
Hari ini seharusnya menjadi hari pertama ia bekerja , tapi karena kakinya masih terasa ngilu akhirnya Mayleen urung berangkat . Dia sedikit bingung karena tak bisa menghubungi dokter Kenichi untuk meminta ijin .
" Kau sedang memikirkan apa gadis nakal ?! " tanya Hiro sambil menyentil dahi istrinya .
" Awwsshh ... " pekik May kaget , dilihatnya sang suami yang sudah sangat rapi mengenakan setelan lengkap pakaian kerjanya .
" Kau mau kemana ?? "
" Aku harus ke kantor , hari ini banyak sekali hal yang harus aku lakukan . Kenapa ? Kakimu tidak terasa sakit lagi kan !? "
Mayleen menggelengkan kepalanya , sepertinya hari ini akan menjadi hari yang membosankan untuknya . Hiro sudah mengultimatum dirinya agar selama dua hari ini istirahat total di kamar .
" Ehhmmm ... apa nanti aku boleh keluar jalan jalan !? "
" Maksudmu ? "
" Aku bosan jika di kamar terus , supir bisa mengantarku jalan jalan ke pusat perbelanjaan di sekitar sini ! Selama aku di sini belum pernah kau ajak aku jalan jalan kan !!? "
__ADS_1
Hiro tersenyum dan mendekat pada istrinya yang sedang merajuk . Bukan tak ingin mengajak sang istri jalan jalan tapi perselisihannya dengan sang paman belum juga usai .
Dia takut akan ada penyerangan brutal seperti yang dialaminya kemarin walau waktu itu dia yang salah karena tidak mau di kawal saat jalan jalan dengan keponakannya di area street food .
" Besok jika kau sudah pulih aku akan mengajakmu jalan jalan . Jika sekarang aku mengajakmu jalan jalan maka orang orang berpikir aku sudah menganiaya istriku . Kau lihat kan kakimu masih di bebat kain perban ?! "
" Ckk ... bagaimana kalau aku ikut ke kantor ?? Aku bisa membantumu berhitung "
Hiro tertawa dan mencubit sayang hidung mancung istrinya .
" Pagi nanti aku ada meeting sayang , kau tidak mungkin aku tinggal di kantor sendirian . Di sana pasti akan lebih membosankan "
" Kau bisa melihat kolam ikan milik ibu di halaman samping , disana juga ada puluhan kelinci koleksi ibu . Kau bisa bermain dengan mereka "
" Aku bukan anak kecil yang suka ikan dan kelinci " gerutu Mayleen dengan mengerucutkan bibirnya .
Hiro membuang pandangannya ke arah lain ketika mulai tak bisa mengendalikan dirinya . Bibir yang mengerucut itu terasa sangat menggemaskan untuknya . Bibir kemerahan itu seperti mempunyai magnet yang sangat kuat , yang selalu membuat pikiran kotornya muncul di permukaan .
__ADS_1
Gadis itu tersenyum ketika bisa merasakan hembusan nafas tak teratur suaminya , dia letakkan satu telapak tangannya di atas dada suaminya . Dia rasakan detak jantung yang bertalu , dan dia sangat tahu apa artinya .
" Aku lebih suka bermain disini ... " bisik Mayleen tepat ditelinga suaminya . Telunjuknya sedang melukis abstrak di area leher dan tengkuk suaminya hingga pria di bawahnya menggeram.pelan .
" Dasar nakal ... aku bisa terlambat jika meladeni kenakalanmu . Tetap dirumah dan jangan buat ulah ! Kita makan malam di luar jika hari ini kau bisa bersikap baik "
" Benarkah ?? Kau tak bohong kan !!? "
" Aku tak pernah bohong ... "
CUUPPP .... CUUPPPP
Setelah mencium pipi suaminya Maylleen segera turun dan berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri .
" Jangan lari lari sayang !! "
Sungguh , gadis itu membuat hari harinya menjadi jauh lebih berwarna . Apapun yang terjadi dia tidak akan pernah melepaskannya walau ia tahu Mayleen hanya dianggap pengantin pengganti oleh ibunya .
__ADS_1
Ponselnya tiba tiba berdering dan dia mengernyit ketika membaca nama sang penelpon di layar ponselnya ...
" Deniel Brown .... "