
" Schat ... "
" Lieve ..... "
Sejenak mereka saling menatap dengan penuh kerinduan , dan sejurus kemudian mereka berlari dan saling memeluk . Gabrielle terhuyung hingga mundur beberapa langkah ketika tangannya tak sengaja di hempaskan oleh mantan kekasihnya .
Hatinya terasa diremat ketika melihat betapa besarnya cinta Bryan pada istrinya , andai saja dulu ia kuat bertahan dan mampu menghadapi kenyataan hidup maka mungkin mereka masih akan bersatu .
Dia sudah menyerah bahkan sebelum mulai berjuang , dan kini ia harus merasakan yang dulu Bryan pernah rasakan yaitu kehilangan .
" Bersedih karena melihat mantan kekasihmu itu sudah menemukan cintanya Darling ?! Beraninya kau memeluknya di depanku , kau masih istriku apa kau ingat itu ?? Aku yang memandikanmu dengan uang dan kemewahan dan inikah balasannya j*lang !!? "
Gabrielle tersentak ketika mendengar suara seorang pria yang sudah sangat ia kenali . Dilihatnya pria tua yang sedang memeluk dua gadis muda disisi kanan dan kirinya . Dengan tak tahu malunya pria itu meremas b*kong wanita wanita itu hingga mereka menjerit manja .
" Hubby ... " lirih Gabrielle dengan wajah penuh ketakutan .
" Perlu aku seret untuk kembali ke kamar hotel ?! Malam ini kita berempat akan berpesta Darling "
" Berpestalah , aku akan menunggumu di lobi hotel saja . Aku tidak ingin menganggu acara kalian " kata Gabrielle yang sudah terlalu jijik dengan tingkah suaminya . Entah apa yang ada di pikiran pria tua itu hingga hampir setiap malam ia di paksa melihat pria itu bercinta dengan wanita selain dirinya .
__ADS_1
" Akhhhhhh ... " pekik Gabrielle ketika pria tua itu menarik kasar salah satu tangannya dan kemudian menyeretnya untuk mengikuti langkahnya . Dua gadis itu juga ikut berdiri di belakangnya hingga perlakuan kasar itu tidak menjadi perhatian orang sekitarnya .
" Malam ini aku yang akan melihatmu berteriak darling , kurasa kami tidak akan keberatan menemanimu sampai pagi " kata pria itu sambil tersenyum smirk dengan menatap dua wanita disampingnya .
Gabrielle menengok ke belakang berharap.kekasihnya masih berdiri di sana dan akan menolongnya . Tapi harapannya sia sia karena dia tak menemukan siapapun di sana .
" Bry ... tolong " jeritnya dalam hati .
Sementara itu Bryan dan Rose sudah kembali ke hotelnya setelah berterima kasih dan berbincang sejenak dengan Rita Adipraja . Mereka saling memeluk kembali setelah masuk di dalam kamar .
Bryan mencium setiap inchi wajah istrinya dengan penuh kerinduan .
" Aku mengerti ... Apa dia wanita dalam bingkai foto itu ?? "
" Lieve ... "
Ternyata istrinya masih mengingat itu ketika dia sama sekali tak ingat keberadaan mantan kekasihnya itu lagi . Tadi dia langsung berlari memeluk istrinya tanpa menoleh ke belakang lagi hingga dia tak lagi berpikir tentang wanita itu .
" Kau sudah makan ?! "
__ADS_1
" Jawab pertanyaanku dulu Schat ... sampai sekarang kau belum memenuhi janjimu dulu untuk bercerita tentang dia padaku . Kau tak tahu betapa aku harus menahan diri untuk tidak menjambak rambutnya atau memukul wajahnya yang dibuat begitu memelas tadi "
Bryan terkekeh dan meraih tubuh istrinya agar duduk di pangkuannya . Bukannya bercerita ia malah meraup bibir kemerahan yang ada tepat di depannya . Rose hanya menikmati alur yang di ciptakan suaminya karena diapun sangat merindukannya .
Dan mereka melepaskan tautan bibir mereka ketika nafas mereka sudah sama sama tersengal . Walau sangat rindu tapi Bryan tak akan meminta haknya kali ini karena ingin membiarkan istrinya istirahat . Lagipula sepertinya banyak yang harus mereka bicarakan .
" Masih ingin mendengar ceritaku ?? "
" Tentu ... akan aku dengar walau kau bercerita sampai pagi Schat " sahut Rose bersemangat .
Bryan mengecup pucuk hidung istrinya sebelum memulai ceritanya .
" Kami berteman sejak kecil karena rumah kami dulu bersebelahan . Kedua orang tua kami juga bersahabat , dan itu tak berubah walau ayahku meninggal saat aku masih kecil . lbuku menikah lagi dan hubunganku dengan ayah tiriku kurang baik , entah tapi aku tidak suka padanya ! Suatu saat ayah Brielle di tangkap polisi karena melakukan penggelapan uang , semua asetnya ditahan !Sehingga ibunya depresi karena tidak kuat untuk hidup susah . Tanpa sepengetahuanku ayah tiriku dan Brielle berhubungan gelap dan ketika semua terungkap ibuku jatuh sakit . Tak lama setelah itu beliau meninggal dan tuan besar mengangkat aku sebagai anak asuhnya . Dan sejak itu aku mengabdikan diriku untuk keluarga Al Shamma ... selesai "
Bryan terkekeh ketika melihat sang istri sudah terlelap di pelukannya , direngkuhnya tubuh mungil itu ke dalam pelukannya . Tak lama setelah itu diapun tertidur dengan senyum yang mengembang .
Dia bersyukur memiliki.istri yang bisa mengerti dirinya , padahal tadi dia sempat khawatir ketika Rose melihatnya dipeluk oleh wanita lain . Bryan sudah membayangkan salah paham yang akan kembali memisahkan mereka .
Tidak salah pilihannya ... walau terlihat sederhana tapi istrinya adalah wanita yang luar biasa . Dsn dia akan melakukan apapun agar wanita dalam pelukannya itu bahagia .
__ADS_1