
" Lain kali jangan menghilang lagi , aku tahu kau pasti sengaja berjalan pelan agar aku meninggalkanmu kan tadi !? "
" Buk ... " ( niatnya mau ngomong bukan begitu )
" Besok aku antar ke tempat kerja jika ingin pamit dengan teman temanmu . Aku beri waktu lima menit untuk itu "
" Bagaima ...." ( Mau ngomong bagaimana bisa )
" Dan sekarang aku ingin makan , buatkan aku nasi gosong dengan telur mata sapi di atasnya ?! "
" Ckk .. bukan nasi gosong tapi nasi goreng . Kenapa harus menungguku , kan tuan bisa meminta maid untuk membuatnya "
" Kau asisten pribadiku mulai malam ini , jadi semua keperluanku kau yang mengurusi . Kau bebas tugas hanya saat kau.kuliah , selebihnya semua waktumu hanya untukku "
" Ada Dwayne yang biasa mengurus kebutuhanmu . Kenapa kau limpahkan padaku !? "
" Dwayne ada di Perancis , dia mengurus mansion Al Shamma yang ada di sana . Suatu saat kau pasti ku ajak kesana kesana "
Setelah mengetahui Gracia mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari para pekerja di sana Abbio memutuskan untuk mengirim ibu dan anak itu ke mansionnya yang ada di Perancis . Dia tidak akan membiarkan mereka melimpahkan kekecewaan mereka pada wanitanya .
Kejadian itu ada di.luar perkiraannya , diapun tidak menyalahkan orang orangnya yang membiarkan hal itu terjadi . Gracia terlalu sombong dan berperilaku sangat tidak pantas karena gadis itu tahu pasti ibunya bisa melindunginya .
__ADS_1
Akhirnya Anna memasak apa yang Abbio inginkan , setelah selesai ia menyajikan itu dipiring dan memberikannya pada tuan mudanya .
" Kenapa tidak di makan Tuan ? "
" Tugasmu melayaniku , perlu kuperjelas ??! "
Dahi Anna mengernyit , sepertinya ia sedikit bingung dengan kata kata Abbio .
" Gadis bodoh !!! Duduk dan suapi aku .... kenapa kau bodoh sekali hahh !! "
" Tidak mau ... tidak ada aturan yang menyatakan asisten harus menyuapi majikannya !! Tuan pikir hanya Tian yang lapar ?? Tuan tidak dengar dari tadi cacing di perutku menyanyi !? "
" Ya sudah .. setelah kau menyuapi aku maka giliranku untuk menyuapi kamu . Cukup adil kan !? "
" Tidak perlu berterimakasih padaku , jika kau memaksa tidak apa apa jika aku harus menyuapimu "
" Ya Tuhan ... "
Entah apa apa yang ada di kepala pria itu hingga bisa menjadi sangat menyebalkan seperti ini . Terpaksa Anna menyuapi bayi besar itu hingga seluruh isi piring tandas tak bersisa .
Sedangkan Abbio tertawa dalam.hati , ia merasa menang telah berhasil satu langkah ke depan untuk lebih dekat dengan gadis itu . Pria itu sengaja membuat aturan aturan konyol agar Anna bisa menjadi lebih dekat padanya walau ia tahu dirinya akan terlihat sangat menyebalkan .
__ADS_1
" Sekarang geser piringmu kemari , sesuai janjiku aku akan menyuapimu ... "
Tapi tangannya terhenti ketika gadis itu membuka mulutnya dan memejamkan matanya , dia menurunkan kembali sendok berisi nasi goreng itu . Matanya malah terpaku pada bibir kemerahan yang sedikit terbuka itu , pria itu masih mengingat betapa manisnya bibir kemerahan yang selalu merusak tidurnya dan hadir semaunya di dalam mimpi mimpinya .
Ingin sekali lagi Abbio merasakan kembali manisnya bibir kemerahan itu , perlahan jarinya terulur ke arah wajah gadis itu . Sungguh semua yang ada pada gadis itu terlihat sempurna di matanya .
" Kenapa lama sekali ... " cicit gadis itu memandang sebal pada tuan mudanya yang tak kunjung menyuapinya , padahal perutnya sudah terasa sangat lapar dari tadi .
PRAKKK ...
" Kau makan sendiri ... aku terlalu sibuk untuk mengurusmu !!! "
Anna hanya bisa melongo ketika pria menyebalkan itu malah pergi meninggalkannya . Jika saja bisa pasti spatula kayu yang ada di penggorengan tadi ia lemparkan ke kepala pria arogan itu agar setidaknya pria itu ingat bahwa dialah yang tadi memaksa untuk menyuapi dirinya .
*
Sementara itu Zahid sudah sampai di bar yang ada di dekat apartemen milik sahabatnya . Tapi ia tak menemukan Evita atau Fred di dalamnya . Ketika bertanya pada keamanan mereka berkata tadi sempat ada keributan yang dipicu oleh seorang wanita cantik yang sedang mabuk .
Dan Zahid yakin itu adalah Evita , sahabatnya itu selalu reseh dan tidak bisa mengendalikan diri jika sedang mabuk . Zahid yakin Fred sudah membawanya pergi .
Sebenarnya Zahid bukan seorang peminum , itu sebabnya ia jarang bahkan hampir tidak pernah nongkrong di bar seperti ini , tapi melihat suasana yang tenang akhirnya Zahid masuk ke dalamnya .
__ADS_1
Zahid berjalan menuju meja bartender yang terdapat beberapa pengunjung duduk di depannya . Dan matanya terpaku pada seseorang yang dengan lincahnya memainkan shaker yang berisi racikan minuman di dalamnya .
" Cantik ... "