Hurt

Hurt
B Chapt 25


__ADS_3

Sesuai permintaan Daddynya , pagi ini Astika dan Oliver melangsungkan pernikahannya . Pernikahan di adakan secara sederhana di mansion keluarga Effendy . Hanya kerabat dan beberapa rekan bisnis yang diundang .


Untuk baju pernikahan Diva yang menanganinya , selama beberapa tahun ini butiknya memang berkembang sangat pesat . Saat ini istri dari Adam Adipraja itu sedang menemani pengantin wanita menunggu calon suaminya mengucap ijab kabul .


" Yakin mau menikah ?! "


" Apa sih Div !! Udah dandan kaya gini masa iya sih gagal merid ... amit amit !! " sahut Astika dengan mengetuk ngetukkan jarinya di atas meja .


" Ekspress banget rencananya "


" Mending ada jeda seminggu sebelum acara ini . Enggak inget kamu dulu nikahnya seperti apa ?? Nggak ada angin nggak ada hujan tau tau udah nikah ... tau tau udah jadi Nyonya Adam !! "


Diva tertawa kecil , tak ada acara lamaran atau apapun waktu itu . Sore setelah Adam menyatakan keinginannya untuk menikah , paginya acara pernikahannya di gelar . Dia bahagia karena suaminya mau menerima Gema sebagai putranya sendiri .


Pembicaraan mereka terhenti ketika sangat jelas terdengar para tamu berteriak dengan kata yang membuat hati keduanya sangat lega . SAHHHH !!!


" Selamat yaa ....semoga kau dan Oliver bisa menjalani bahtera rumah tangga kalian dengan baik . Aku tahu kau belum sepenuhnya mencintai suamimu tapi jika kau ikhlas dengan pernikahan ini maka aku yakin kalian akan bahagia "


" Makasih Div .... "


" Hey ... jangan menangis , make up-nya luntur ntar !!! "


Dan mereka tertawa bersama , setelah itu Diva menuntun sahabatnya untuk keluar dari ruangan untuk bertemu dengan Oliver yang sekarang sudah sah menjadi suami Astika .

__ADS_1


" Assalamualaikum istri ... " bisik Oliver ketika Astika sudah berada didepannya .


" Walaikumsalam suami ... " balas Astika dengan membawa satu tangan suaminya ke keningnya .


Semua yang hadir berteriak histeris karena Oliver dengan santainya mengecup bibir istrinya di depan mereka .


Di bangku tamu terlihat Adam sedang memeluk istrinya , dengan satu tangan yang merengkuh tubuh putrinya . Balita gembul itu sepertinya sudah terlelap .


" Akhirnya mereka bahagia ya Mas , lega rasanya akhirnya Astika sudah ada yang jagain . Setelah ini kita pulang saja , kasihan Ava kalau tidurnya seperti itu "


" Tidak apa apa sayang ... Ava sudah biasa tertidur jika Mas gendong " kata Adam mengecup lembut dahi putrinya .


" Mas ... " cicit Diva yang melihat mantan suaminya yang baru saja hadir di acara itu .


" Bawa Ava ke mobil dulu ya sayang , nanti Mas nyusul "


Ava yang tanggap situasi langsung menerima tubuh putrinya dan segera berjalan keluar , sebelum mencapai pintu ia sempat melihat sahabatnya yang melambaikan satu tangannya seolah mengatakan tidak apa apa jika dia dan putrinya meninggalkan acara itu .


Astika sempat melihat kenekatan Gilang yang ingin menemui Diva walaupun ada Adam.di sampingnya . Sesuai dugaannya pria Adipraja itu langsung menghadang sebelum Gilang mencapai keberadaan Diva .


" Kita bicara di luar , aku ada sedikit urusan denganmu Tuan Gilang ... "


Dua pria dengan wajah tampan itu akhirnya berjalan ke arah taman belakang dan berdiri saling berhadapan kemudian .

__ADS_1


" Katakan apa maumu b*jingan !! " geram Adam yang sebenarnya sudah tahu dengan semua tingkah pria di depannya .


" Mauku ??? Aku hanya ingin melihatnya , itu saja . Dia ibu dari putraku , tak ada salahnya jika aku menemuinya untuk membicarakan tentang putra kami "


" Putra kami ?? Siapa yang kau maksud ?? Kau sangat tahu jika Gema Aksa sudah menjadi putraku ... jadi jangan jadikan.itu alasan untuk meneruskan kegilaanmu . Bisa saja aku melenyapkan dirimu dengan mudah agar Gema dan istriku tidak lagi menyaksikan kegilaanmu !! Kelakuanmu terlalu menjijikkan , kau tak ada bedanya dengan ****** bernama Diana itu !! Apa perlu aku jabarkan satu persatu hubunganmu dengan turis turis manca itu . Kau buat kafe kafe milikmu sebagai perangkap untuk mendapat mangsa pemuas hasratmu "


" Mereka yang memohon padaku , lagipula aku tidak pernah melibatkan hati dalam setiap permainan itu . Kau sangat tahu jika aku masih sangat mencin ... "


BUUGHHHH ....


" Kubunuh kau jika berani mengucapkan namanya dengan mulut kotormu itu !! Jangan membuatku melakukan hal yang melampaui batasku !! "


" Kau pikir aku takut dengan ancamanmu ?? Dulu kau pernah membuat aku hancur tapi kau bisa lihat aku sekarang kan ?? Aku mampu bangkit dan melanjutkan hidupku !! "


" Kau hidup hanya dari rasa kasihan suamiku tuan Gilang Perkasa .... "


Suara seorang wanita membuat keduanya langsung menoleh , ternyata Diva menyusul suaminya karena terlalu lama menunggu di mobil . Ava masih tidur bersama pengasuhnya di mobil .


" Gema yang meminta ayahnya untuk menolongmu karena dia pernah melihatmu mencari makan di tempat sampah !! "


" Sayang ... "


" Biarkan dia tahu Mas !! Dia tak pernah bisa berubah , masih saja menyombongkan dirinya walau dia sudah bukan siapa siapa . Kau pikir investor investor itu datang sendiri hahh ?? Suamiku hanya tidak ingin Gema bersedih karena melihat keterpurukanmu !! Tak ada satu tetes pun darahnya yang mengalir di nadi putraku tapi dia bahkan bisa mencintai Gema melebihi hidupnya sendiri !! Dan kau ??? Bahkan hanya sebuah nama saja tidak mampu kau berikan ... Kami tidak melarang kau menemui Gema tapi jangan sekali sekali berniat kurang ajar padaku karena aku bisa melakukan apapun yang tidak pernah bisa kau bayangkan sekalipun " ujar Diva sambil meraih lengan suaminya untuk segera pergi dari tempat itu .

__ADS_1


__ADS_2