
" lni tempatnya ?? "
Hiro mengangguk dan tersenyum , malam ini dia membawa istrinya ke penthouse yang dia miliki di pinggiran kota . Dulu dia sengaja membeli unit apartemen mewah ini karena ia suka dengan suasananya yang jauh dari keramaian .
Dia sudah menyiapkan makan malam di ruang makan penthousenya yang hanya berdinding kaca hingga bisa melihat langit malam atau suasana di luar sana . Seorang pelayan tampak masih mengatur meja makan mereka .
" lni apartemen milikmu ??? "
" Milik kita sayang , apapun milikku sudah menjadi milikmu "
" Apa kau sering menginap di tempat ini ?! "
" Hanya kadang kadang , tapi sepertinya aku tidak akan pernah menginap di sini lagi "
" Kenapa ?? lni tempat yang indah "
" Sekarang aku punya kau yang selalu menungguku di rumah , kau hal terindah untukku "
" Gombal !!! "
Hiro menarik sebuah kursi agar sang istri bisa segera duduk , tatapannya tak bisa teralih pada gadis yang terlihat berbinar ketika melihat semua yang terhidang untuknya .
__ADS_1
Pelayan yang sudah selesai mengatur meja segera pergi setelah membungkuk memberi hormat pada dua orang yang baru saja datang itu .
" Boleh aku makan sekarang ?? Steak ini kelihatannya sangat enak "
" Semua untukmu , perlu aku suapi Nyonya ? Kurasa akan romantis jika kita saling menyuapi "
" Ckk ... kelamaan !! Aku sudah sangat lapar " ujar Mayleen yang langsung mengiris steak yang ada di depannya .
Hiro tertawa kecil ketika melihat gadisnya sudah menyantap dengan lahap makanan yang tersaji di depannya . Dia dan Mayleen ternyata mempunyai satu sisi yang sama , mereka berdua sama sama tidak bisa menciptakan suasana yang romantis .
Selesai makan sesuai permintaan istrinya Hiro menggiring Mayleen untuk pergi ke ruang teater mini yang ada di penthousenya untuk menonton film . Mereka kemudian duduk di sebuah sofa lebar yang bahkan bisa untuk tidur dua orang sekaligus .
" Kau suka film apa ? "
" As you wish sayang "
Setelah menyiapkan filmnya Hiro segera duduk dengan memeluk gadisnya . Senyumnya melebar ketika melihat Mayleen yang selalu tertawa ketika film animasi itu menyuguhkan adegan adegan yang lucu .
Sudah setengah jam film yang ia tonton berlalu , Mayleen tertawa ketika pria yang masih merengkuhnya itu sudah memejamkan matanya . Mungkin suaminya ketiduran karena memang sudah sangat lelah .
Dengan sangat lembut ia menyentuh mata hidung dan bibir suaminya dengan ujung ujung jarinya . Dia bahagia bisa berada di sisi pria yang mati matian mencoba untuk mengerti dirinya .
__ADS_1
" Hai suami apa kau tahu ? Aku bisa merasakan cintamu ! Tapi semakin aku merasakannya semakin aku takut untuk melihat perasaanku sendiri padamu .... " bisik May dengan suara yang hampir tak terdengar karena suara film yang masih terputar .
" Kau terlalu tinggi untuk ku jangkau , aku tahu suatu saat aku tidak akan bisa meraihmu lagi . Ibu pernah bilang padaku jika hanya wanita yang berbobot yang pantas di sampingmu ... jika suatu saat kau sudah menemukannya apa kau akan melepaskan aku !?? "
" TIDAK .... "
Mayleen berjingkat kaget ketika pria yang masih erat merengkuhnya itu tiba tiba membuka mata dan kini menatapnya tajam . Satu tangan pria itu sudah menggenggam erat tangannya .
" Aku tak ingin kau bicara seperti itu lagi , kau istriku dan selamanya akan tetap seperti itu . Kau adalah nyawaku , aku tidak akan bisa hidup tanpamu "
Hiro mengangkat tubuh istrinya ke pangkuannya hingga kini mereka saling berhadapan . Dan entah siapa yang memulai tapi bibir mereka sudah terpaut .
May hanya terdiam ketika perlahan Hiro menurunkan resleting gaun yang ada di bagian belakang tubuhnya . Tangan hangat itu mulai membelai dengan lembut kulit punggungnya .
Nafas May semakin tersengal ketika dengan liarnya lidah sang suami bermain di bibir dan mulutnya .
" Breathe sayang .... " bisik Hiro walau iapun merasa sudah kehabisan nafasnya karena terlalu bersemangat bertukar saliva dengan gadisnya .
" Hentikan aku ... "
May memejamkan matanya ketika suaminya bangkit dan membopong tubuhnya untuk di bawa ke kamarnya . Wajahnya sudah memerah karena tahu apa yang akan selanjutnya di lakukan oleh suaminya .
__ADS_1
Sampai di kamarnya yang bernuansa putih , Hiro merebahkan tubuh istrinya dengan tubuhnya yang berada tepat di atasnya .
" Apa aku boleh mengambilnya sekarang !!? "