Hurt

Hurt
Hurt 09


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu, hari-hari yang Laras jalani setelah menikah tidak ada yang berubah, dia masih dengan sikap cueknya dan Seokjin dengan sikap sabar dan usilnya.  Semuanya masih sama bahkan meraka masih tidur terpisah.


Namun sesekali Seokjin  memberikan kejutan-kejutan kecil untuk Laras yang tidak pernah terbayangkan oleh Laras sebelumnya, misalkan Jin mengganti sikat gigi mereka berdua dengan sikat dan pasta gigi berwarna pink lengkap dengan gelas kumurnya, lalu menyuruh pelayan untuk mengganti warna sprai dan gorden kamar dengan warna pink yang terlihat cantik.


Laras terkadang heran mengapa Seokjin bisa tau hal-hal kecil mengenai dirinya, bahkan dia tau warna kesukaannya .


Begitupun dengan pasangan Namjoon dan juga Lova, dalam satu minggu inipun tidak ada yang berubah, mereka masih dengan kehidupan masing-masing, Lova sibuk dengan tulisanya dan Namjoon pun sibuk dengan pekerjaanya .


Terkadang Namjoon sering pergi keluar tengah malam dan kembali lagi sebelum dini hari supaya tidak ada yang curiga, tentunya untuk menemui Nesya sang kekasih yang masih belum bisa dilepaskanya.


**


Mentari pagi menyambut datangnya pagi, kicauan burung penuh arti mengisi relung hati.


Sinar mentari yang menembus kaca  menyinari wajah cantik wanita yang masih terlelap dalam tidurnya, cahaya yang masuk melalui jendela itu membuat sang pemilik mata coklat membuka matanya, dia terusik lalu terbangun dari tidurnya.


Pandangan pertama yang dilihatnya saat terbangun ialah sosok pangeran tampan yang sedang berdiri di dekat jendela kaca dan terlihat sedang memandanginya dengan penuh senyuman. 


“ ya tuhann,,,, kenapa ada pangeran setampan itu? “ Laras membatin sambil tersenyum melihat sosok pria yang sedang melihatnya itu.


“ sudah bangun tuan putri? “  Ucap Jin menyadarkan Laras .


Laras yang tadinya tersenyum kini kembali menampilkan wajah jutek nya. Seokjin memang sengaja tidak membangunkan istrinya secara langsung. Dia hanya perlu membuka gorden agar cahaya matahari masuk lalu  dengan sendirinya istrinya itu akan terbangun.


“ aku akan memasak untukmu, kamu ingin makan apa? “ Tanya Seokjin sembari merapihkan gorden yang sedari tadi menutupi kaca. Membukanya lebih Luas suapaya sinar matahari lebih leluasa masuk kedalam kamarnya.


“ terserah kamu saja” ucap Laras masih dengan nada ketusnya.


“ apa?? kamu?? Panggil aku Oppa, atau suamiku, atau egak sayangku.”  goda seokjin, terihat laras hanya memutarkan kedua bola matanya malas.  Jin terkekeh.


“ baikalah,,, aku akan trurun, segera bersihkan dirimu”  ucap Jin berlalu.


Laras perlahan turun dari tempat tidurnya,dia berjalan menuju kamar mandi untuk memulai aktivitas paginya.


Tiba-tiba Laras tersenyum tatkala melihat sepasang sikat gigi terpajang di kamar mandi, handuk sepasang dengan warna yang sama, entah mengapa Laras menyukainya dan itu terlihat manis menurutnya. Sektika itu juga Laras tersadara kenapa dia tersenyum? Dia kembali memasang tampang juteknya.


Cukup lama Laras bergelut dengan aktivitas mandinya, diapun keluar dari kamar mandi berjalan ke ruang ganti untuk mengganti pakainya.


Namun atensinya teralihkan tatkala melihat di meja sudah ada  makanan kesukaanya yaitu steak daging sapi, wanginya sangat menggoda Laras menghampiri makanan itu dan disana terlihat ada secuil kertas berwarna pink, Laras mengambilnya.


{Selamat makan istriku. 😊


Hari ini aku lembur.


Jika kamu bosan kamu bisa pergi jalan-jalan atau belanja dengan Eoma dan juga kakamu. Black card nya sudah aku simpan di dalam tas mu, untuk pinnya XXXXXX} 🍒


Dengan spontan Laras menyungingkan senyumanya . Mengapa Jin sangat kekanak- kanankan?  Ini sudah kesekian kalinya Jin memberikan kejutan-kejutan kecil untuknya, awalnya dia risih dan menolak perlakuan suaminya itu, dia selalu jutek dan ketus kepada Seokjin. Namun lama-lama dia merasa lucu dan sudah mulai terbiasa menerima perlakuan dari suaminya itu.


Yang dia heran mengapa Jin sangat tau hal-hal kecil tentangnya, tau warna kesukaanya, tau apa yg di takutinya, dan sekarang Jin pun tau makanan kesukaanya.


Padahal suaminya itu belum lama mengenal dirinya, bahkan sebelum menikahpun mereka hanya bertemu beberapa kali saja itu juga untuk membahas soal pernikahan.


Laras sedikit bingung, apa Jin mencari tau tentang dirinya? Entahlah yang pasti untuk saat ini Laras cukup tersentuh dengan perhatian yang Seokjin berikan untuknya.


Apakah ini tandanya Laras sudah mulai bisa membuka hatinya untuk Seokjin? 


Oh sepertinya tidak semudah itu, perasaan Laras masih untuk Taehyung, masih ada Taehyung di hatinya, walau terkadang bayang-bayang Seokjin saat sedang tertawa menggodanya selalu ada di fikiranya, entahlah, Laras hanya akan menjalani kahidupan yang sudah menjadi takdirnya, berjalan seperti air mengalir, dia akan mengikuti arah air itu. Mungkin dia harus bersiap untuk memulai menjalani peranya sebagai seorang istri.


**


Sudah lebih satu minggu Taehyung  tidak kembali ke rumahnya. 


dia terus berada di apartemen bersama  Jimin sahabatnya.


Selama itu pula Taehyung merasa hampa dalam hidupnya, dia tidak tau kemna arah dan tujuan hidupnya saat ini.


Alkohol yang selalu menemaninya hampir setiap malam. Dia terus saja mengkonsumsi minuman yang memabukan itu, dia sengaja melakukan itu agar dia bias melupakan semua bayangan tentang Laras yang kini sudah menjadi mantan keaksihnya.


setelah merasakan betapa sakitnya ditinggal nikah oleh wanita yang sangat dicintainya, Taehyung yang memang dasarnya mempunyai sifat dingin kini semakin dingin dan bahkan saat ini dia menjadi sosok yang pemarah, arogan, dan juga kejam.


“ V,,, sampai kapan kamu terus seperti ini? Berhenti minum” ucap Jimin sembari merebut botol yang ada di tangan Taehyng


“ kembalikan Jimin” V berusaha merebut kembali botol minum dari tangan Jimin.


“ Kamu minum sebanyak apapun tidak akan merubah keadaan V, itu hanya akan merusak dirimu saja".


Taehyung terdiam, sungguh rasanya saat ini ingin mati saja. Dia tidak tau harus berbuat apa, hanya sekedar pulang ke rumahnya saja dia tidak mau, dia tidak ingin melihat Laras , dia takut tidak bisa menahan keinginanya untuk mengambil Laras dari kakanya.


“ Kamu tidak bisa seperti ini terus, kamu tidak bisa terus bersembunyi V, kamu harus bangkit, kamu harus bisa hadapin semuanya” Jimin mencoba memberikan motivasi kepada sahabatnya itu.

__ADS_1


“ kamu tampan dan kamu punya segalanya, kamu akan mudah mendapatkan wanita manapun yang kamu inginkan. Lupakan Laras dan mulailah hidup baru “  Taehyung hanya menatap tajam Jimin lalu beralih menatap botol yang berserakan.


"Aku sangat tau bagaimana perasaanmu. Tapi apa dengan kamu kaya gini Laras akan kembali? Tidak V.


Jadi daripada kamu buang-buang waktu, kamu bisa fokus karir mu, dan mencari wanita lain yang akan mencintaimu ".


" Pulanglah, orangtuamu pasti sangat khwatir. Jangan sampai kamu terlihat pengecut, hadapi Laras, terima dia sebagai kaka iparmu V, itu akan lebih baik untukmu".


Sekali lagi Jimin mengingatkan.


Taehyung hanya terdiam dan kembali meminum minuman yang memabukan itu lagi.


***


Pukul 21.00 Taehyung kembali ke kediamanya dengan keadaan masih dalam pengaruh minuman memabukan itu.


Dia berjalan gontai menuju kamarnya yang terletak di lantai 3.


Rumahnya sepi dia tidak melihat siapapun, orang tuanya pun tidak terlihat, mungkin penghuni rumahnya sudah tertidur.


Sesampainya di lantai 3, atensinya teralihkan dengan melihat pintu kamar yang berada tak jauh dari kamarnya.


Taehyung dengan sedikit kesadaranya menghampiri kamar yang kini ditempati perempuan yang sangat dikenalnya.


Lama dia berdiam berdiri di depan kamar Seokjin.


Perlahan tanganya membuka knop pintu yang tidak terkunci, pintu terbuka dia bisa melihat Laras sedang tertidur lelap.


Dia berjalan menghampiri Laras yang sedang teridur, Taehyung saat ini sedang dalam pengaruh alkohol, dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, entah setan apa yang merasukinya tiba-tiba Taehyung menaiki ranjang dan


Menindih tubuh Laras, Laras terbangun dan langsung terkejut tatkala mendapati Kim Taehyung saat ini sedang berada di atas tubuhnya, dia membulatkan matanya.


"Ta Taeuhung apa yang kau lakukan?"..


Laras mencoba mendorong badan Taehyung yang saat ini menindihnya, sekuat tenaga dia mendorong dada Taehyung. Laras sangat terkejut mengapa Taehyung bisa masuk ke dalam kamarnya.


" Laras..kau hanya akan menjadi miliku" Ucap Taehyung dengan tatapan tajam dan penuh dengan nafsu..di mencoba mendekatkan wajahnya namun Laras dengan cepat menghindarinya.


"Taehyung...lepaskan..ku mohon jangan seperti ini..kau mabuk" Laras meronta dan menghindar tatkala Taehyung ingin mencium bibirnya.


"Aku mencintaimu...aku sangat mencintaimu, harusnya kau menjadi miliku" Taehyung semangkin tak karuaan.


"Tae..kumohon sadarlah..aku ini istri kakamu, meskupun aku masih mencintaimu, tapi ini salah..


Taehyung mengunci tangan Laras dan menempatkanya di atas kepala wanita itu.


Sektika Laras menangis dan menjerit karena jujur Laras sangat takut, Laras sangat takut Taehyung akan melakukan sesuatu yang nekad mengingat dirinya sedang mabuk, Laras bisa mencium bau alkohol dari badan Taehyung.


Laras menangis dan sekuat tenaga melawan Taehyung...kini dirinya merasakan takut yang teramat dalam, mengapa Taehyung menjadi mengerikan seperti ini?  tatapan tajam yang seolah ada dendam dalam dirinya, dan juga tatapan nafsunya, sungguh membuat Laras sangat ketakutan.


"Tolong...." Teriak Laras..


"Lepaskan...ku mohon Taehyung jangan..ku mohon jangan lakukan itu, lepaskan aku .." Laras terus berteriak dan sekuat tenaga melawan Taehyung.


Namun tidak lama tiba-tiba Tehyung bangkit karena badanya di Tarik oleh seseorang.


Yah Seokjin datang disaat yang tepat, saat dia sampai dia sudah mendengar jeritan Laras dan seketika itu juga dia berlari menuju kamar Laras.


Seokjin berlari mengangkat tubuh Taehyung dan dengan refleks meninju pipi Taehyung sampai dia terhuyung.


"Apa yang kau lakukan di kamar istriku!" Bentak Seokjin marah. Laras ketakutan dan baru kali ini melihat wajah Seokjin sedang dalam keadaan serius becampur emosi.


Seperti bukan Seokjin yang dikenalnya, saat ini Laras melihat sisi lain dari pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu.  Namun seketika itu pula Larars menjerit tatkala melihat Taehyung membalas pukulan Seokjin sampai pria itu terhuyung ke lantai, Taehyung memukul Jin dengan sangat keras penuh dengan emosi.


"Dia kekasihku hyung...kau sudah merebutnya dariku, seharusnya dia menjadi istriku, "..


Taehyung berteriak prustasi sembari tanganya menarik kerah baju Seokjin dengan tatapan penuh emosi.


“ ya,,, aku tau,,, maka dari itu pukul aku! ,  aku yang seharusnya menerima semua amarahmu, pukul aku sampai puas  ,  pukul aku ! tapi jangan pernah kau sentuh istriku seujung jaripun” .  Seokjin menegaskan.


Arrrrrrggggggggg  Taehyung bersiap ingin melayanngkan kembali pukulanya ke wajah Jin namun terhenti karena Tuan Kim datang.


" Ada apa ini? "


Tuan Kim dan juga nyonya kim datang menghampiri kedua anaknya yang sedang bertengkar, Tuan dan Nyonya Kim terbangun saat mendengar ada keribuatan di lantai 3.


Begitupun dengan Namjoon dan Lova mereka datang menghampiri sumber keributan.


"Taehyung...apa yang kau lakukan dikamar kaka mu? " Teriak Tuan Kim.

__ADS_1


Taehyung semakin frustasi, dia tidak tau mengapa dirinya melakukan itu, bisa-bisanya dia masuk ke kamar Laras dan membuat Laras ketakutan.  dia juga sudah berani memukul kakanya? Ada apa denganya? Bukankah dia sudah bertekad untuk mengikhlaskan Laras, tapi sekarang? Mengapa dia seperti ini? Minuman sialan itu membuatnya hilang kendali dan tidak bisa mengontrol kesadaranya.


"Jawab Taehyung! Kenapa kau membuat keributan tengah malam begini?" Tuan Kim semakin meninggikan suaranya .


Nyonya Kim datang memeluk Taehyung untuk menenangkan anaknya.


" Aku......arrrggghhh...." Taehyung frustasi, dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya, bahkan dirinya pun tidak tau mengapa dia barada di kamar ini.


Diapun pergi meninggalkan kamar Laras dan kembali ke kamarnya, Taehyung mengunci dirinya didalam kamar. Ibunya menyusulnya namun Taehyung tidak menghiraukanya.


Hanya Nyonya Kim yang mungkin sedikit mengerti dengan perasaan Kim Taehyung.


"Maafkan aku ayah...aku yang salah, aku yang sudah membuat Taehyung seperti itu".


Ucap Jin.


Semua orang yang ada disana kembali ke kamarnya dan kini hanya menyisakan Laras yang masih terisak terdiam di tempat tidurnya.


Jin perlahan menghampiri Laras dan mencoba menenangkanya.


Namun tanpa diduga Laras memeluk Seokjin, Jin terkaget dan tidak menyangka Laras  akan memeluknya, laras menangis di pelukanya.


" Aku takut....aku sangat takut" Ucap Laras terisak, dengan sedikit ragu Jin mengelus lembut puncak kepala Laras. Sejauh ini Jin baru melihat sisi lemah dari wanita yang selalu menampakan wajah juteknya, kini dia tau ada sisi lembut dalam diri istrinya itu


"Maafkan aku, aku terlalu lama meninggalkanmu" Seokjin mendekap Laras.


Entah mengapa Laras merasakan kehangatan dalam dekapan Seokjin, dia merasa sangat terlindungi tatkala Seokjin mendekap tubuhnya.


Apa karena perlakuan Taehyung yang sangat menakutkan sehingga dirinya merasa nyaman dalam dekapan seokjin? Atau memang ada hal lain?


Mengapa dia jadi takut terhadap pria yang selama 4 tahun menjadi kekasihnya dan malah merasa nyaman dengan pria yang baru 1 minggu menjadi suaminya?


Entahlah yang pasti untuk saat ini Laras merasakan kenyamanan berda di dekapan suaminya, dan rasanya dia tidak ingin melepaskan pelukanya.


**


Mentari pagipun kembali menampakan sinarnya, terlihat sepasang suami istri masih terlelap dalam tidurnya, Laras terlelap dalam pelukan suaminya, pemandangan yang cukup langka, mereka tertidur dengan saling memeluk satu sama lain, tangan kiri Seokjin menjadi tempat tumpuan kepala Laras, lalu tangan kananya memeluk erat tubuh Laras yang juga memeluknya dengan sangat erat.


Laras mulai terbangun dan sedikit demi sedikit mulai membuka matanya, namun tunggu, kenapa badanya terasa berat? Dan benda kenyal apa yang ada di depan wajahnya?  Dia juga mencium aroma tubuh yang sangat khas dan membuatnya sangat nyaman.


“selamat pagi istriku ” ucap Seokjin sembari tersenyum, Laras langsung kikuk, dia menengadahkan wajahnya. Terlihat seokjin yang sedang tersenyum melihatnya. Tanganya masih memeluk seokjin dan seketika dia tersadar dan langsung  melepaskan pelukanya .


“ maaf…. “ ucap Laras sedikit malu dan ingin bangkit dari tidurnya namun sektika Seokjin menarik Laras kembali ke dalam pelukanya.


“ biarkan seperni ini sebentar saja,,,“ ucap Seokjin sembari mengelus lembut puncak kepala Laras, Laras hanya terdiam , dia hanya memandang wajah Seokjin, seolah tersihir Laras terus menatap seokjin yang juga menatapnya, pandangan mereka bertemu.  Jin cukup senang karena saat ini istrinya terlihat lebih lembut tidak seperti biasanya.


cukup lama laras menatap wajah suaminya, atensinya teralihkan tatkala melihat sudut bibir suaminya yang terluka, mengeluarkan sedikit darah akibat dari pukulan Taehyung semalam.


“ bibir kamu terluka? Kenapa gak di obtain lukanya? “  Tanya Laras dengan sedikit ketus, sifatnya kembali seperti biasa. Jinpun tersadar akan perubahan sikap Laras. 


“ kamu lupa semalam kamu meluk aku erat banget sampai gak bisa dilepas, bagaimana aku bisa mengobati lukaku? “ jawab Jin sembari memperlihatkan puppy eyes nya.


“ P3K nya dimana? “ Tanya Laras sembari bangkit dari tidurnya.


“ Di laci sebelah kanan no 2” jawab Jin.


Laraspun bangkit untuk mengambil alat P3K . dia menghampiri Seokjin dan mengobati luka yang ada di sudut bibirnya.


“ aa…a… perih” Jin sdikit menghindar.


“ ma.. maaf “ laras berhenti sesaat lalu kembali mengobati luka suaminya itu. Laras sedikit merasa bersalah karna dirinya Jin terlibat pertengkaran dengan adiknya sendiri, dirinya terjebak dalam cinta antara dua saudara.


Jin memicingkan matanya melihat Laras yang sedang serius mengobatinya, dibandingkan dengan lukanya dia sungguh tidak peduli, yang terpenting saat ini dia mendapatkan perhatian dari istrinya. Seokjin tersenyum dalam hatinya.


**


Setelah kejadian itupun Taehyung merasa sangat menyesal dan merasa sangat bersalah, beberapa kali dia meminta maaf kepada Laras dan berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi.


Setelah lama dia memikirkan dan merenungkan Taeyungpun  berjanji kepada Laras dan  Seokjin untuk tidak masuk lagi kedalam kehidupan Laras, dia sudah mengikhlaskan Laras, kini dia akan melupakan kenangannya bersama Laras dan akan menerima Laras sebagai kaka iparnya.


Laras dan juga Jin pun menerima permintaan maaf Taehyung dan melupakan kejadian yang sudah menimpanya beberapa hari lalu.


Kini mereka menjadi sebuah keluarga yang saling menerima.


Taehyung mengaggap Laras sebagai kaka iparnya begitupun dengan Laras yang sudah mengaggap Taehyung sebagai adik iparnya.


Biarlah perasaan yang selama ini tumbuh di dalam hati mereka perlahan akan hilang dengan sendirinya.


Semua butuh proses bukan?

__ADS_1


Dan setelah kejadian itupun Seokjin memutuskan untuk membawa Laras pindah menempati rumah nya sendiri yang sudah lama di persiapkanya.


Begitupun dengan Namjoon dia juga akan segera pindah menempati rumah yang sudah lama dibangun untuk kehidupanya bersama istrinya.


__ADS_2