Hurt

Hurt
128


__ADS_3

" Sayang ... "


" Hemmm ... diem dulu ini baru dipakein dasinya , kalau gerak gerak nanti bisa miring " kita Anna yang sekarang sedang memasangkan dasi di leher suaminya .


" lkut aku ke kantor saja ya ?? "


" Nanti kan sudah mulai aktif kuliah lagi Kak , nanti Kak Safa mau samperin kesini . Kita mau berangkat bareng "


" Tapi nanti di rumah .... "


" Kak Abbio masih takut kalau aku terhasut sama Nyonya Dwayne ?? Atau takut aku di apa apain sama dia !? "


" Kita tidak tahu rencananya sayang "


" Aku bisa menjaga diriku , lagipula kau juga sudah membuat aturan agar dia tidak masuk ke mansion utama bukan ? Nanti siang jika selesai kuliah aku susul kakak di kantor "


Abbio merengkuh tubuh sang istri setelah wanita cantik itu selesai memasang dasi untuknya . Dua kening itu bertaut seakan menyalurkan rasa cinta mereka yang begitu besar .


" Yang kau maksud kau akan kembali bertemu dengan pemuda pemuda kampusmu sayang ?? "


" Cemburu ?? Tidak perlu .... karena disana tidak ada pria setampan dan sekaya suamiku ini "


Abbio terkekeh mendengar jawaban sang istri hingga digigitnya lembut pundak wanitanya . Sesaat kemudian kemesraan mereka terganggu oleh suara. dering ponsel milik Abbio yang masih tergeletak di atas nakas .


" Ya halo , kenapa menelponku sepagi ini ?? "


" ...... "


" Ya sudah aku kesana sekarang "


Setelah menutup ponselnya Abbio kembali menghampiri istrinya .

__ADS_1


" Sayang aku harus segera berangkat ke kantor , ada tamu yang sudah menungguku di sana "


" Pagi pagi begini sudah ada tamu Kak ?? Terus sarapannya bagaimana !? Kan Kak Abbio belum sarapan nanti ....emmpptthhh "


Sesaat mereka saling menautkan lidah dengan penuh kelembutan dan Abbbio mengakhiri ketika Anna sudah kehabisan nafasnya .


" lni cukup untuk membuatku semangat hari ini ! Jangan mendekat lagi padanya , dia memang hanya seorang wanita tua tapi kita tidak tahu seberapa berbahayanya dia . Jika aku sudah tahu rencananya aku akan melemparnya ke gurun Afrika "


" lyaaaa ... l love you Hubby "


" l love you too sayang "


Setelah mengantar sang suami sampai ruang depan , Anna segera kembali ke kamar untuk bersiap siap kuliah hari ini . Kamarnya ini berhadapan langsung dengan kolam renang sekaligus halaman belakang . Jadi dari kamar ia bisa melihat suasana ditempat sejuk yang terhampar di depannya .


" Dwayne .... "


Anna melihat raut kesedihan yang mendalam pada wanita mantan kepala maid itu . Dahinya berkerut saat mengingat keganjilan pada wanita parubaya itu ketika kemarin mereka bertemu dan berbincang di samping kolam renang .


Jika ia tidak salah lihat ada keanehan pada diri wanita tua itu . Dulu Dwayne selalu menggunakan setelan resmi dengan rok yang panjangnya hanya beberapa inchi di bawah lutut . Tapi kemarin wanita itu tampak mengenakan rok panjang hingga menutupi betisnya .


Anna bisa melihat kebencian dan keputus asaan di raut renta itu . Tak ada seorang ibu yang rela kehilangan anaknya , apalagi Gracia adalah putri satu satunya milik wanita itu .


*


Di sebuah apartemen mewah Zahid sedang menikmati momen paginya . Dia sedang menatap sang istri yang sedang ' berperang ' di dapur miliknya . Hatinya menghangat ketika melihat dan merasakan betapa Safa sangat menyayanginya .


Semua keperluannya dari bangun pagi sampai malam hari di urus oleh istrinya . Bahkan kadang urusan kantor pun sang istri sering mengingatkannya .


" Jangan di lihat terus Za nanti kepengen lagi !! "


Zahid hanya terkekeh mendengar celetukan istrinya , tanpa melihat pun ternyata wanita belahan jiwanya itu tahu jika ia sedang memperhatikannya .

__ADS_1


" Baru dua kali semalam , biasanya juga sampai pagi ! "


Safa mematikan kompor dan mengambil dua piring , pagi ini dia membuat nasi goreng untuk sarapan mereka berdua . Untuk urusan makan memang Safa menangani sendiri karena menurutnya cinta dan makanan enak itu sangat berhubungan erat . Melayani kebutuhan suami sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya .


Saat siang ada maid yang akan membereskan dan membersihkan apartemen megah itu , tapi maid itu akan pulang sebelum Zahid pulang dari kantornya .


" Mentang mentang kakinya sembuh mau nambah terus !! Nanti aku sudah mulai kuliah lagi Za " kata Safa sambil menata piring berisi nasi goreng .


" Sayang ... "


" Heemmmm ... O iya maaf aku lupa susunya , kau mau yang putih atau coklat Za !? Kemarin aku juga beli susu pisang di minimarket depan .


Sebelum berbalik badan menuju lemari pendingin Zahid meraih dan menarik pelan tubuh istrinya .


" Aku butuh susu tapi bukan yang ada di lemari pendingin sayang "


" Tidak usah macam macam , kita belum sarapan ! Sebentar lagi kau berangkat ke kantor kan !? Kalian sudah menemukan bukti kejahatan anak kepala maid itu ? "


" Pagi ini orang suruhan Kak Abbio berjanji untuk menuntaskan semua penyelidikannya . Semoga saja masalahnya tidak berlarut larut . Sekarang kita tuntaskan urusan kita dulu sayang ... "


" Tunggu sebentar ...."


Dahi Zahid berkerut ketika melihat sang istri memindahkan piring sarapan dan vas bunga yang ada di tengah meja makan . Tapi setelahnya ia tersenyum lebar ketika sang istri sudah duduk di atas meja tepat di depannya .


" Kau ingin hidangan pembukanya terlebih dahulu suami tercintaku ?? "


Safa menurunkan dress pendek model talinya hingga tubuh itu kini hanya tertutup dia penutup terakhirnya .


" Apa ini artinya kau menantangku sayang !? "


" Tadi kau yang memintanya Tuan Zahid ! Bercinta di atas meja makan sepertinya cukup menguji adrenalin " kata Safa yang sudah duduk di pinggir meja dengan dua kaki terbuka .

__ADS_1


" Boleh aku buka semua penutupnya !? "


" Tidak usah bertanya jika kau tahu jawabannya ... "


__ADS_2