Hurt

Hurt
109


__ADS_3

" Ini kamarmu sayang !? " tanya Abbio pada istrinya yang sedang sibuk mengeringkan rambutnya . Anna baru saja mandi karena merasa sangat gerah setelah berbincang dengan keluarga besarnya setelah pernikahannya tadi .


" Bisa iya ... bisa tidak ! Dulu kamar ini tidak sebesar ini Nona Violetta yang merenovasi rumah menjadi semegah ini . Aku banyak berutang budi padanya "


" Sekarang kau dan keluargamu adalah bagian dari keluarga kami , jadi jangan pernah merasa sungkan lagi sayang "


Abbio melangkah menuju istrinya yang sedang duduk di depan meja riasnya , dan mencium pucuk kepalanya ketika sudah berdiri tepat di belakangnya .


" Butuh bantuan sayang ??! Aku bisa jika hanya mengeringkan rambut "


" Kak Abbio mandi saja , tapi jangan terkejut jika kamar mandinya tidak sebesar di mansion "


" Ckk dimanapun kamu berada aku akan nyaman di dalamnya . Sekarang kau adalah rumahku sayang . Ya sudah aku mandi dulu ! Dan jangan turun dulu sebelum aku selesai mandi "


" Tapi enggak enak Kak sama keluarga kita , banyak yang masih ada di bawah " kata Anna dengan rona merah di wajahnya , dia tahu benar arah pembicaraan suaminya .


" Mereka tahu kita adalah pengantin baru , sangat wajar jika kita butuh lebih banyak waktu untuk berdua "


Anna menutup kedua matanya ketika pria yang baru saja sah menjadi suaminya itu tanpa malu melucuti pakaiannya tanpa sisa di belakangnya .


" Kak !!!! Kan bisa lepas bajunya di kamar mandi .... malu ihhh !! "

__ADS_1


" Kamu sendiri yang bicara jika kamar mandinya sempit . Lagipula kenapa harus malu ?? Cepat atau lambat ... ah tidak maksudku secepatnya kau akan melihat diriku seutuhnya "


" Sempit kan bukan berarti nggak bisa lepas baju disana " gerutu Anna dengan masih memejamkan matanya .


Tanpa mengulur waktu Abbio segera pergi membersihkan dirinya , malam ini sudah menjadi impiannya bahkan sejak ia mengenal gadisnya . Dia ingin menjadikan gadis cantik itu sebagai belahan jiwanya .


Selesai mandi dengan hanya melingkarkan handuknya sebatas pinggang Abbio segera keluar , dan yang ia lihat malah Anna sudah terlelap di ranjangnya .


" Kok tidur sih sayang .... " lirih Abbio menciumi pelan pipi istrinya gemas , dia menahan hasratnya karena tahu wanitanya terlalu lelah . Setelah menggunakan bawahannya ia merebahkan dirinya disamping sang istri .


Direngkuhnya tubuh mungil itu ke dalam pelukannya , dia juga ingin memejamkan matanya untuk istirahat disamping istrinya . Tapi dahinya mengernyit ketika mendengar suara suara aneh yang semakin lama semakin jelas terdengar .


Dia ingat pihak keluarga Anna khusus menyiapkan kamar untuk Zahid dan istrinya karena menurut mereka kondisi Zahid yang masih berjalan dengan tongkatnya membutuhkan istirahat yang banyak .


Dia pun heran dengan adiknya yang notabene adalah seorang pria pendiam , tapi akan menjadi pria mesum jika berada disamping Safa istrinya .


*


Bryan dan Rose segera undur diri kembali ke hotel setelah acara pernikahan itu selesai . Mereka menyewa dua kamar berbeda yang bersebelahan agar Bryan lebih mudah mengawasi gadisnya .


" Lieve ... kau lapar ?? Sepertinya ini sudah waktunya makan malam . Apa kita ke restoran bawah dulu sebelum kita masuk ke kamar !? "

__ADS_1


Sejak mengklaim gadis manis di sebelahnya menjadi pacarnya Bryan mempunyai panggilan baru untuk gadisnya . Dia ingin hubungan mereka terlihat istimewa dan mesra seperti pasangan pasangan lainnya .


". Tapi badanku gerah ... aku ingin mandi dulu Tu ... eh Kak Bryan "


Bryan mendengus ketika suara Rose masih saja terdengar formal jika sedang berbicara dengannya . Walau sudah ber ' aku kamu ' tapi gadis itu tetap saja kaku .


" Tak adakah panggilan sayangmu padaku Lieve ?? "


" Ehmmm ... aku takut jika panggilan sayangku terdengar aneh untukmu "


" Aku akan senang dengan apapun panggilanmu padaku . Kau ingin memanggilku kucing manis ? Harimau imut ? Atau darling mungkin !? "


Rose tertawa mendengar panggilan yang terdengar lucu di telinganya itu . Bryan selalu saja berhasil membuatnya tertawa dengan gurauan gurauan ringannya .


" Schat ... jika kau memanggilku dengan Lieve maka aku akan memanggilmu Schat . Apa boleh !? "


" Tentu saja .... tentu saja boleh !! Ya Tuhan aku sangat mencintaimu Lieve ! Kau membuatku ingin menciummu sekarang juga !! "


" Aku terlalu lapar untuk menjawab pernyataan cintamu ... "


" Ok kita makan dulu tapi setelah itu aku akan menagih janjimu , kau harus menjawab pernyataan cintaku padamu ... dan itu harus terdengar baik untukku " ujar Bryan sambil menggandeng tangan gadisnya untuk kembali turun menuju restoran yang ada di lantai bawah .

__ADS_1


" Jika makanannya enak mungkin jawabanku akan terdengar sangat baik Schat ! "


__ADS_2