
" Aku yang akan mengantarmu kuliah setiap harinya dan jika aku tidak bisa kau harus diantar supir kesana ! Jangan pernah berpikir untuk naik angkutan umum lagi , bisa berbahaya untukmu "
" Hemmmm ... "
Pagi ini Anna sudah mulai tugasnya yaitu mengurus bayi besarnya . Anna yang bertugas menyiapkan semua makanan yang masuk ke perut pria menyebalkan itu . Jadi tugasnya setiap pagi dan malam adalah memasak makanan sekaligus menyuapi bayi besar tampan itu .
" Aku sendiri yang akan menjemputmu jika kau sudah selesai kuliah , sekalian kita makan siang bersama . Dan jika aku belum menjemputmu kau tetap tidak boleh pergi !! Tunggu sampai aku datang ... jika tidak aku akan mengikatmu di kamar agar kau tak bisa pergi , paham !?? "
" Hemmmm .... "
" Ckk .. apa kau mendengarku Ann !?? "
" Hemmmm ... "
Kesal karena merasa tidak diperhatikan Abbio bangkit dan menghampiri Anna yang sedang sibuk dengan spatula dan penggorengannya .
" Awwwwsshh .... "
Dari arah belakang Abbio menggigit lembut pundak wanita cantik yang sedang memasak sarapan itu dengan gemas hingga Anna berjingkat kaget dan berteriak kesakitan . Kesakitan yang membuat wajahnya memerah sempurna , rona merah karena malu dan marah yang bercampur menjadi satu .
" Kenapa menggigitku !! Tidak ada kekerasan dalam perjanjian kita , menyebalkan !! "
" Salahmu kenapa kau tidak mendengarkan aku berbicara !! " sahut Abbio masih berdiri di belakang Anna yang sibuk dengan masakannya .
" Masakan ini bisa gosong jika aku tidak konsentrasi membuatnya , tuan pikir memasak itu gampang ??! Jadi besok jangan bicara panjang lebar ketika aku sedang memasak "
" Jadi kau benar benar tidak mendengarmu tadi !?? "
" Tuan yang akan mengantarku kuliah dan aku harus tetap menunggu jika kau belum menjemputku ... aku dengar semua " sinis Anna dengan melirik sebal pria di belakangnya .
__ADS_1
Sebenarnya ia ingin menggigit pundak wanita didepannya sekali lagi tapi ia urungkan ketika mencium harumnya masakan Anna .
" Kau apakan sosis sosis itu ?? Kenapa kau suka sekali membuat masakanmu berwarna hitam gosong seperti itu ? "
" lni namanya oseng mercon sosis , aku tambah sedikit kecap kedelai ... Maaf tapi aku tidak bisa masak masakan yang biasa kau makan . Tuan kan tahu kita berasal dari negara berbeda "
" Aku akan memakan apapun yang kau buat untukku . Tapi kalian hebat , bahkan kalian menaruh bahan peledak dalam makanan ! Apa tidak apa apa jika di makan ?! "
" Apa maksud Tuan ?! "
" Mercon ... bukankah itu nama peledak di negaramu ?? "
" Ya ... ya ... aku membuat sarapan peledak untuk kita . Terserah Tuan !! "
Setelah selesai memasak Anna menyiapkannya di meja sedangkan pria itu hanya memperhatikan wanitanya yang terlihat sibuk mengambil makanan untuknya .
" Nanti Tuan jadi mengantar aku ke restoran kan ? Aku tidak bisa keluar begitu saja , mereka sangat baik padaku "
" Hemmm ... "
" Nanti bolehkan jika teman Anna ikut kita sekalian ? Tidak enak jika aku meninggalkannya , biasanya kami selalu berangkat bersama sama . Namanya Kak Safa "
" Hemmmm ... "
" Apa tuan ingin aku gigit seperti tadi tuan menggigitku !? Aku sedang bertanya tapi tuan tidak menjawab .... "
Abbio tidak menjawabnya , ia terlihat menghabiskan dulu makanan yang ada di mulutnya .
" Ckk ... kau yang menyuapiku , seharusnya kau tahu aku tidak bisa menjawab karena sedang mengunyah makananku . Lagipula tidak sopan bukan jika makan sambil berbicara ?? "
__ADS_1
" Maaf ... aku lupa " jawab Anna dengan kepala tertunduk , ia lupa jika pria didepannya pasti sangat memperhatikan semua aturan . Tidak seperti dirinya yang kadang makan sambil menyanyi kecil ataupun bergurau dengan teman disampingnya .
Setelah selesai menyuapi ia segera beranjak untuk mengambil sarapannya sendiri . Tapi tangan kekar itu meraih tangannya hingga langkahnya terhenti .
" Ada apa ? Tuan ingin makan lagi !!!?? "
" Aku belum menerima hukumanku , kau boleh melakukannya sekarang "
" Hukum apa ? "
" Kau yang tadi bilang akan menggigitku kan ?? Aku tidak apa apa ... sekarang lakukanlah "
Abbio berjalan mendekat pada gadis itu dengan senyum yang sulit di artikan . Dia senang melihat bibir mengerucut yang terlihat kebingungan itu , sangat menggemaskan baginya .
" Jangan mendekat ... atau !! "
" Atau apa ??? "
" Ehhmm atau kupukul kau dengan ini "
Abbio terkekeh melihat tangan Anna yang meraih wajan teflon kecil yang biasa untuk membuat saus daging . Tapi ketika sampai di depannya pun gadis itu tidak juga memukul pria tampan di depannya . Gadis itu malah terlihat sangat gugup dan tak mampu menatap ke arahnya .
" Perlu aku bantu untuk mengayun penggorengan ini Ann ?? Hei lihat sini .... "
Abbio meraih dagu Anna dan perlahan mengangkatnya agar bisa menatap dirinya yang memang jauh lebih tinggi .
" Hukum aku seperti katamu , kau boleh menggigitku .... kau juga boleh memukulku ! Jika tidak kau lakukan maka aku dengan senang hati akan melakukan nya untukmu "
" Ap ... emmmpphhhtt "
__ADS_1