
" Pasien atas nama Zahid Al Shamma ada di ruangan VVIP nomor lima , gedungnya ada di samping taman rumah sakit Nona "
Siang itu Safa datang ke rumah sakit untuk memastikan sebuah kabar yang terkirim di ponselnya . Tadi ada seseorang yang mengabarkan sekaligus mengirim gambar seorang pria dengan seluruh memar di wajahnya yang sedang di bawa oleh beberapa perawat .
Dengan tak sabar Safa segera lari ke kamar yang di sebutkan oleh resepsionis rumah sakit tadi . Dan ketika sampai disana seorang dokter keluar dari kamar itu . Sepertinya dokter itu baru saja melihat kondisi Zahid .
" Anda keluarga pasien ?? "
" Saya teman baiknya , kami sama sama berasal dari Dubay . Bagaimana keadaan teman saya !? "
" Ada patah tulang di kaki kiri , lengan kanan dan dada bagian atas . Tapi tidak usah khawatir kami sudah bisa menanganinya . Setelah ini pastikan dia rutin meminum obatnya karena jika tidak luka di seluruh tubuhnya akan terasa sangat menyakitkan . Ada penahan rada sakit di resep yang saya buat "
" Ok ... terimakasih Dok "
Safa segera masuk ke dalam kamar perawatan Zahid , hatinya mencelos ketika melihat pria itu terkulai tak berdaya di atas ranjang dengan dipenuhi gips ataupun kain perban di seluruh tubuhnya . Wajah tampannya pun seperti sudah tidak bisa di kenali lagi .
__ADS_1
Ada banyak alat rumah sakit yang menempel di tubuhnya , sepertinya dokter tadi salah bicara . Walau dokter itu bilang sudah bisa menangani tapi nyatanya keadaan pria itu terlihat benar benar menyedihkan .
" Za .... kenapa jadi begini ?? Apa yang sebenarnya terjadi ? "
Perlahan gadis itu melangkah mendekati ranjang tempat Zahid terkulai , disentuhnya pelan setiap luka yang ada di wajah pria yang sudah membuat luka menganga di hatinya itu . Sungguh Safa juga bisa ikut merasakan sakit di setiap luka itu .
" Apa ini sakit ?? Kenapa harus mengikutiku sampai di sini , tak bisakah kau membuat hidupku tenang untuk sekejap saja ? Kau tahu ... aku kecewa saat kau bilang kau adalah anak laki laki yang pernah berjanji untuk menjagaku . Impianku seperti di jatuhkan dari ketinggian langit paling atas ! Sungguh ketika aku terpuruk aku benar benar berharap dengan pangeran masa kecilku . Aku berharap dia datang menyelamatkan dan kemudian menjagaku seumur hidupnya . Tapi nyatanya orang yang aku harapkan adalah orang yang paling membuatku sakit . lngin aku tertawa melihatmu seperti ini , tapi tidak bisa .... aku juga sakit ketika melihatmu kesakitan "
Safa langsung berhenti bicara ketika melihat pergerakan Zahid di ranjangnya . Sepertinya pria itu sudah sadar . Safa bisa melihat Zahid mulai membuka matanya , dan pandangan mata mereka saling beradu . Ada rindu yang jelas terlihat di mata pria itu .
" Hai ... maaf jika kita bertemu saat aku tidak tampan " lirihnya mencoba untuk tersenyum .
Zahid tertawa pelan ketika mendengarnya , dia bahagia bisa kembali melihat gadisnya saat keadaannya seperti ini .
" Kau berkelahi dengan siapa ? Kukira kau pria tangguh , bisa bisanya ada orang yang membuatmu terlihat mengerikan seperti ini "
__ADS_1
" Tidak usah di bahas !!? Bisakah aku meminta tolong padamu ? "
" Apa yang bisa aku bantu ? "
" Hubungi Anna , tanyakan keadaan kakakku "
" Maksudmu tuan sombong itu juga terkapar sepertimu ?? "
" Ada seseorang yang menembaknya ... "
" Hahh !!! Apa kau bercanda ??? "
" Kau pikir dengan keadaanku seperti ini aku masih bisa bercanda ?? "
" Ya Tuhan ... dia pasti orang hebat !! Dia bisa membuat kalian berdua tidur di ranjang pesakitan itu . Kapan kapan aku harus mencarinya untuk berkenalan dengannya . Aku harus berterimakasih karena dia sudah membuat kalian menjadi ' manusia ' "
__ADS_1
" Jangan memuji pria lain di depanku sayang , walau badanku masih sakit tapi aku masih bisa membuatmu terkapar diranjangku "
" Coba saja ... kau pikir aku takut !!? "