
" Ini kamarmu sayang !? " tanya Abbio pada istrinya yang sedang sibuk mengeringkan rambutnya . Anna baru saja mandi karena merasa sangat gerah setelah berbincang dengan keluarga besarnya setelah pernikahannya tadi .
" Bisa iya ... bisa tidak ! Dulu kamar ini tidak sebesar ini Nona Violetta yang merenovasi rumah menjadi semegah ini . Aku banyak berutang budi padanya "
" Sekarang kau dan keluargamu adalah bagian dari keluarga kami , jadi jangan pernah merasa sungkan lagi sayang "
Abbio melangkah menuju istrinya yang sedang duduk di depan meja riasnya , dan mencium pucuk kepalanya ketika sudah berdiri tepat di belakangnya .
" Butuh bantuan sayang ??! Aku bisa jika hanya mengeringkan rambut "
" Kak Abbio mandi saja , tapi jangan terkejut jika kamar mandinya tidak sebesar di mansion "
" Ckk dimanapun kamu berada aku akan nyaman di dalamnya . Sekarang kau adalah rumahku sayang . Ya sudah aku mandi dulu ! Dan jangan turun dulu sebelum aku selesai mandi "
" Tapi enggak enak Kak sama keluarga kita , banyak yang masih ada di bawah " kata Anna dengan rona merah di wajahnya , dia tahu benar arah pembicaraan suaminya .
" Mereka tahu kita adalah pengantin baru , sangat wajar jika kita butuh lebih banyak waktu untuk berdua "
Anna menutup kedua matanya ketika pria yang baru saja sah menjadi suaminya itu tanpa malu melucuti pakaiannya tanpa sisa di belakangnya .
" Kak !!!! Kan bisa lepas bajunya di kamar mandi .... malu ihhh !! "
__ADS_1
" Kamu sendiri yang bicara jika kamar mandinya sempit . Lagipula kenapa harus malu ?? Cepat atau lambat ... ah tidak maksudku secepatnya kau akan melihat diriku seutuhnya "
" Sempit kan bukan berarti nggak bisa lepas baju disana " gerutu Anna dengan masih memejamkan matanya .
Tanpa mengulur waktu Abbio segera pergi membersihkan dirinya , malam ini sudah menjadi impiannya bahkan sejak ia mengenal gadisnya . Dia ingin menjadikan gadis cantik itu sebagai belahan jiwanya .
Selesai mandi dengan hanya melingkarkan handuknya sebatas pinggang Abbio segera keluar , dan yang ia lihat malah Anna sudah terlelap di ranjangnya .
" Kok tidur sih sayang .... " lirih Abbio menciumi pelan pipi istrinya gemas , dia menahan hasratnya karena tahu wanitanya terlalu lelah . Setelah menggunakan bawahannya ia merebahkan dirinya disamping sang istri .
Direngkuhnya tubuh mungil itu ke dalam pelukannya , dia juga ingin memejamkan matanya untuk istirahat disamping istrinya . Tapi dahinya mengernyit ketika mendengar suara suara aneh yang semakin lama semakin jelas terdengar .
Dia ingat pihak keluarga Anna khusus menyiapkan kamar untuk Zahid dan istrinya karena menurut mereka kondisi Zahid yang masih berjalan dengan tongkatnya membutuhkan istirahat yang banyak .
Dia pun heran dengan adiknya yang notabene adalah seorang pria pendiam , tapi akan menjadi pria mesum jika berada disamping Safa istrinya .
*
Bryan dan Rose segera undur diri kembali ke hotel setelah acara pernikahan itu selesai . Mereka menyewa dua kamar berbeda yang bersebelahan agar Bryan lebih mudah mengawasi gadisnya .
" Lieve ... kau lapar ?? Sepertinya ini sudah waktunya makan malam . Apa kita ke restoran bawah dulu sebelum kita masuk ke kamar !? "
__ADS_1
Sejak mengklaim gadis manis di sebelahnya menjadi pacarnya Bryan mempunyai panggilan baru untuk gadisnya . Dia ingin hubungan mereka terlihat istimewa dan mesra seperti pasangan pasangan lainnya .
". Tapi badanku gerah ... aku ingin mandi dulu Tu ... eh Kak Bryan "
Bryan mendengus ketika suara Rose masih saja terdengar formal jika sedang berbicara dengannya . Walau sudah ber ' aku kamu ' tapi gadis itu tetap saja kaku .
" Tak adakah panggilan sayangmu padaku Lieve ?? "
" Ehmmm ... aku takut jika panggilan sayangku terdengar aneh untukmu "
" Aku akan senang dengan apapun panggilanmu padaku . Kau ingin memanggilku kucing manis ? Harimau imut ? Atau darling mungkin !? "
Rose tertawa mendengar panggilan yang terdengar lucu di telinganya itu . Bryan selalu saja berhasil membuatnya tertawa dengan gurauan gurauan ringannya .
" Schat ... jika kau memanggilku dengan Lieve maka aku akan memanggilmu Schat . Apa boleh !? "
" Tentu saja .... tentu saja boleh !! Ya Tuhan aku sangat mencintaimu Lieve ! Kau membuatku ingin menciummu sekarang juga !! "
" Aku terlalu lapar untuk menjawab pernyataan cintamu ... "
" Ok kita makan dulu tapi setelah itu aku akan menagih janjimu , kau harus menjawab pernyataan cintaku padamu ... dan itu harus terdengar baik untukku " ujar Bryan sambil menggandeng tangan gadisnya untuk kembali turun menuju restoran yang ada di lantai bawah .
__ADS_1
" Jika makanannya enak mungkin jawabanku akan terdengar sangat baik Schat ! "