Hurt

Hurt
58


__ADS_3

" Apa yang terjadi !? Kenapa Anna tidak ada di dalam kamarnya ?? Bukankah harusnya kalian menikah sore ini !!? " bertubi tubi pertanyaan di berikan Zahid kepada kakaknya .


Dan Abbio yang masih duduk di ruang kerjanya hanya diam , dia masih fokus pada layar ponselnya .


" KAK !!!! "


" Jangan berteriak padaku Za !! Kau lihat saja isi amplop itu , kau bisa menemukan jawabannya disana "


Zahid meraih satu satunya amplop besar yang ada di atas meja Abbio .Dan dilihatnya satu persatu gambar yang ada di dalamnya .


Matanya menyipit seperti sedang memperhatikan sesuatu , setelah itu dia menghembuskan nafas kasar dengan membanting semua foto foto itu kembali ke atas meja .


" Ckk ... hanya foto seperti ini membuat kau mengusir calon istrimu ?? Yang selalu kau bilang akan menjadi calon ibu dari anak anakmu !? "


" ltu foto asli Za , tidak editan atau apapun itu !! Dia sedang bersama pria lain , mereka sama sama brengsek !!! "

__ADS_1


Zahid terlihat memijat pelipisnya , permasalahannya belum selesai . Hingga sekarang ia belum bisa menemukan Safa , dan sekarang kakaknya malah harus menghadapi masalah yang sama dengannya . Kehilangan wanita yang mereka cintai .


" Ya Tuhan , kenapa kita berdua sama sama menjadi orang bodoh Kak "


" Hanya kau Za !! "


" Ya .. ya ... kau tidak bodoh !! Lihat foto foto itu sekali lagi , gadis itu mirip sekali dengan Anna tapi itu jelas jelas bukan dia !! Foto itu memang asli tapi lihat enggelnya . Tak ada satu pun foto Anna yang menunjukkan seluruh wajahnya . Pasti hanya menunjukkan sisi wajah sebelah kanannya saja atau sebelah kirinya saja "


" Anna tak punya kembaran , aku sudah menyelidikinya . Kau pikir aku bodoh hahh !! "


" Kau membelanya karena kau pernah terjerat pesonanya , sama seperti aku ! Sampai kini pun aku masih tidak percaya jika dia sudah menipuku "


" Ckk ... ya sudah jika Kakak tidak percaya padaku , tapi aku yakin suatu saat kau akan menyesali semua ini ! Kadang cinta malah membuat kita buta , kita tidak bisa melihat betapa berartinya mereka untuk kita "


" Aku sudah membuat keputusan yang tepat "

__ADS_1


" Terserah .... aku pulang sekarang "


Setelah berbicara seperti itu Zahid segera pergi meninggalkan ruang kerja kakaknya . Sebelum mencapai mobilnya terlihat dia menelpon seseorang .


" Aku minta selidiki pasien dari Dubay yang baru baru ini ditangani oleh Dokter Qing . Aku mau biodata ataupun riwayat penyakit pasien itu segera "


" ...... "


" Aku tidak peduli , sedikit apapun kau harus bisa mendapatkan informasinya . kuberikan Bugatti Veyron milikku jika kau berhasil dengan misimu kali ini "


Zahid kembali menyimpan ponselnya ketika ia sudah selesai berbicara . Dia yakin ada seseorang yang ingin diselamatkan oleh gadisnya berkaitan dengan uang yang telah ia kirim . Mungkin dari sana ia bisa memulai pencarian gadisnya .


Semua tuduhan konyol ia buat hanya untuk menutupi perasaannya pada gadis itu . Dia tidak mau jatuh hati sebelum ia menemukan gadis masa lalunya . Andai saja kejadian itu terjadi saat ia sudah dewasa maka dengan mudah ia akan bisa mencarinya .


Waktu itu jangankan untuk mencari , Daddynya selalu memberi pengawalan ketat jika dirinya ingin sekedar keluar . Tak seperti anak lain yang bebas bermain , dia dan saudara saudaranya harus memenuhi protokol keamanan jika ada di luar rumah . Alhasil dia tidak dapat mencari gadis kecil penolongnya . Dan kini sekali lagi ia kehilangan gadis yang diam diam sudah ia cintai .

__ADS_1


Gadis itu seperti ditelan bumi , walau ia sudah kerahkan semua orang untuk mencari gadisnya tapi nyatanya sampai sekarang usaha mereka nihil.. Tak ada jejak namanya di darat , laut maupun angkutan udara .


__ADS_2