Hurt

Hurt
B Chapt 48


__ADS_3

" lni tempatnya ?? "


Hiro mengangguk dan tersenyum , malam ini dia membawa istrinya ke penthouse yang dia miliki di pinggiran kota . Dulu dia sengaja membeli unit apartemen mewah ini karena ia suka dengan suasananya yang jauh dari keramaian .


Dia sudah menyiapkan makan malam di ruang makan penthousenya yang hanya berdinding kaca hingga bisa melihat langit malam atau suasana di luar sana . Seorang pelayan tampak masih mengatur meja makan mereka .


" lni apartemen milikmu ??? "


" Milik kita sayang , apapun milikku sudah menjadi milikmu "


" Apa kau sering menginap di tempat ini ?! "


" Hanya kadang kadang , tapi sepertinya aku tidak akan pernah menginap di sini lagi "


" Kenapa ?? lni tempat yang indah "


" Sekarang aku punya kau yang selalu menungguku di rumah , kau hal terindah untukku "


" Gombal !!! "


Hiro menarik sebuah kursi agar sang istri bisa segera duduk , tatapannya tak bisa teralih pada gadis yang terlihat berbinar ketika melihat semua yang terhidang untuknya .

__ADS_1


Pelayan yang sudah selesai mengatur meja segera pergi setelah membungkuk memberi hormat pada dua orang yang baru saja datang itu .


" Boleh aku makan sekarang ?? Steak ini kelihatannya sangat enak "


" Semua untukmu , perlu aku suapi Nyonya ? Kurasa akan romantis jika kita saling menyuapi "


" Ckk ... kelamaan !! Aku sudah sangat lapar " ujar Mayleen yang langsung mengiris steak yang ada di depannya .


Hiro tertawa kecil ketika melihat gadisnya sudah menyantap dengan lahap makanan yang tersaji di depannya . Dia dan Mayleen ternyata mempunyai satu sisi yang sama , mereka berdua sama sama tidak bisa menciptakan suasana yang romantis .


Selesai makan sesuai permintaan istrinya Hiro menggiring Mayleen untuk pergi ke ruang teater mini yang ada di penthousenya untuk menonton film . Mereka kemudian duduk di sebuah sofa lebar yang bahkan bisa untuk tidur dua orang sekaligus .


" Kau suka film apa ? "


" As you wish sayang "


Setelah menyiapkan filmnya Hiro segera duduk dengan memeluk gadisnya . Senyumnya melebar ketika melihat Mayleen yang selalu tertawa ketika film animasi itu menyuguhkan adegan adegan yang lucu .


Sudah setengah jam film yang ia tonton berlalu , Mayleen tertawa ketika pria yang masih merengkuhnya itu sudah memejamkan matanya . Mungkin suaminya ketiduran karena memang sudah sangat lelah .


Dengan sangat lembut ia menyentuh mata hidung dan bibir suaminya dengan ujung ujung jarinya . Dia bahagia bisa berada di sisi pria yang mati matian mencoba untuk mengerti dirinya .

__ADS_1


" Hai suami apa kau tahu ? Aku bisa merasakan cintamu ! Tapi semakin aku merasakannya semakin aku takut untuk melihat perasaanku sendiri padamu .... " bisik May dengan suara yang hampir tak terdengar karena suara film yang masih terputar .


" Kau terlalu tinggi untuk ku jangkau , aku tahu suatu saat aku tidak akan bisa meraihmu lagi . Ibu pernah bilang padaku jika hanya wanita yang berbobot yang pantas di sampingmu ... jika suatu saat kau sudah menemukannya apa kau akan melepaskan aku !?? "


" TIDAK .... "


Mayleen berjingkat kaget ketika pria yang masih erat merengkuhnya itu tiba tiba membuka mata dan kini menatapnya tajam . Satu tangan pria itu sudah menggenggam erat tangannya .


" Aku tak ingin kau bicara seperti itu lagi , kau istriku dan selamanya akan tetap seperti itu . Kau adalah nyawaku , aku tidak akan bisa hidup tanpamu "


Hiro mengangkat tubuh istrinya ke pangkuannya hingga kini mereka saling berhadapan . Dan entah siapa yang memulai tapi bibir mereka sudah terpaut .


May hanya terdiam ketika perlahan Hiro menurunkan resleting gaun yang ada di bagian belakang tubuhnya . Tangan hangat itu mulai membelai dengan lembut kulit punggungnya .


Nafas May semakin tersengal ketika dengan liarnya lidah sang suami bermain di bibir dan mulutnya .


" Breathe sayang .... " bisik Hiro walau iapun merasa sudah kehabisan nafasnya karena terlalu bersemangat bertukar saliva dengan gadisnya .


" Hentikan aku ... "


May memejamkan matanya ketika suaminya bangkit dan membopong tubuhnya untuk di bawa ke kamarnya . Wajahnya sudah memerah karena tahu apa yang akan selanjutnya di lakukan oleh suaminya .

__ADS_1


Sampai di kamarnya yang bernuansa putih , Hiro merebahkan tubuh istrinya dengan tubuhnya yang berada tepat di atasnya .


" Apa aku boleh mengambilnya sekarang !!? "


__ADS_2