Hurt

Hurt
B Chapt 42


__ADS_3

" Butuh bantuan untuk membuka bajumu Nyonya Yoshida !? " tanya Hiro yang melihat Mayleen masih menutup matanya .


Pria itu tahu butuh waktu panjang untuk membuat hubungan mereka semakin dekat . Dia juga belum tahu apakan Mayleen punya sebuah rasa padanya atau tidak . Dia tak akan memaksakan apapun pada wanita yang sudah menjadi pendamping hidupnya itu .


" Apa masalahnya jika aku membuka bajumu ?? Toh kau sudah mengira jika aku tidak bernafsu pada tubuh perempuan !! "


" Itu tidak lucu ... " gerutu Mayleen .


Mayleen sudah curiga Hiro pria normal ketika ia duduk untuk pertama kalinya di pangkuan suaminya . Ada sesuatu di bawah sana yang mengeras dan dia juga bisa merasakan deru nafas tak beraturan jika pria itu ada di dekatnya .


" Kau bisa buka baju dan berendam di air yang sudah aku siapkan ! Aku tidak sedang melihatmu sekarang "


Beberapa saat kemudian ia mendengar gemericik air shower , pipinya memerah saat membuka mata makhluk indah itu terlihat sedang membersihkan dirinya . Pahatan pahatan itu tetap sempurna walaupun terlihat dari belakang .


" Ya Tuhan ... otakku !! " batin Mayleen , ia langsung membalikkan badan agar tidak tergoda dengan setan tampan di depannya .


Dengan cepat ia lucuti pakaiannya dan segera berendam di bathup . Mayleen hanya setengah memejamkan matanya karena jujur saja merasa sayang untuk melewatkan pandangannya pada setan tampan yang sedang mandi itu .


Pria itu tampak menyambar handuk dan berjalan ke arahnya , Mayleen spontan menenggelamkan seluruh tubuhnya hingga hanya terlihat kepalanya . Matanya terpejam agar pria itu tidak tahu jika dia sudah melihat tubuh sempurna itu sedang mandi .


" Kau berhutang satu hal padaku sayang ... "

__ADS_1


" Ckk aku tidak pernah merasa pinjam uang padamu !! "


" Kau sudah melihat tubuhku sayang !!! Suatu saat aku pasti akan membuat skor kita sama . Aku akan bertemu dengan ibu sebentar , dan kau jangan terlalu lama berendam . Setelah ini beristirahatlah ... "


" Dasar mesum !! Aku tidak melihat apapun jadi aku tidak berhutang apapun padamu .. "


" Kau tidak pandai berbohong sayang "


CUPPP ...


Mayleen membuka matanya ketika merasakan benda kenyal menempel di keningnya , suaminya sudah mengecup keningnya . Dengan masih mengenakan handuk pria itu duduk di pinggiran bathup .


" Aku tidak bisa melihatnya sayang ... mungkin aku terlalu banyak menaruh sabunnya . Aku sudah menghubungi dan memberi tahu pihak kampus jika kau sedang sakit . Jadi untuk dua hari ini kau bisa off , aku harap waktu dua hari ini kau bisa beristirahat total "


" lya .... "


" Gadis pintar ... "


Setelah sekali lagi mengecup kening istrinya kemudian Hiro keluar dari kamar mandi . Dan Mayleen akhirnya bisa bernafas dengan lega , berdua di kamar mandi dengan keadaan polos seperti ini membuat otaknya travelling pada hal yang iya iya .


Dia kembali teringat pada pertempurannya dengan tujuh orang yang ternyata adalah pengawal pribadi suaminya . Dari awal dia sudah menduga jika salah satu dari mereka adalah Nakamoto , dia tahu jika di balik semua ini mungkin ada nama mertuanya .

__ADS_1


Jika berniat menculik mereka bisa membawanya dengan cara yang lebih kasar , tapi tujuh pengawal itu hanya ingin mencoba sejauh apa dia bisa mempertahankan dirinya .


Awalnya dia mencoba berpikiran positif , mungkin pertempuran seperti ini memang harus dilalui oleh setiap istri seorang pemimpin di klan gangster ini . Apalagi suaminya adalah pimpinan tertinggi klan Yoshida .


*


Setelah mengganti bajunya Hiro segera keluar kamar , dia ingin pergi untuk berbicara dengan ibunya . Tapi langkahnya terhenti ketika seorang tetua yang sudah ia anggap sebagai seorang ayah menghadang jalannya . Pria itu bernama Kenjiro .


" Paman ingin berbicara sebentar padamu Nak , aku tahu kau pasti ingin pergi ke kamar ibumu ... "


" Paman Kenji , tapi aku ingin bicara hal penting dengan ibu "


" Dengarkan paman dulu agar kau tidak salah paham dengan ibumu "


Akihiro akhirnya menurut , ia mengikuti langkah pria tua itu ke halaman samping dan duduk disana .


" Kali ini ibu sudah keterlaluan Paman , jangan bela dia "


Pria bernama Kenjiro itu hanya tertawa , sangat wajar jika Hiro marah pada ibunya setelah melihat istrinya sempat terluka .


" Nanami melakukan ini semua untuk mempertahankan gadis itu disisimu ... "

__ADS_1


__ADS_2