
Sudah 1 bulan Lova menempati rumah mewah milik Namjoon, mereka tinggal berdua saja. Hanya ada maid yang bekerja di siang hari untuk membersihkan rumah yang tidak mungkin Lova kerjakan sendiri.
Tidak ada yang berubah diantara mereka, keduanya masih dengan kehidupan masing-masing, bahkan setelah pindah Lova dan Namjoon memutuskan untuk menempati kamar yang berbeda, artinya mereka tidur terpisah.
Bahkan tak jarang Namjoon tidak pulang ke rumah hanya untuk menemani Nesya kekasihnya.
Lova tidak pernah bertanya Namjoon kemana karena dia sudah tau jawabanya. Dia enggan bertanya karna memang tidak seharusnya dia mencampuri urusan suaminya itu.
Lova tentunya tidak lupa akan kesepakatan yang dibuat oleh suaminya. Dia tidak ingin mencari masalah dan tidak ingin terlalu pusing memikirkanya.
Walau jauh di lubuk hatinya dia merasakan sakit tatkala selalu di tinggal sendiri dan tidak pernah dianggap sebagai istri sama sekali.
Wanita mana yang tak sakit hati suaminya lebih memilih tinggal bersama kekasihnya dibanding dengan dirinya yang jelas-jelas sudah sah menjadi istri dimata hukum.
Lova selalu menyibukan dirinya dengan menulis naskah dan pekerjaan lainya supaya dia tidak terlalu ingat akan pahitnya hidup menjadi seorang istri bayangan yang tak pernah di anggap oleh suaminya.
Sore ini Namjoon baru saja kembali dari kantornya.
Dia berjalan menaiki tangga menuju kamar yang di tempati oleh istri bayanganya itu.
Namjoon beberapa kali mengetuk pintu kamar Lova namun tidak ada jawaban.
Namjoon membuka knop pintu tidak terkunci dan memberanikan diri untuk masuk ke kamar Lova yang sebelumnya belum pernah di masukinya.
Yahh selama tinggal bersama, Namjoon tidak pernah masuk ke kamar Lova.
Dan sekarang dirinya berada di dalam kamar wanita yang berstatus istrinya itu.
Pandanganya beredar mengitari setiap sudut kamar sang istri, sangat rapih dan menarik.
Jika biasanya kamar seorang wanita selalu penuh dengan hiasan dan pakaian mewah, berbeda dengan Lova. Hampir di setiap sudut kamarnya terdapat banyak buku-buku yang tersusun rapih di atas lemari buku. pandangan itu cukup membuat Namjoon tertarik dan juga terheran mengapa ada wanita seperti istrinya?
Pandanganya juga terhenti melihat sebuah meja yang sering di gunakan Lova saat menulis naskahnya.
Namjoon menghampiri meja dengan Laptop terpampang di atasnya.
Laptop itu terbuka dan menampilkan sebuah tulisan.
__ADS_1
Namjoon dapat membaca tulisan itu dengan jelas " Cinta Dalam Hati" Sebuah karya yang di ciptakan oleh istrinya.
Saat ingin membacanya tiba-tiba dirinya dikagetkan dengan suara pintu kamar mandi yang terbuka.
Namjoon menoleh dan seketika matanya seolah tersihir dia terpana tatkala melihat Lova yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang cukup pendek.
Namjoon bisa melihat dengan jelas kulit putih mulus dan lekukan tubuh istrinya sungguh sangat indah.
Meskipun tidak sesexy Nesya kekasihnya namun Namjoon mengakui bahwa Lova memili bentuk badan yang sangat ideal, tinggi badan yang pas dengan kaki jenjangnya, tidak terlalu gemuk dan juga tidak terlalu kurus, sangat pas dimata Namjoon. Dan bisa di bilang Lova menjadi tipe wanita yang selama ini Namjoon inginkan.
Lova juga sangat terkejut mendapati seorang pria yang tak lain adalah suaminya berada di dalam kamarnya.
Hampir saja Lova berteriak dan melempari Namjoon dengan benda apapun yang ada di dekatnya.
Namun dia sadar bahwa saat ini yang berdiri di hadapanya adalah suaminya sendiri.
Lova berbalik dan kembali ke dalam kamar mamdinya.
"A ada apa kau kemari? " Tanya Lova dari dalam kamar mandi.
Lova berusaha mengontrol hatinya.
" Ma maafkan aku, aku sudah ketuk pintu namun tidak ada jawaban, maaf aku lancang masuk ke kamarmu".
" Ada apa? Katakanlah? Apa ada sesuatu?" Tanya Lova mencoba bersikap tenang.
"Aku ingin berbicara denganmu, bisakah kau keluar sebentar?" Pinta Namjoon.
" Aku tidak bisa keluar dengan keadaan seperti ini, bajuku masih di lemari" Jawab Lova.
"Baiklah, akan kubantu ambilkan, pakain mana yang ingin kau kenakan?" Tanya namjoon
"Yang mana saja, yang penting bisa aku pakai untuk menutupi diriku!".
".. Dan.. Mmmm dalaman juga" Lova ragu untuk mengatakanya. Bagaimana bisa dia menyuruh Namjoon mengambil pakaian dalamnya?
Namjoon pun bergegas menuju lemari dan mengambil baju Lova dengan asal, Namjoon mengambil dres berwarna ungu, dalaman berwarna ungu karna memang kebanyakan pakaian Lova berwarna ungu.
__ADS_1
Namjoon memberikanya kepada Lova yang masih berada di dalam kamar mandi.
Tak lama Lova pun keluar sudah memakai pakaian lengkapnya.
Dengan rasa malu Lova menghampiri Namjoon yang sudah menunggunya.
Perasaan canggung menghampirinya.
" Terimaksih sudah mengambilkan pakaianku" Ucap Lova dan hanya dibalas anggukan oleh Namjoon.
"Ada apa? " Tanya Lova
"Begini Va, besok klien ku mengundang kita untuk datang ke pesta perayaan keberhasilan perusahaanya, semua rekan bisnisnya datang bersama istrinya juga, bisakah besok kau menemaniku datang ke pesta klien ku?" Tanya Namjoon. Lova terdiam belum memberikan jawaban.
" Apa kau ada waktu? Apa kau sibuk?" Tanya Namjoon lagi.
"Tidak..baiklah aku akan menemanimu. Jam berapa acaranya? " Jawab Lova sedikit tersenyum.
" Jam 07.00 malam, bsok aku akan menjemputmu, bersiaplah".
Lova mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu aku kembali ke kamar". Namjoon beranjak.
" Tunggu!" Langkahnya tertahan.
"Apa kau sudah makan?" Tanya Lova dengan nada lembut.
"Aku belum makan" Jawab Namjoon
"Kalau begitu mandilah dulu, aku akan memaskan makan malam untuk mu ". Ucap Lova sembari bergegas keluar kamar menuju dapur untuk memasak.
Namjoon hanya memandangi Loya yang beranjak keluar.
Untuk kesekian kalinya dia tersentuh dengan perhatian-perhatian kecil yang Lova berikan untuknya.
Padahal dirinya tidak pernah memberikan apapun kepada Lova,bahkan dirinya mungkin sering menyakiti Lova dan tidak memperdulikanya, tapi mengapa wanita itu selalu peduli dan baik padanya?
__ADS_1