
" Kak .... "
Saat ini pasangan pengantin baru itu sedang ada di atas ranjangnya . Setelah makan malam dia menggiring sang istri untuk masuk ke kamar . Seperti malam malam sebelumnya Abbio tidak bisa jika tidak menyentuh tubuh istrinya .
" Ya sayang , kau mau lagi ?? ... Aaakkhh "
Anna mencubit perut liat suaminya yang menggodanya lagi , padahal baru saja mereka menyelesaikan permainan mereka yang ketiga . Bahkan mereka berdua masih polos di dalam satu selimut .
Abbio tertawa melihat bibir sang istri yang sudah mengerucut , bagaimana tidak kesal jika janjinya hanya hisapan jempol belaka . Saat permainan pertama selesai ia minta tambah satu lagi ronde dan berjanji akan mengakhiri setelahnya .
Dan saat permainan kedua selesai nyatanya pria itu belum puas juga , tubuh mungil itu seakan menyihirnya untuk terus menyentuhnya .
" Keringatnya saja belum kering mau minta lagi ... " gerutu Anna sebal .
" Jadi kalau udah kering boleh minta lagi ?? Ok kamu sendiri yang bilang "
" Kaaaakkk !!! "
Abbio tertawa dan merengkuh tubuh polos istrinya , diciuminya seluruh bagian wajah menggemaskan sang istri tanpa terkecuali . Dan satu tangan Anna membekap mulut sang suami yang ingin kembali bertukar saliva dengannya .
__ADS_1
" Cubit lagi nih yaaaa ... nakal banget sih !! Udah tiga kali minta lagi . Capek tau !! "
Bukannya marah Abbio malah menggigit gemas tangan istrinya hingga sekali lagi cubitan keras mendarat di perutnya .
" Kak !! Serius iniiiii .... "
" lya sayaaaannnggg !! Kenapa ?! "
" Memangnya benar kalau Gracia meninggal karena di bunuh !!? Tadi Nyonya Dwayne nangis nangis "
Abbio terdiam , sudah bisa ia tebak jika sasaran wanita tua itu adalah istrinya . Dwayne tahu sumber kebahagiaannya adalah istrinya , jika ia bisa menghancurkan Anna berarti dirinya ikut hancur .
" Apa dia bercerita sesuatu padamu !? "
" Kau percaya !??
" Jika aku percaya padanya maka aku melakukan kesalahan yang sama seperti yang pernah kau lakukan padaku ... "
" Sayaaaanngg ... kan sudah minta maaf " Abbio merajuk pada istrinya , ia tidak suka jika di ingatkan dengan kesalahannya dulu .
__ADS_1
" Bukan aku bermaksud untuk mengingatkan Kak ! Tapi bodoh rasanya jika kita jatuh kembali di lubang yang sama . Kau suamiku , itu artinya aku harus percaya kepadamu "
" Pria itu bukan suaminya , dia memanfaatkan Dwayne untuk menyusup ke mansion ini . Daddy bukan orang yang akan membunuh orang tanpa sebab , untuk menebus rasa bersalahnya dia dan Mommy mengijinkan Gracia diasuh di mansion . Tapi buah tak jatuh dari pohonnya , waktu itu dia pernah mencoba menjebakku dengan obat laknat yang bisa membuatku tergila gila padanya . Maka dari itu terpaksa aku kirim dia dan ibunya ke Perancis "
Abbio menggeram tertahan ketika sang istri mengendus leher dan tengkuknya , nafas hangat istrinya mampu membangkitkan sesuatu yang sempat tertidur sebentar . Dan senyumnya melebar ketika melihat tubuh polos sang istri naik ke atas tubuhnya .
Dengan penuh kelembutan bibir candunya itu mencium setiap jengkal tubuhnya , dan geramannya semakin keras ketika tangan mungil sang istri sudah mengurut lembut miliknya yang memang sudah terbangun sejak awal sang istri menyentuhnya .
" Sayaaaanngg .... "
Gerakan lambat tangan mungil itu semakin lama semakin cepat hingga ia akan mencapai puncak hasratnya . Tapi sebelum ia mencapai titik puncak tertinggi tangan mungil itu malah berhenti ....
" Nanggung sayang !! "
Dengan sudah payah Anna memposisikan dirinya agar lebih mempermudah penyatuannya . Tadi siang Safa mengajarinya gaya seperti ini , gaya dimana dia bergerak di atas suaminya . Dan adik iparnya itu ternyata sangat benar selain dia sangat menikmati sensasi rasanya , sang suami juga tampak tak berdaya di bawahnya .
" Sayaanngg akkhhh ... jangan diputar .. itu sangat arrghhhhh "
Abbio melengguh keras ketika dia tak mampu lagi menahan gulungan rasa nikmat gerakan sang istri yang menari diatasnya . Gerakan yang tak cepat , tapi juga tidak bisa di bilang lambat diiringi gerakan memutar pinggul sang istri yang membuat otaknya benar benar ' meledak ' .
__ADS_1
" Lagi Kak ?? " goda Anna yang merasa menang .
" Mulai nakal yaaa ... "