Hurt

Hurt
Hurt 19


__ADS_3

Hari sudah mulai malam.


Lirie baru saja menyelesaikan pekerjaanya.


Cukup melelahkan. Jadwal hari ini cukup padat.


Kini dirinya tengah bersiap untuk pulang.


Jimin mengiringi Lirie karena sebelumnya Jimin sudah berjanji akan mengantar Lirie pulang.


Setelah sampai di parkiran saat Jimin akan menghampiri mobilnya. Taehyung memangil dari belakang. Taehyung yang juga ingin memngambil mobilnya bergegas pulang.


" Jim..Suga hyung memeintamu untuk menemuinya sekarang. Ada hal penting yang harus segera di seleaaikan . Sepertinya kau harus kembali lembur" Ucap Taehyung dan sontak membuat Jimin kesal.


" Apa tidak bisa dibicarakan besok saja V? "


Jimin kesal. Bagaimna tidak Jimin akan mengantarkan Lirie pulang namun karena hal mendesak tetkait pekerjaan Jimin tidak jadi mengantar Lirie.


" Kalau bisa besok aku tidak akan menyuruhmu" Ucap Taehyung datar.


" Maafkan aku...ternyata aku masih ada pekerjaan tidak bisa mengantarmu" Ucap Jimin terlihat menyesal.


" Tidak apa Jimin'aah... Aku akan menyuruh seseorang menjemputku" Jawab Lirie lembut.


" Bagaimna kalau kau ikut dengan Taehyung saja.. Kebtulan kan rumah kalian searah" Usul Jimin.


Taehyung sempat kaget dan merasa keberatan. Namun karena bujukan dan rayuan Jimin akhirnya dia mau mengantarkan Lirie pulang. Dengan alasan rumahnya searah. Dan karena mengkhwatirkan Lirie.


Lirie awalnya ingin meminta Jungkook untuk menjemputnya. Namun dia urungkan karena sebeanrnya agensi melarang orang luar untuk masuk ke dalam dan tidak sembarangan orang bisa mengantar jemutnya.  Mengingat kini dia seorang selebritis akses nya semakin terbatas. Dan dia tidak bebas untuk pergi jalan-jalan kemanapun yang dia suka. Terlebih bersama Jungkook kekasihnya.


Sebelum Lirie mempunyai asisten dan manager sendiri Jimin yg akan selalu menjadi manager skaligus supir yang mengantar jemputnya.


Kini tidak ada pilihan lain selain ikut dengan Taehyung.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang bersuara.


Taehyung fokus dengan mobilnya dan Lirie fokus dengan fikiranya.


Pandanganya lurus ke depan.


Berada satu mobil dengan pria dingin seperti Taehyung sungguh Lirie merasa tidak nyaman.


Hawa nya cukup mencekam. seperti dikuburan. Hening dan seram.


Dia juga tidak berani berbicara apapun kepada Taehyung.


Jarak dari tempat kerja ke rumahnya kurang lebih 40 menit namun begitu terasa lama karena keduanya hanya saling terdiam.


Sesekali Lirie melihat wajah Taehyung yang fokus menyetir dari kaca depan.


Saat Lirie sedang memperhatikan Taehyung tiba-tiba mata Taehyung menatap matanya dari kaca dengan tatapan dingin dan tajam.


Lirie langsung ciut dan menundukan kepalanya.


" Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"  Tanya Taehyung memecah keheningan.


Lirie kaget dan langsung menatap Taehyung.


" Emmm...aku tau kau pasti tidak mengingatnya. Namun kita memang pernah bertemu sebelumnya"  Jawab Lirie.

__ADS_1


" Benarkah...kapan? " Tanya Taehyung tanpa melihat Lirie.


Lirie cukup kecewa bagaimana dia melupakan dirinya begitu saja? Dia yang tiba-tiba memeluk dan menariknya mengajak bersandiwara. Dan sekarang dia berlagak tidak ingat. Sungguh pria yang sangat aneh.


" Luapakan...itu tidak pnting juga" Balas Lirie tidak ingin terlalu terlihat terhanyut dalam situasi waktu itu.


Taehyung kembali terdiam tidak menanyakan apa-apa lagi.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Taehyung sampai dirumah Lirie sekaligus rumah Hoseok rekan bisnisnya.


" Taerimaksih sudah mengantarkan ku. Maaf merepptkan mu"  Ucap Lirie sembari beranjak turun dari mobil mewah Taehyung.


Lirie menutup pintu mobil lalu Taehyung menjalankan mobilnya. Namun lirie kaget karena sebagian bajunya nyangkut dan terjepit di pintu mobil Taehyung.


" Tae tolong hentikan!" Gedor Lirie yeng mengikuti arah laju mobil.


Untung saja Taehyung masih pelan malajukan mobilnya sehingga Lirie tidak terseret.


Hanya membuat bajunya sobek.


Taehyung yang mengetahui langsung turun dan melihat Lirie yang sedang panik.


Taehyung tidak sengaja melihat paha mulus Lirie yang terpampang jelas akibat gaunya yang sobek hampir sepinggang.


Lirie yang mengetahui Taehyung melihtnya langsung menutupi bagian pahanya.


" Maafkan aku..kau tidak apa-apa ? Ada yg terluka" Tanya Taehyung tanpa mngalihkan sikap dinginya.


" Tidak..hanya saja bajuku...." Ucapan Lirie terhenti karena Taehyung membuka jas bajunya dan langsung memakaikan ke pinggang Lirie agar menutupi bagian gaun yang sobek.


Lirie tertegun dengan apa yang dilakukan Taehyung. Pria dingin dan cuek ini ternyata masih punya hati dan bisa mengerti keadaan.


" Masuklah...besok aku akan mengganti gaunmu yg robek". Ucap Taehyung


Saat ingin membuka gerbang Jungkook datang menghampiri Lirie dari samping dan mengagetkanya.


" Jungkook'aahh...kau mengagetkan ku" Lirie memegang dadanya karena terkaget.


" Siapa dia ?" Tanya Jungkook dengan wajah dingin. Tak kalah dingin dari Taehyung.


" Emmm dia..dia atasan ku sayang... Kenapa kau bisa tiba-tiba sisini?" Tanya Lirie mengalihkan.


Lirie tau Jungkook sedang kesal terlihat dari ekspresi wajahnya.


" Jangan mengalihkan. " Jungkook melihat Jas yang dikenakan Lirie di pinggangya.


" Kenapa Jas nya bisa dipakai oleh mu?" Jungkook memegang Jas Taehyung dan tak sengaja menyibakan gaun yang sobek . Terlihat paha Lirie. Jungkook marah.


" Apa yang sudah dia lakukan padamu? Dia memperkosamu?"  Jungkook semakin emosi. Dia tidak bisa menerima. dia paling tidak suka kekasihnya di sentuh orang lain.


" Tidak...tidak syang dngarkan aku.. ".


Lirie menjelaskan semuanya mengapa dia bisa memakai jas Taehyung. Jungkook cukup reda dan tidak terlalu marah lagi.


" Lalu kenapa dia bisa mengantarmu? " Jungkook masih penasaran.


" Karena kebtulan satu arah. Dan aku belum punya supir pribadi atau asisten pribadi jadi aku di antar oleh atasanku". Jawan Lirie sdikit gugup. Dia takut Jungkook salah paham.


Dia tau betul kekasihnya itu sangat cemburuan sama sepeeti dirinya.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu bsok aku akan menjemputmu"  Ucap Jungkook.


" Hmmmm sbtulnya agensi melarangku di jemput orang luar..tapi... Baiklah..Aku sangat merindukanmu..bsok aku ingin pergi bersamamu" Senyum Lirie.


Jungkook memeluk Lirie...membelai rambutnya. Entah mengapa akkhir -akhir ini Jungkook merasa tidak tenang. Dia sangat khawatir dan takut kehilangan Lirie.


Dia selalu memikirkan Lirie yang tidak tidak.


" Kau baik baik saja kan dsna? Kau tidak berpaling dariku kan? " Tanya Jungkook masih membelai rambut Lirie.


Dia memeluk Lirie erat. Wajah Lirie tenggelam dalam dada bidang Jungkook.


Wangi khas kekasihnya selalu dia rindukan.


" Aku baik-baik saja.. Dan aku tidak mungkin berpaling dari mu Jungkook'aah.. Aku sangat mencintaimu...dan aku juga sangan merindukanmu" Ucap Lirie masih dalam dekapan Jungkook . Dia merapatkan pelukanya.


" Bilang sekali lagi!" Jungkook menatap Lirie


" Aku baik - baik saja"


" Bukan.."


" Aku mencintaimu...aku merindukanmu"..


" Sekali lagi" Pinta Jungkoook.


" Aku mencintaimu..dan aku merind......"


Belum sempat Lirie melanjutkan kata-katanya Jungkook sudah lebih dulu ******* bibirnya.


Kini ciuman panas itu kembali terjadi.


Jungkook seolah haus. Bibir Lirie menjadi candu baginya.


Tangan Lirie menggengam erat dada Jungkook yang sedang menggitnya dengan gigitan nikmat.


Lama merka berpagautan sampai akhirnya Jungkook melepaskan ciumanya karena Lirie merasa sesak akibat ulahnya yang tidak memberikan celah untuk bernafas.


Lirie terengah-engah.


Jungkook kembali memeluk Lirie dan mencium puncak kepalanya.


" Sayang aku lelah...aku harus segera masuk. Takut ada ka Hobby juga"


" Baiklah..kau istrhat..bsok aku akan mnjemputmu"


Lirie mengangguk. Setelah perpisahan berat dia harus masuk kedalam rumah karena sudah malam.


Jungkook memperhatikan Lirie sampai masuk ke dalam rumahnya lalu dia beranjak pergi.


Setelah sampai di dalam kamar Lirie memegang dadanya. Entah mengapa jantung nya seakan berdetak tak karuan.


Entah karena ciuman panas yang Jungkook berikan untuknya.


Atau karena Kim Taehyung yang memberikan jas mahalnya untuk menutupi bagian tubuh yang tidak boleh dilihat orang lain.


Entah lah...yang pasti saat ini Lirie senam jantung.


Dia mencium jas Taehyung yang sangat wangi . Aroma yang khas cocok dengan karakter pria dingin. Lirie tersenyum dan menggantungkan jas Taehyung di dekat bajunya.

__ADS_1


Namun bayangan Jungkook juga terlintas dalam ingatanya saat dia menatap Jungkook yang sednag menciumnya.


Pria itu juga sangat bisa membuatnya melayang.


__ADS_2