
" Aku bebaskan kau dari semua ikatan ini Tuan Akihiro , hiduplah seperti sebelum mengenalku !! Suatu saat aku tahu kau akan menemukan yang terbaik "
CKIIIIITTTT ...
Hiro mengerem mobilnya dengan mendadak hingga tubuh keduanya sedikit terhuyung ke depan . Tatapan elangnya lurus ke arah depan dengan dua tangan mengepal di atas setir .
" Cukup ... jangan bicara lagi "
" lni bukan akhir , tapi awal agar kita bisa memulai semua dengan baik . Aku tidak membencimu ... sama sekali tidak ! Setelah ini aku mohon jangan pernah temui aku lagi , biarkan aku menata kembali hidupku "
" Sampai matipun aku tidak akan pernah melepasmu . Aku sangat mencintaimu !! " tukas Hiro tanpa melihat ke arah istrinya .
" Cintamu mencekikku hingga aku tidak bisa bernafas ... "
Hiro tercenung mendengar kata kata wanita di sampingnya . Mayleen benar , dia selalu menuntut wanita itu untuk hidup sesuai dengan keinginannya . Hiro selalu membatasi wanitanya bergaul dengan lawan jenisnya walaupun itu bersangkutan dengan pekerjaan sekalipun .
Hiro mengabaikan mimpi terbesar wanitanya dengan masih mengedepankan egonya , dan selama ini Mayleen menuruti semua maunya tanpa mengeluh sedikitpun .
__ADS_1
" Hormati keputusanku seperti aku menghormati keinginan keinginanmu , aku sudah membicarakan ini dengan paman dan Kak Deniel . Mereka mendukung keputusanku dan mereka yang akan mengurus perpisahan kita . Terimakasih sudah menjadi bagian terbaik dari hidupku ! Sekarang bisakah kau mengantarku pulang ??! "
" Sayang ... jangan seperti ini . Aku tahu aku salah , tapi bukan seperti ini penyelesaiannya !! Tak bisakah kau memberiku kesempatan untuk memperbaiki diriku ?? "
Mayleen membiarkan Hiro meraih satu tangannya untuk di kecup suaminya dengan sangat lembut . Hiro meletakkan tangan itu di atas dadanya .
" Hanya namamu ... hanya namamu yang membuat jantungku masih berdetak . Kerinduanku membuatku menjadi gila !! Jauh darimu membuatku seperti hidup hanya dengan separuh nyawa . Sayang ... maafkan aku "
Mayleen tak bergeming sepertinya keputusan gadis itu sudah bulat . Hiro bahkan tak melihat air mata pada wanitanya . Vallery benar , mungkin sudah terlalu banyak luka di hati gadis itu hingga dia tak bisa lagi untuk menangis .
Tak terasa ada air menggenang di sudut matanya , baru kali ini Hiro merasakan sakit yang rasanya melebihi sakitnya tertusuk pedang sekalipun .
Dia tak menyangka ledakan emosinya akan membuatnya terpisah dengan belahan jiwanya , wanita yang ia cintai dengan segenap hidupnya . Dengan kejam.ia lemparkan tuduhan tuduhan kejam tanpa memikirkan perasaan istrinya .
" Aku sangat mencintaimu ... tapi aku tak akan melepasmu "
" Kau bisa lihatkan ?? Egomu masih terlalu tinggi , kau masih memikirkan dirimu sendiri tanpa sedikitpun memikirkan perasaanku . Aku mohon antar aku pulang ... jika kau tak bersedia maka aku bisa turun di sini "
__ADS_1
Hiro meletakkan kepalanya di atas setirnya , sekuat mungkin ditahannya air mata yang menggenang agar tidak luruh di pipinya . Dia pemimpin klan Yoshida , akan memalukan jika orang sepertinya mengeluarkan air mata .
" Aku akan mengantarmu . Apa kau bahagia jika aku melepasmu ?? "
" Kau sangat tahu jawabannya ... "
" Baik , aku akan melepasmu sesuai permintaanmu .... Tapi jangan larang aku untuk terus mencintaimu "
Dan setelah itu mereka bungkam sampai mobil yang mereka kendarai sampai di depan apartemen milik Mayleen .
" Terimakasih sudah mau mengantarku . Salam buat lbu jika nanti kau pulang . Jika suatu saat kita bertemu maka jangan sungkan untuk.menyapaku ... "
Berkali kali Hiro memukul setir yang ada di depannya ketika istrinya sudah melangkah jauh darinya , sungguh ia kecewa pada dirinya sendiri . Dia tak pernah menyangka akan menjadi seperti ini , dalam sekejap mata dia terpisah dari belahan jiwanya .
Tanpa dia tahu , wanitanya sedang mengusap air mata yang luruh di pipinya . Mayleen bisa merasakan sakit yang dirasakan suaminya .
" Maafkan aku Boo ... aku mencintaimu "
__ADS_1