
Astika mengerjabkan matanya seakan baru bangun dari tidur panjangnya ..Ia sangat terkejut ketika menemukan dirinya bukan berada di kamarnya dan itu tanpa menggunakan sehelai pun pakaian .
" Selamat malam Nyonya .... "
DEGGHHHH .....
Astika sekali lagi dikejutkan dengan sebuah suara yang sepertinya tidak asing di telinganya . Ya , dia melihat seorang pria muda sedang berjalan menghampirinya . Sepertinya pria itu selesai membersihkan dirinya .
" Bajingannnn ... !!! "
" Hei tenang Nyonya ! Aku bisa jelaskan semuanya .... "
Oliver mencoba diam ketika dengan hanya berbalut selimut wanita yang baru saja memberinya surga dunia itu memukuli dada bidangnya . Dia diam karena kembali menahan sesuatu yang mulai berkobar kembali ketika melihat Astika begitu seksi dengan wajah bantalnya .
" Oh God ... kenapa dia menjadi begitu seksi , aroma tubuhnya seperti sedang menarikku kembali untuk menjamahnya " batin Oliver dengan memejamkan kedua matanya .
" Aku akan keluar dari kamar ini sebentar , dan kau bisa kembali mengenakan pakaianmu honey . Jangan uji nyaliku dengan melihatmu seperti ini "
" Dasar kurang ajar !!! " pekik Astika yang kemudian melihat Oliver keluar dari kamar itu . Sepertinya pria itu benar ia harus segera mengenakan kembali pakaiannya dan segera pergi dari tempat terkutuk ini .
Setelah selesai mengenakan baju Astika segera mengambil tas dan segera berlari menuju pintu untuk segera pergi . Tapi tubuh besar pria itu menghadangnya di tengah pintu hingga dia tak bisa keluar dari kamar itu .
Dengan masih memasang badannya Oliver menutup pintu kamar menggunakan satu kakinya . Dia tak ingin jeritan Astika menarik perhatian tamu tamu lain . Kebetulan kamar hotelnya kedap suara hingga dia dan Astika leluasa untuk berbicara atau berteriak sekalipun .
__ADS_1
" Minggir b*jingan !!! " teriak Astika panik , ia mengira Oliver ingin mengulangi kejadian yang tadi mereka alami .
" Aku mohon tenang ... kita bicara sebentar !! Aku jelaskan semuanya . Aku hanya ingin bicara honey "
PLAKKKKK ... PLAKKKKK
Dua kali tamparan keras mendarat di wajah pria itu hingga kedua pipinya terlihat memerah . Dan Oliver hanya memejamkan matanya karena merasa sangat pantas untuk mendapatkannya .
" Kau boleh memukul aku sepuasnya honey , tapi ijinkan aku bicara setelahnya "
" Panggilanmu padaku membuat perutku sakit . Sopanlah pada wanita yang lebih tua darimu "
" Kau hanya tiga tahun lebih tua dariku , maaf tapi tadi kartu tanda pengenal mu jatuh di lantai kamar dan aku tidak sengaja membacanya "
" Ckk kau yang tiba tiba masuk ke kamarku honey dan aku ... "
" Cukup !!! Jangan teruskan , ok kita akan bicara tapi tidak di kamarmu dan tidak sekarang . Kita ada di hotel yang sama dan kau pasti tahu sudah melihat nomor kamarku . Dua jam lagi kita bicara di restoran hotel yang ada di lantai bawah "
" Ok deal , dan jangan coba lari dariku karena kupastikan aku mengejarmu sampai ke lubang semut sekalipun " ucap Oliver dengan menatap tajam wanita yang memandangnya dengan tatapan penuh kebencian .
" Kau yang jahat padaku kenapa kau jadi kau yang mengancamku !?? Harusnya kau senang jika aku tidak muncul lagi di depanmu "
" Kau yang telah mengambil sesuatu dariku , dan kau juga sudah mengganggu waktu istirahatku honey ... aku tak akan melepasmu apapun alasannya " ucap Oliver masih memasang badannya agar wanita itu mendengar kata katanya .
__ADS_1
" Aku tidak mengambil apapun !! Kau bisa periksa tasku jika kau mau tapi setelah itu biarkan aku pergi dari sini !! "
Oliver tiba tiba merengkuh pinggang ramping wanita di depannya dengan hanya menggunakan satu tangannya hingga tubuh keduanya tak berjarak saat ini .
Dan satu tangan yang lain menahan tengkuk Astika . Pandangan keduanya beradu , Oliver menikmati reaksi salah tingkah wanita dalam rengkuhannya . Perlahan ia membisikkan sesuatu di telinga wanita itu .
" Kau sudah mengambil sesuatu yang bisa membuatku hidup sampai saat ini . Hatiku ... kau sudah mencuri hatiku honey "
BLUSSHHHHHH.....
" Kau gila ... "
" Kau yang membuatnya .. sesuai janjiku kau boleh keluar dari kamar ini . Dan nanti dua jam lagi kita bertemu untuk membahas ini "
Dengan segera Astika keluar dari kamar Oliver , tanpa pria itu tahu ada semburat merah yang menghiasi pipi wanita itu setelah mendengar bisikannya tadi .
Biar bagaimanapun Astika adalah seorang wanita , mendengar sebuah pujian bisa membuat hatinya bergetar . Tapi tekadnya sudah bulat jika ia akan segera pergi dari tempat itu .
Besok adalah hari pernikahan mantan suaminya , Astika berencana segera kembali ke lndonesia setelah hadir di acara itu . Sepanjang jalan ia merutuki dirinya sendiri yang nekat meminum minuman keras untuk pertama kali dalam hidupnya .
Tadi ia berpikir dengan sedikit minum akan menenangkan hatinya , tapi.minuman laknat itu malah membawanya kepada masalah baru .
__ADS_1