Hurt

Hurt
108


__ADS_3

Dan tibalah hari yang amat sangat di tunggu oleh Abbio , sudah satu minggu ini gadisnya benar benar menutup akses mereka untuk berkomunikasi . Dan ia tahu benar siapa di balik semua itu .


Saat ini mereka masih berada di rumah Daddynya , walau sederhana nyatanya Safa sangat betah karena konsep unik rumah kayu yang sangat merakyat karena di tengah tengah hunian nuansa pedesaan walau mereka ada di tengah perkotaan .


" Kau siap.son ?! Sudah kau hafalkan kata kata ijab kabulnya ? Jangan sampai salah karena kau harus mengulang dan itu tidak lucu !! "


" Ckk Dad kenapa kau jadi rewel sekali ?! lbu saja dari tadi tenang . Apa akan ada orang pindahan ?? Kenapa ada banyak sekali barang di depan ?? "


Bu Sri tertawa , adat pernikahan Jawa memang sedikit berbeda dengan adat pernikahan negara putranya berasal . Jika Gaffar mungkin sudah tidak asing karena dulu ia pun pernah tinggal di negara ini .


" Itu tanda mata keluarga kita untuk calon pengantin wanitanya . Orang tua Anna asli dari Jawa Tengah dan kita ikuti adat mereka untuk menghormati keluarganya "


" Terima kasih karena sudah mau direpotkan dengan pernikahanku Bu .... "


" Aku ibumu nak , aku tak pernah merasa repot jika itu untuk anak anak ibu " jawab Bu Sri menepuk pelan lengan putranya .


Tak lama berselang ada dua mobil mewah tampak datang di halaman rumah yang memang lumayan luas itu . Zahid dan Safa yang ada di depan rumah segera menyambut mereka .


Violetta datang bersama anak dan suaminya , sedangkan satu mobil yang lain adalah Dewa Adipraja yang datang bersama Jasmine dan Jero putranya .

__ADS_1


" Hai aku Jasmine , ini pengantin baru kita ya !? Maaf kemarin kami tidak bisa datang saat pernikahanmu " sapa Jasmine memeluk Safa .


" Tidak apa apa , aku Safa ! Acara itu memang sangat mendadak , aku pun masih tak percaya kalau aku sudah menjadi istrinya " sahut Safa sambil tertawa kecil .


Sedangkan Dewa menyapa pria yang masih menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan itu .


" Hai Zahid , senang bisa bertemu kembali denganmu . Kurasa kakakku memang sedikit keterlaluan tapi maksudnya pasti baik , jadi jangan dendam padanya "


" Dewa , aku juga senang bisa bertemu denganmu .... dia mentor yang sangat baik kurasa ! Jika dia tidak menghajarku mungkin sekarang aku sudah berakhir di tangan sniper Daddy George . Aku berhutang nyawa pada kakakmu , Adam Adipraja "


Setelah sedikit berbasa basi mereka segera berangkat ke rumah pengantin wanita . Abbio pun terlihat sudah sangat tidak sabar menantikan acara akad pernikahannya . kring iringan pengantin terlihat sangat meriah dengan hiasan bunga warna warni di depan semua mobilnya .


Disana terlihat Bryan yang sudah duduk bercengkerama dengan penghulu dan beberapa tokoh di lingkungan itu . Dia mendsmpingi Rose yang bertugas menemani pengantin wanitanya . Pembawaan Bryan yang supel membuatnya mudah berkomunikasi dengan orang orang yang belum pernah ia temui sebelumnya .


" Mana pengantinku ?? Kenapa dia tidak ada disini !? Daddy tidak sedang menyembunyikan dia lagi kan ?? " gumam Abbio pada Daddynya .


" Jika ibumu mengijinkan sudah dari dulu Daddy menyembunyikan dia di tempat yang tak akan pernah ditemukan !!! Sudah sana duduk , sebentar lagi acaranya di mulai "


Setelah melalui beberapa acara akhirnya tiba saatnya Abbio mengucapkan akad sakralnya . Dengan sekali pengucapan akhirnya ia berhasil mengucapkan tanpa ada salah sedikit pun .

__ADS_1


" SAHHH ???? "


" SAAHHHHHHH .. !!!!!! "


Senyum Abbio mengembang ketika dari dalam tampak Rose dan Safa menggandeng sahabatnya yang mengenakan baju akad berwarna perak dengan penutup kepala yang membuatnya terlihat sangat cantik .



" Kau sangat cantik sayang ... " bisik Abbio ketika wanita yang sudah menjadi istrinya itu membawa tangan kanannya untuk di bawa kekeningnya .


" Dan sekarang jangan sungkan , pengantin prianya sudah bisa mencium pengantin wanitanya " canda pak penghulu yang melihat tatapan memuja Abbio pada Anna yang begitu cantik dalam balutan gaun tertutupnya .


" Tentu saja .... "


Dan dengan gerakan cepat direngkuhnya pinggang ramping istrinya , di kecupnya kening Anna cukup.lama hingga para keluarga yang hadir bersorak sorai .


" Terima kasih sudah mau menjadi pendamping hidupku , aku berjanji akan membahagiakan dan menjagamu hingga nanti di akhir hayat kita "


" Terima kasih juga karena sudah mau menjadi suamiku , aku berjanji akan belajar menjadi pendamping yang baik untukmu "

__ADS_1


" Kita sama sama belajar sayang ... "


__ADS_2