
" Kak , kenapa Gracia tidak di kembalikan saja di mansion yang ada di Perancis ? " tanya Anna yang sibuk ' melayani ' sang suami di kamarnya .
Saat ini putra pertama Al Shamma itu sedang berbaring dengan kepala di atas pangkuan istrinya . Anna sedang memijat lembut wajah sang suami dengan menggunakan lotion pembersih muka .
Wajah garang itu terlihat mengenakan bando berwarna pink yang melingkar di kepalanya . Anna memaksa sang suami untuk relaksasi dengan caranya dengan alasan agar suaminya kembali rileks setelah menahan marah seharian karena masalah Gracia .
Anna mencubit lengan sang suami ketika pertanyaannya tak mendapat sebuah jawaban , pria itu tampak.sangat menikmati pijatan lembut di area wajahnya .
" Akkhh sayaanngg ... kok nyubit sih ! Katanya di suruh rileks biar awet muda , kan tadi kamu sendiri yang bilang aku tidak usah terlalu memikirkan masalah wanita ular itu "
" Namanya Gracia Kak .. "
" Sama saja ... wanita ular !! "
Setelah selesai membersihkan wajah suaminya Anna menciumi seluruh bagian wajah suaminya hingga Abbio gemas dan bermaksud ingin menahan tengkuk wanitanya agar bisa meraih bibir kemerahan itu .
" Awass ihhh .. ini bagian dari treatment !! Bukan acara mesum mesuman " gerutu Anna .
" Ckk bukan mesum sayang , kan aku cium istriku sendiri "
" Ujung ujungnya juga minta begituan .. " sungut Anna .
Tapi Abbio tak pantang menyerah ,ia bangkit dan menindih tubuh sang istri di bawahnya . Sedangkan Anna tertawa ketika melihat sang suami yang tanpa sadar masih mengenakan bando warna pinknya .
__ADS_1
" Boleh ya sayang , aku sudah rileks banget ini ! Sekarang pengen yang gemes gemes sama kamu "
" Sekarang ?? "
" Ya masa besok sih , udah on begini ! "
" Ya sudah tapi kita ke bawah dulu ! O iya suruh para penjaga sama maid jauh jauh dari mansion utama ... "
Abbio mengernyitkan dahinya heran , tak biasanya istrinya meminta hal ini padanya . Biasanya Anna tak terganggu dengan keberadaan para maid ataupun penjaga sekalipun .
" Kau masih takut Gracia ada di sekitar sini ? Tenang saja sayang dia sudah pergi jauh "
" Hisshh bukan itu .... cepetan ke dapur " kata Anna menarik tangan suaminya untuk keluar kamar .
Sampai di lantai bawah pria itu memanggil salah satu penjaga yang ada di pintu samping dan mengatakan apa yang tadi istrinya minta , yaitu membersihkan mansion utama dari maid dan para penjaga . Walau sedikit aneh dengan permintaan sekaligus penampilan tuannya yang masih mengenakan bando pinknya tapi para penjaga menuruti kemauan tuan mudanya .
Dahi pria itu mengernyit ketika melihat istrinya terlihat bingung di area dapur . Anna sedang berdiri mematung di depan meja makan , pandangannya kosong seperti sedang memikirkan sesuatu .
" Sayang kok malah melamun !? Katanya mau masak ... maid dan penjaga sudah tidak ada disini . Kau bisa melakukan apapun sesukamu "
" Tapi bukan itu ... aku bingung , adanya cuma meja dan kompor . Terus itunya dimana ??! "
__ADS_1
" ltu ?? ltu apa sayang ? "
Dengan muka merah padam Anna tertunduk malu , dia hanya menggelengkan kepalanya . Tidak mungkin dia berterus terang ingin bercinta di ruangan ini .
Melihat muka merah dan malu malu wanitanya Abbio mulai tahu kemana arah pembicaraan ini . Perlahan ia rengkuh tubuh istrinya sambil menggigit cuping telinganya gemas .
" Gadis nakal !! Siapa yang mengajarimu tentang ini !? "
" Ehhmm ... itu katanya biar enggak bosen itunya jangan di kamar terus "
Abbio terbahak mendengarnya , pantas saja semalam Anna berinisiatif untuk memimpin permainan ranjang mereka . Ternyata gadis itu sudah belajar pada seseorang , dan ia tahu benar siapa dia .
" Jagi malam ini kau ingin bermain disini sayang !? "
" Ckk .. enggak jadi . Kak Abbio bisa lihat kan kalau disini hanya ada meja sama kompor ? Ya masa kita begituan di atas kompor sih . Bayangin saja udah ngeri "
" Jangan hanya membayangkan ! "
Abbio mengangkat tubuh Anna ke atas meja , seringainya terlihat sangat lebar . Dengan gerakan perlahan ia menyingkap gaun tidur sang istri dan diturunkannya kain segitiga berenda penutup area bawah dengan warna kuning muda .
" Kak mau apa !?? " pekik.Anna mendorong pelan dada suaminya ketika dua kakinya diangkat dan di buka lebar .
" Makan malam sayang ... " sahut Abbio menarik kursi dan duduk tepat dibawah istrinya .
__ADS_1
" Kak itu ... Akkkklhhhh "
"