
PRANGGG ... PRANNNGGG
Hiro membanting semua barang yang bisa ia raih , ia sedang ada di hotel yang dia sewa tak jauh dari apartemen istrinya saat ini . Rasa kecewa sedang menguasainya , rasa kecewa pada semua yang di lihatnya dan rasa kecewa pada dirinya sendiri .
Dia berpikir seharusnya sang istri mencoba memberi penjelasan padanya , bukannya malah mengusirnya . Kerinduannya yang memuncak telah ' meledak ' menjadi sebuah kemarahan .
Dari awal dia tak suka pada dokter tampan bernama Kenichi Saito itu karena dia bisa melihat sinar kekaguman di mata dokter itu pada istrinya saat pertama kali melihatnya .
" Dasar monyet bodoh .... "
Hiro terdiam ketika suara yang sangat ia kenal itu terdengar tepat di belakangnya . Matanya memicing ketika melihat sahabatnya sudah terlihat sangat sinis melihatnya .
" Pantas saja Vallery minta kalian berpisah sementara waktu !! Ternyata ini sebabnya , kepercayaan yang kau berikan pada istrimu hanya setipis benang . Kau ingat pesan Daddy waktu itu kan ?? Anggap rentang waktu ini adalah waktu kalian untuk introspeksi diri , untuk menyelami arti kebersamaan kalian . Tapi nyatanya dua bulan ini kau hanya menabung kebencian ... bukan cinta "
" Dia mengkhianati aku !! Di saat aku mati matian merindukannya dia malah bersenang senang dengan dokter b*jingan itu !! "
BUGGHH ... BUUUGGHHH
__ADS_1
" Kaulah b*jingan itu !!! "
Dua pukulan telak mengenai rahang pria yang masih terbakar api cemburu itu .
" Aku yang mengirimnya padamu , sudah aku katakan dari awal jika kau memang tidak bisa mencintainya maka kembalikan dia dengan utuh . Dia hanya ingin menolongmu waktu itu karena dia percaya kau pantas di tolong . Bisa saja dia menolak janji satu tahun pernikahan itu dan dengan senang hati aku akan menjemputnya !! "
Hiro duduk terkulai di lantai yang penuh pecahan kaca dengan bersandar pada dinding . Dia masih sangat ingat bagaimana perjalanan cintanya dengan gadis nakalnya .
" Aku tidak akan mengatakan apapun tentang Mayleen padamu karena seharusnya kau sangat tahu bagaimana dia . Satu hal yang harus kau ingat , jangan pernah berpikir untuk bisa mendapatkannya lagi !! Penghinaan yang kau berikan padanya berarti penghinaanmu padaku . Jangankan darah .... nyawamu pun tak akan mampu lagi menyentuhnya "
" Kau pikir aku peduli !!!?? " teriak Hiro penuh amarah .
Setelah berucap seperti itu Deniel segera meninggalkan kamar hotel itu . Dia berpikir percuma bicara pada pria yang masih di kuasai emosinya .
*
Sedang di sebuah kamar luas dengan nuansa warna merah muda dua orang wanita sedang duduk di atas ranjang , satu wanita dengan perut besarnya bersandar di kepala ranjang .
__ADS_1
Setelah tahu keributan yang terjadi antara Mayleen dan Hiro , Vallery meminta suaminya untuk menjemput adik perempuannya itu ke mansion keluarga Brown . Di mansion itu Mayleen memang sudah mempunyai kamar khusus untuknya karena dulu Barnett pernah memintanya untuk tinggal bersama keluarganya .
" Kau tidak apa apa May ?? "
" Tidak Kak , tadi memang sempat menangis tapi jika dipikir pikir hubungan kami sepertinya memang sudah salah dari awalnya ! " jawab Mayleen berusaha untuk tersenyum agar wanita hamil di sisinya merasa sedikit tenang .
" Kau menyerah dengan hubungan kalian !? "
" Tidak ... tentu saja tidak . Tapi aku tidak akan pernah memaksanya untuk mencintaiku . Mungkin akan sangat sakit pada awalnya tapi May yakin bisa melewati masa masa ini . Masih banyak yang harus aku lalui kedepannya . Mungkin kisahku dengannya adalah salah satu cara yang Tuhan berikan agar aku bisa lebih bijak menyikapi hidup "
Vallery memeluk Mayleen dengan penuh rasa kasih , di usapnya lembut punggung gadis itu .
" Ternyata kau bukan gadis nakal lagi , kau sudah dewasa ... "
" Ckk aku memang sudah dewasa dari dulu , kalian yang terlalu memanjakan aku !! Heiii come on jangan menangis .... aku yang sedang tersakiti , bukan Kakak " kata Mayleen yang malah melihat Vallery mulai terisak .
" Jika aku tidak dalam keadaan seperti ini maka aku pasti akan menghajar suamimu itu !! Pria kurang ajar , otak kambing !! Bisa bisanya cemburu hanya gara gara pria lain mengikat lukamu "
__ADS_1
Mayleen tertawa ketika melihat luapan emosi dari menantu keluarga Brown itu . Dia merasa beruntung di saat seperti ini dia di kelilingi orang orang yang sangat menyayanginya . Yang membuatnya merasa tidak sendirian dalam menghadapi semua kegetiran yang dia rasakan saat ini .