Hurt

Hurt
84


__ADS_3

Astika mengerjabkan matanya seakan baru bangun dari tidur panjangnya ..Ia sangat terkejut ketika menemukan dirinya bukan berada di kamarnya dan itu tanpa menggunakan sehelai pun pakaian .


" Selamat malam Nyonya .... "


DEGGHHHH .....


Astika sekali lagi dikejutkan dengan sebuah suara yang sepertinya tidak asing di telinganya . Ya , dia melihat seorang pria muda sedang berjalan menghampirinya . Sepertinya pria itu selesai membersihkan dirinya .


" Bajingannnn ... !!! "


" Hei tenang Nyonya ! Aku bisa jelaskan semuanya .... "


Oliver mencoba diam ketika dengan hanya berbalut selimut wanita yang baru saja memberinya surga dunia itu memukuli dada bidangnya . Dia diam karena kembali menahan sesuatu yang mulai berkobar kembali ketika melihat Astika begitu seksi dengan wajah bantalnya .


" Oh God ... kenapa dia menjadi begitu seksi , aroma tubuhnya seperti sedang menarikku kembali untuk menjamahnya " batin Oliver dengan memejamkan kedua matanya .


" Aku akan keluar dari kamar ini sebentar , dan kau bisa kembali mengenakan pakaianmu honey . Jangan uji nyaliku dengan melihatmu seperti ini "


" Dasar kurang ajar !!! " pekik Astika yang kemudian melihat Oliver keluar dari kamar itu . Sepertinya pria itu benar ia harus segera mengenakan kembali pakaiannya dan segera pergi dari tempat terkutuk ini .


Setelah selesai mengenakan baju Astika segera mengambil tas dan segera berlari menuju pintu untuk segera pergi . Tapi tubuh besar pria itu menghadangnya di tengah pintu hingga dia tak bisa keluar dari kamar itu .


Dengan masih memasang badannya Oliver menutup pintu kamar menggunakan satu kakinya . Dia tak ingin jeritan Astika menarik perhatian tamu tamu lain . Kebetulan kamar hotelnya kedap suara hingga dia dan Astika leluasa untuk berbicara atau berteriak sekalipun .

__ADS_1


" Minggir b*jingan !!! " teriak Astika panik , ia mengira Oliver ingin mengulangi kejadian yang tadi mereka alami .


" Aku mohon tenang ... kita bicara sebentar !! Aku jelaskan semuanya . Aku hanya ingin bicara honey "


PLAKKKKK ... PLAKKKKK


Dua kali tamparan keras mendarat di wajah pria itu hingga kedua pipinya terlihat memerah . Dan Oliver hanya memejamkan matanya karena merasa sangat pantas untuk mendapatkannya .


" Kau boleh memukul aku sepuasnya honey , tapi ijinkan aku bicara setelahnya "


" Panggilanmu padaku membuat perutku sakit . Sopanlah pada wanita yang lebih tua darimu "


" Kau hanya tiga tahun lebih tua dariku , maaf tapi tadi kartu tanda pengenal mu jatuh di lantai kamar dan aku tidak sengaja membacanya "


" Ckk kau yang tiba tiba masuk ke kamarku honey dan aku ... "


" Cukup !!! Jangan teruskan , ok kita akan bicara tapi tidak di kamarmu dan tidak sekarang . Kita ada di hotel yang sama dan kau pasti tahu sudah melihat nomor kamarku . Dua jam lagi kita bicara di restoran hotel yang ada di lantai bawah "


" Ok deal , dan jangan coba lari dariku karena kupastikan aku mengejarmu sampai ke lubang semut sekalipun " ucap Oliver dengan menatap tajam wanita yang memandangnya dengan tatapan penuh kebencian .


" Kau yang jahat padaku kenapa kau jadi kau yang mengancamku !?? Harusnya kau senang jika aku tidak muncul lagi di depanmu "


" Kau yang telah mengambil sesuatu dariku , dan kau juga sudah mengganggu waktu istirahatku honey ... aku tak akan melepasmu apapun alasannya " ucap Oliver masih memasang badannya agar wanita itu mendengar kata katanya .

__ADS_1


" Aku tidak mengambil apapun !! Kau bisa periksa tasku jika kau mau tapi setelah itu biarkan aku pergi dari sini !! "


Oliver tiba tiba merengkuh pinggang ramping wanita di depannya dengan hanya menggunakan satu tangannya hingga tubuh keduanya tak berjarak saat ini .


Dan satu tangan yang lain menahan tengkuk Astika . Pandangan keduanya beradu , Oliver menikmati reaksi salah tingkah wanita dalam rengkuhannya . Perlahan ia membisikkan sesuatu di telinga wanita itu .


" Kau sudah mengambil sesuatu yang bisa membuatku hidup sampai saat ini . Hatiku ... kau sudah mencuri hatiku honey "


BLUSSHHHHHH.....


" Kau gila ... "


" Kau yang membuatnya .. sesuai janjiku kau boleh keluar dari kamar ini . Dan nanti dua jam lagi kita bertemu untuk membahas ini "


Dengan segera Astika keluar dari kamar Oliver , tanpa pria itu tahu ada semburat merah yang menghiasi pipi wanita itu setelah mendengar bisikannya tadi .


Biar bagaimanapun Astika adalah seorang wanita , mendengar sebuah pujian bisa membuat hatinya bergetar . Tapi tekadnya sudah bulat jika ia akan segera pergi dari tempat itu .


Besok adalah hari pernikahan mantan suaminya , Astika berencana segera kembali ke lndonesia setelah hadir di acara itu . Sepanjang jalan ia merutuki dirinya sendiri yang nekat meminum minuman keras untuk pertama kali dalam hidupnya .


Tadi ia berpikir dengan sedikit minum akan menenangkan hatinya , tapi.minuman laknat itu malah membawanya kepada masalah baru .


__ADS_1


__ADS_2