Hurt

Hurt
66


__ADS_3

" Apa kau marah padaku nak ? "


" Tidak , semua sudah berlalu ... Uncle tidak perlu khawatir . Lagipula semua pasti ada alasannya walau disini aku sedikit sakit hati karena merasa di singkirkan " jawab Safa mencoba untuk jujur .


Sore itu George dan Safa sedang duduk di sebuah gazebo yang menghadap sebuah pantai . Tampaknya mereka berdua sedang berbicara mengenai suatu hal .


Baru hari ini George bisa melihat kembali gadis yang dulu sering menemaninya makan siang jika sedang ada di Dubay setelah dua bulan yang lalu . Gadis yang sebenarnya adalah putri kandungnya .


Karena sebuah kisah gadis itu lahir kedunia , saat masih bayi berusia empat bulan hal yang tidak terduga terjadi . Ibu Safa terbunuh ketika menjalankan tugasnya dan untuk melindungi bayinya dia berpesan pada pengasuhnya untuk membawa Safa ke tempat yang jauh dan menitipkannya pada sebuah panti asuhan agar tidak terlacak identitasnya .


" Tidak bisakah kau menyebutku dengan panggilan seorang putri pada ayahnya ?! "


Safa hanya tersenyum hambar , bagaimanapun rasanya sakit ketika mengetahui masih mempunyai seorang ayah tapi hidupnya terlunta lunta sebagai seorang yatim piatu .


" Mungkin suatu saat , jika aku merasa uncle bisa dan pantas aku sebut sebagai ayahku . Tidak apa apa kan ?? "


" Tidak ... tentu saja tidak "


Deburan pantai terdengar seperti alunan musik yang membuat hati mereka tenang . ltu sebabnya dia dan Anna sangat betah ketika di minta untuk tinggal di tempat ini . Salah satu tempat eksotis yang dari dulu memang sangat ingin ia kunjungi .


Dia dan Anna terpaksa menjalani kuliah secara online untuk menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan gelar mereka . Dan semua seperti sangat mudah di lakukan karena pertolongan dari orang orang baik yang menyayangi mereka .


" Kapan Uncle kembali ke lnggris !? "

__ADS_1


" Lusa , aku juga ada bisnis disini . Kau dan Anna bisa mengunjungiku di hotel jika mau . Kita bisa makan siang atau makan malam bersama di sana . Hotel Daddy juga punya view pantai ... "


Setelah berkata seperti itu pria parubaya itu mengeluarkan dompet dan memberikan Safa sebuah kartu hitam .


" Ini ?? "


" Untukmu , jangan anggap itu sebagai penebus kesalahanku padamu . Daddy hanya ingin memperbaiki kesalahan Daddy dengan bertanggung jawab padamu . Kau dan Anna bisa menggunakannya bersama . Jika kau menganggapnya saudara maka Anna juga adalah putriku "


" Terimakasih untuk niat baik Uncle , tapi kami belum memerlukannya . Hasil kerjaku dan Anna masih bisa untuk hidup berkecukupan . Tabunganku dan Anna cukup untuk mendirikan sebuah kafe sederhana "


Safa dan Anna memang menyewa rumah pinggir pantai yang mereka jadikan sebuah kafe sederhana . Walau tidak terlalu besar tapi pengunjungnya tidak pernah sepi hingga kadang mereka menjadi kewalahan melayaninya .


" Daddy mohon ... terimalah ! Tidak apa apa jika memang tidak mau memakainya . Tapi terimalah untuk membuat hatiku sedikit tenang "


" Baik aku terima .... "


" Terimakasih nak , sepertinya sudah waktunya Daddy kembali ke hotel . Pacarmu sedang berjalan menuju kesini "


Safa langsung menoleh ke arah pandangan George , terlihat seorang pemuda dengan mengenakan kemeja motif bunga dengan celana pendek mendekat ke arah mereka .


" Hai Uncle , nice to meet you !! " sapa pemuda itu ramah .


" Senang juga bertemu denganmu Oliver ... tapi aku tidak bisa menemani kalian karena Uncle harus segera kembali ke hotel "

__ADS_1


" Thats fine , aku akan menjaganya "


Pria muda itu segera duduk disamping Safa setelah George pergi meninggalkan gazebo . Pria itu mengambil minuman kaleng yang ada di depan Safa dan menenggaknya .


" Kebiasaan !! Kau selalu mengambil milikku , menyebalkan !! "


" Aku selalu bisa mengambil apapun darimu tapi tidak dengan hatimu .... " jawab Oliver .


" Basi !!! Kau kesini sendirian ?? "


" Tentu saja tidak , aku juga ditemani pecinta sejati ... Hiro ! Dia menyusul Anna ke kafe "


" Apa kalian tidak capek karena sering bolak balik ke sini !? "


" Jika hasilnya sepadan kenapa tidak !? Kami adalah pecinta sejati . Kami akan melakukan segalanya untuk cinta kalian "


" Cihh hanya Hiro yang seperti itu !! Kau selalu hidup menumpang pada mafia Jepang itu !! Aku yakin kau datang kesini juga numpang jet pribadinya . Ya kan ?? "


" Ha .. ha ... dia yang menawariku . Lagipula aku dapat info info penting jika berbicara padanya . Tugasku menjadi sedikit ringan "


Tapi mereka di kejutkan oleh suara anak perempuan berusia tiga tahun yang terlihat sedang berlari ke arah mereka . Pengasuhnya terlihat sangat khawatir jika batita gendut itu terjatuh . Sementara di belakang mereka terlihat lima pria bertubuh tegap dengan mengenakan pakaian serba hitam .


" Auntiiii .... "

__ADS_1


" Oh God ... Ava !!! Jangan lari lari .... " pekik Safa sambil berlari menyambut batita bertubuh gembul itu .


__ADS_2