Hurt

Hurt
Hurt 15


__ADS_3

Setelah memakan waktu kurang lebih dua bulan akhirnya Jungkook bisa menyelesaikan study nya , dengan ketekunan dan kerja kerasnya dia menyelesaikan tugas akhir dan tentunya dengan bantuan dari Lirie sang kekasih untuk menyelesaikan skripsinya.. Kini dia sudah menyandang gelar Sarjana S.T ( Teknik Informatika) . Para lulusan Teknik Informatika akan membuat spesifikasi pada bidang pembuatan aplikasi, pembuatan sistem operasi pada komputer, dan tentunya membuat perangkat lunak pada komputer.


Kini Jungkook tengah berada di dekat rumah Lirie terduduk di motor besarnya sembari memperhatikan ponselnya.


Dirinya masih menunggu Lirie yang masih bersiap. Untuk menghilangkan rasa bosan karena sang kekasih belum juga datang . Jungkook asik membuka Galeri dan melihat moment-moment saat dirinya wisuda.


Ada satu foto yang membuatnya tertarik dan memfokuskan penglihatanya. Foto saat bersama Lirie. Terllihat Jungkook memangku Lirie yang ingin melemparkan Toga miliknya sambil tertawa lepas. Jungkook mengangkat Lirie ke atas bak sang ayah yang memangku putrinya. Terlihat mereka sangat bahagia dan foto itu menjadi moment ikonik bagi Jungkook.


Lirie datang ke acara wisuda dirinya. memberikan kejutan manis membawa bunga dan menyanyikan lagu untuknya.


Jungkook sangat tersentuh dan sangat bahagia dengan kehadiran Lirie. Tanpa sadar dia menyungikan bibirnya tersenyum mengingat momen itu. Dia gemas dengan kekasihnya, tak henti-hentinya dia tersenyum melihat foto gadis yang sangat dicintainya itu.


Namun tiba-tiba matanya menjadi gelap, dia tidak bisa melihat apa-apa karna ada tangan yang menghalangi pandanganya.


ya Lirie datang menghampiri kekasihnya yang sedang asik melihat ponsel dengan terus tersenyum. Lirie diam-diam menghampiri Jungkook dan langsung menutup matanya dari belakang.


" apa yang sedang kau lihat? Kenapa terus tersenyum seperti itu? Pasti kau sedang melihat wanita cantik di sosmed kan? "


Ucap Lirie mengomel, padaha dia tau jika Jungkook sedang melihat foto bersamanya. Dia sengaja menggoda Jungkook. Jungkook menggenggam tangan Lirie yang masih menutup matanya.


" ani,,, lepaskan sayang , aku memang sedang melihat wanita cantik." .


Lirie melepaskan taanganya dan Jungkook masih menggengam tanganya.


" tapi wanita cantiknya itu kamu ,," gombal Jungkook mencium tangan Lirie,,, Lirie mengsalting.


" Dasar tukang gombal " ucap Lirie mendorong dada Jungkook, dan Jungkook hanya tertawa gemas.


" aku tidak gombal,,, lihat wajah mu sangat cantik, dan disini kau sangat ceria sekali, aku bahagia melihatnya, terimaksih kau sudah hadir di acaraku sayang " Jungkook tersenyum.


" sama-sama baby buny,,, kalau aku tidak datang pasti kau akan bersama wanita-wanita penggemar gila mu itu "


Lirie cemberut.


Jungkook tertawa, dia membayangkan betapa merepotkanya saat menghadapi gadis-gadis kampus yang datang untuk sekedar memberikan bungan dan juga ucapan graduation terhadapnya. Dia sungguh kewalahan. Sebegitu menariknya pesona seorang Jungkook sampai banyak gadis yang tidak rela jika Jungkook sang idol kampus meninggalkan kampusnya.


" Iss menyebalkan, kau senang bukan disukai gadis-gadis itu?"


" Aku lebih senang disukai olehmu" Jungkook kembali membual.


" Issh...gak ada habisanya..dasar tukang gombal, ayok cepat pergi katanya kau mau mengajaku ke suatu tempat". Ucap Lirie


Jungkook pun langsung menyiapkan motornya, setelah Lirie naik, Jungkook malajukan motornya, membawa Lirie ke sebuah tempat yang sebelumnya sudah di janjikan.


**


Hanya membutuhkan waktu setengah jam merekapun sampai di sebuah tempat Yang terlihat seperti sebuah kantor perusahaan yang cukup lumayan bagus. Bangunan cukup mewah dan unik. Terdapat 5 lantai dengan masing-masing desain yang berbeda.


Nuansa yang begitu santai tidak seperti kantor pada umumnya mencerminkan kepribadian dari sang pemilik.


Lirie heran mengapa Jungkook membawanya ke tempat itu.


Lirie cukup takjub dengan keunikan gedung yang ada di hadapanya.


" Ayok masuk" Jungkook menarik tangan Lirie supaya mengikuti langkahnya.


Setelah masuk ke dalam Lirie dibuat heran karna ruanganya kosong tidak ada orang satupun. Hanya ada komputer dan ala-alat bekerja lainya.


Lirie berfikir bangunan ini adalah kantor baru yang belum di tempatin sama sekali.


"Kenapa kau mengajaku kemari? Tempat apa ini? Mengapa tidak ada orang sama sekali? "


Tanya Lirie heran.


Kini mereka sudah berada di ruangan khusus dilantai paling atas.


Jungkook tersenyum.


" Selamat datang di kantorku Nyonya Jeon "

__ADS_1


" Tunggu...apa kau bilang kantor mu?"


" Ya...ini adalah kantor ku sayang".


"Bagaimana bisa? " Tanya Lirie masih terheran.


Ya memang Jungkook sudah lama merencanakan untuk membangun dan merintis perusahaanya sendiri. Dia ingin memberikan kejutan kepada Lirie bahwa saat ini dia sudah mempunyai kantor perusahaan sendiri yang bergerak di bidang games.


Perusahaan yang akan membuat aplikasi games.


Jungkook memang sangat menggilai games jadi dia ingin memgembangkan bakatnya membuat sistem aplikasi untuk game online seperti Mobile Legend, PUBG Mobile dan lain sebagainya.


Lirie bertanya-tanya bagaimana bisa Jungkook mempunyai perusahaan sendir meskipun baru akan dimulai, bukankah selama ini dia masih kuliah? Kapan dia memulainya? Membeli bangunan untuk kantornya, dan bagaimana dia mendapatkan modalnya?


Jungkook mendapatkan warisan dari sang ayah untuk meneruskan perushaan keluarga Jeon. Namun Jungkook menolaknya karena Jungkook lebih ingin mendirikan perusahaanya sendiri dengan bidang yang ia sukai yaitu bidang games, dia meminta sang ayah memberikan modal untuk usahanya itu.


Setelah melalui perdebatan dan ketidaksetujuan dari orang tuanya akhirnya sang ayah memenuhi keinginan anaknya. Tuan Jeon ingin melihat bagaimana Jungkook melakukanya.


Dan saat ini dia baru saja akan memulai usahanya. Tempat dan semua peralatan sudah terpenuhi hanya tinggal karyawan saja yang belum siap sepenuhnya.


Jungkook berencana mengajak teman-teman kampusnya untuk bergabung karna Jungkook tau teman-temanya sangat berbakat.


Semua temanya sangat antusias dan ingin bergabung bersama Jungkook membangun dan merintis perusahaan yang di beri Nama JK Glory memulai dari nol.


Lirie sangat terharu, dia tidak menyangka Jungkook yang terlihat hanya main-main saja selama ini ternyata punya tekad yang kuat untuk membangun usaha sendiri. Sangat mandiri.


" Aku tidak tau harus berbicara apa, yang pasti kau sangat luar biasa Jungkookie, aku sangat bangga padamu"


Ucap Lirie dengan mata berkacar-kaca sembari memeluk Jungkook yang tengah bersandar setengah duduk di atas meja yang nanti akan menjadi meja kebesaranya.


" Benarkah, kau bangga padaku? " Ucap Jungkook tersenyum dan hanya di balas anggukan oleh Lirie.


"Apakah ini ruanganmu nanti ?" Tanya Lirie mengedarkan matanya.


"Ya...dan ini nanti akan menjadi tempatmu"


" Aku ? Mengapa bisa?"


"Kau sangat percaya diri sekali, memangnya aku mau menjadi istrimu? " Goda Lirie.


" Tentu kau akan mau, karan kau hanya mempunyai dua pilihan. Menikah denganku atau menjadi istriku"


Tegas Jungkook sontak membuat Lirie tertawa dan merasa bahagia, hatinya seakan di bawa terbang beruporia tatkala Jungkook menyatakan itu.


Entah pernyataan Jungkook itu membuat hatinya membara dan wajahnya merona.


"Eoh...apa kau sedang melamarku? Kau memang selalu bisa membuatku salah tingkah "


" Ya...nanti setelah usahaku berhasil aku akan segera melamarmu secara resmi, datang kepada orang tuamu, untuk meminta anaknya menjadi pendampingku"


" Wahh.. aku sungguh tidak percaya kau terlihat seperti pria dewasa" Goda Lirie.


" Aku memang sudah dewasa" Protes Jungkook.


" Tapi dimataku kau masih tetep baby Bunny adek kelasku dan....ba..." Lirie tersenyum.


" Kau ingin aku membuatmu berhenti memanggilku bayi lagi?" Ancam Jungkook .


" Ani..ani...aku tidak akan memanggilmu bayi lagi " Lirie langsung panik dan menggelengkan kepalanya sembari tanganya bergerak megisyaratkam tidak ingin.


Lirie masih terbayang kejadian waktu di asrama putra. Jungkook berhsil membuatnya merasa ketakutan.


Jungkook tersenyum melihat tingkah Lirie, dia sangat tau apa yang kekasihnya itu fikirkan.


Jungkook mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jaketnya.


Dia menunjukan sebuah kalung di hadapan Lirie, kalung white gold dengan gantel inisial "JK".


" Untuk saat ini aku belum bisa melamarmu secara resmi. Membawa keluargaku menemui keluargamu.

__ADS_1


Namun Aku memberikan kalung ini sebagai simbol jika aku memang sedang melamarmu secara pribadi, bisakah kau menerima lamaranku? "


Lirie terharu, matanya berkaca-kaca. Bagaimana bisa ada cowok seromantis Jungkook, hari ini dia banyak mendapatkan kejutan dari Jungkook.


Sungguh dia sangat bahagia.


" Kau tidak bisa menolaknya, karna kau hanya mempunyai 2 pilihan yang tadi aku sebutkan ".


Ucap Jungkook sembari berdiri memakaikan kalung ke leher Lirie. Diamnya Lirie menandakan bahwa dia setuju dan menerima lamaranya.


Untuk beberapa saat Lirie mematung dan tersadar sambil tersenyum menatap Jungkook.


Lirie memegang kalung yg sudah melekat di lehernya.


" Kenapa gantunganya nya harus inisalal namamu "JK? " Tanya Lirie heran.


" Itu sebagai tanda kepemilikanku, kau hanya akan menjadi miluku" Ucap Jungkook.


Sontak lirie membungkam mulutnya tak percaya, dia tertawa gemas, bagaimana ada pria seperti Jungkook.


Sungguh dia sangat bahagia, perlakuan Jungkook yang sweet terhadapnya, kata-kata gombalnya, kejutan-kejutanya.


Sungguh membuat Lirie semakin menyayangi Jungkook. Meskipun mungkin sedikit lebay tapi Lirie tetap menyikainya. 🤭🤭


" Lalu kapan kau akan membawaku ke rumahmu?"


" Secepatnya, aku akan segera mengenalkanmu kepada orang tuaku"


Lirie tersenyum.


" Terimaksih Jungkookie, aku sangat bahagia hari ini, terimaksih atas semua kejutan yang kau berikan untuku" Ucap Lirie memeluk erat Jungkook.


Jungkook membalas pelukan Lirie.


Dan mencium kening Lirie.


Seketika Lirie melepasakan pelukanya karena dia teringat akan sesuatu. Dia mengingat terkait dirinya yang akan menjadi model untuk agensi milik rekan kakanya yaitu Hybe Intertaiment.


Lirie ragu, bagaimana harus mengatakanya kepada Jungkook. Dia merasa takut jika Jungkook tidak akan menyetujuinya mengingat Jungkook sangat tidak suka jika dirinya menjadi pusat perhatian orang lain.


Dunia model nanti akan menjadikan dirinya pusat perhatian.


Dengan Ragu Lirie mulai memberanikan diri berbicara kepada Jungkook.


Bagaimanapun Jungkook harus tau.


" Emmmm... Jungkookie, aku..aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu" Ucap Lirie ragu.


" Apa? "


Lirie akhirnya menceritakan semuaya. Dari awal penawran dirinya untuk menjadi model atau artis agensi, samapi saat dirinya menyetujui untuk menerima tawaranya.


Jungkook cukup terkejut, dia sedikit kecewa karena Lirie baru memberitahu setelah menerima tawaranya.


Bahkan sudah menandatangani kontraknya.


Jujur Jungkook tidak suka jika Lirie berkecimbung di dunia entertaiment.


Karna bagi Jungkook dunia entertaiment itu kejam dan penuh drama.


Dia tidak ingin kekasihnya masuk ke dunia yang seperti itu.


Jungkook juga tidak menyukai jika nanti Lirie menjadi artis atau model dia akan menjadi pusat perhatian banyak orang. Jungkook tidak menyukainya, dia tidak ingin itu terjadi. Kekasihnya tidak boleh di lihat orang lain. Apalagi seorang model harus memakai pakaian yang sexy dan terbuka. Sungguh Jungkook tidak rela tubuh kekasihnya dilihat orang lain.


Jungkook menolak dan menentang namun tetap tidak bisa berbuat apa-apa karena Lirie sudah menandatangani kontraknya.


Jika dibatalkan Lirie harus membayar denda.


Mau tidak mau walau denngan perasaan tidak ikhlas akhirnya Jungkook menerima keputusan Lirie.

__ADS_1


Lirie kembali memeluk Jungkook dan tak henti-hentinya berterimaksih kepada Jungkook.


__ADS_2