !! Sudah lama sekali tidak bertemu , masuklah ! Dia bisa membunuhku jika aku terlalu lama membiarkanmu berdiri di luar "
Vallery hanya tertawa dan melangkah masuk mengikuti langkah pemimpin klan Yoshida itu .
__ADS_1
" Jangan menatapku seolah olah aku adalah hakim yang ingin mengadili dirimu . Aku hanya ingin menyapamu saja karena kita belum pernah bertemu sejak kemarin kau datang ke sini . Bagaimana kabarmu ?! "
" Kau sangat tahu bahwa aku tidak baik baik saja , apa dia baik baik saja ? " tanya Hiro dengan menundukkan wajahnya .
" Dia tak pernah memperlihatkan wajah sedihnya pada orang lain termasuk pada kami keluarganya , dia masih mampu tersenyum walau aku tahu hatinya sangat hancur saat ini . Dari kecil dia sudah di tempa dengan keras , mungkin luka yang kau berikan tidak akan begitu sakit karena sudah terlalu banyak luka yang tertoreh di hatinya "
Hiro terdiam hatinya terasa sakit ketika menyadari dia sudah menorehkan luka yang dalam pada wanita yang di cintainya .
" Aku tahu aku sudah sangat keterlaluan , tapi dia .... "
Hiro meraup kasar wajahnya , ia sangat mengenal istri dari sahabatnya ini . Vallery adalah wanita penyabar yang kuat , cintanya sangat tulus walau masa lalu suaminya terlampau kelam . Tidak ada wanita manapun yang mampu membayangkan jika suaminya adalah mantan seorang gigolo .
" Dia mencintaimu ... sangat mencintaimu !Hingga tiap pagi aku akan selalu mendengarnya bercerita tentang dirimu . Dia gadis yang sangat supel dan periang hingga semua orang dari semua umur bisa menyayanginya . Mimpi terbesarnya adalah menjadi seorang dokter , dia ingin menyembuhkan sakit orang lain walau tak ada seorang pun yang bisa menyembuhkan semua sakit di hatinya . Sampai akhirnya dia bertemu denganmu , sosok laki laki yang bisa menjadi tempatnya berkeluh kesah . Dia nyaman bersamamu ... hingga dia serahkan hatinya padamu "
" Dia berpaling dariku .... "
" Semalam kami berbicara , menurutnya pernikahan adalah sebuah ikatan kepercayaan dan sayangnya dia tidak merasa memiliki itu denganmu "
__ADS_1
" Dia bahkan sudah menyerah tanpa membela diri , dia tidak mau mempertahankan aku "
" Tidak ada kamus menyerah dalam hidupnya , tapi dia tidak akan mempertahankan seseorang yang sudah melepasnya . Kami para wanita akan berpegang erat pada seseorang yang mampu mempertahankan kami di sisinya . Tapi kami tidak akan menyiksa diri kami dengan berjuang sendirian . Lepas jika kau memang ingin melepasnya .... "
" Jadi dia ?? "
" Sudah aku katakan , tak ada kamus menyerah dalam hidupnya !! Tapi dia cukup pintar untuk tidak menyiksa diri dengan berlarut larut dalam kesedihannya . Dia lebih kuat dari yang kau bayangkan ! Jika kau pikir dia akan terpuruk setelah kau menghinanya berarti pikiranmu SALAH !!! Dia pejuang yang tangguh , satu penghinaanmu akan selalu membekas di hatinya tapi tak cukup kuat untuk menumbangkannya !! "
Hiro terpaku , dia tak mampu berkata kata walau sebenarnya sangat banyak yang ingin dia katakan pada wanita di depannya . Dia ingin mengatakan bahwa diapun masih sangat mencintai istrinya .
" Aku tahu jika aku ikut andil dalam masalahmu , aku yang mengirimnya padamu karena menurutku hanya dia yang mampu membantumu . Maaf jika semua menjadi seperti ini ! Satu yang ingin aku katakan ... raih dan pegang erat dia jika kau memang masih mencintainya . Tapi lepaskan jika kau memang tak bisa kembali padanya ... Hari sudah semakin siang sebaiknya aku kembali ke mansion sebelum mereka mencariku "
Hito meremas rambutnya ketika istri dari sahabatnya itu sudah keluar dari kamar hotelnya . Hatinya terasa berkecamuk antara kemarahan , penyesalan dan ego yang masih menguasai hatinya .
Hatinya sakit ketika membayangkan pria lain menyentuh wanitanya , tapi beribu kali lebih sakit rasanya ketika membayangkan ia tak bisa lagi hidup tanpa belahan jiwanya . Rasa cemburunya membutakan mata dan hatinya hingga mampu menyakiti wanita yang seharusnya ia jaga .
" Sayaaaanngg .... "
__ADS_1