
"hey... jeno..." kania membangunkan jeno yang tertidur selama pelajaran terakhir mereka.
"hmmm"
"ayo pulang"
"iya tau"
"ya ayo kalau tau, makin hari makin nyebelin" gerutu kania.
"bawain tasku dong" kata jeno menyodorkan tas kosongnya.
"hah? gila ya? pengen banget ya liat tas kamu gak berbentuk?" kata kania yang menyodorkan tangannya hendak mengambil tas jeno dengan tatapan mengancam.
"yaudah kalau gak mau kan tinggal bilang, pakai ngancam lagi. gak lucu banget bercandanya" kata jeno memakai tas kesayangannya.
"mau pulang pakai apa?" tanya jeno lagi
"jalan aja yuk" ajak kania
"gak modal banget gak sih? pulangnya jalan kaki" ejek salah satu teman sekelas mereka.
"kasian tuh tumit udah pecah-pecah minta ampun" sambar ando.
"heleh, gak cowok, gak cewek sama aja" gumam kania.
"ayo kania, pulang" jeno menarik tas kania karena tak ingin meladeni ando dan temannga, yang tentu saja disambut tatapan mematikan dari kania.
"santai aja liatnya, aku emang ganteng. gak usah sampe gitu liatnya"
"makin hari otak kamu makin geser yah jen?"
"heleeh,, otak yang kamu bilang geser ini pernah juara olimpiade matematika. masih inget kan?"
"bukan otak kamu aja yang geser, kesombongan kamu juga naik"
"lah kenyataan woi"
mereka berbincang tentang hal yang tak penting. tak seperti anak yang lain, mereka memamerkan barang mahal, menyombongkan diri dan masih banyak lagi.
"gila gak sih nih sekolah" bisik jeno.
"besok kamu keluar aja gimana?" tanya kania
"ya gak lah. gila kali aku keluar, segitu amat"
"kan kamu yang bilang sekolah ini gila"
"jeno ya?" saat sedang asyik 'perang' dengan kania, tiba-tiba seorang senior cantik menghampiri kania dan jeno.
__ADS_1
"iya, saya jeno kak. ada apa ya?" kata jeno sopan.
"ini ada formulir buat kamu, dan kania" kata sang senior.
"loh formulir apa ya kak? aku gak masuk club sekolah kak" kata kania heran.
"oh panggil aku jessica aja. itu formulir osis kok. kalian ditunjuk jadi ketua sama wakil osis" kata senior yang memperkenalkan diri bernama jessica itu.
jeno dan kania saling tatap.
"maaf kak, aku gak mau" entah bagaimana mereka menjawab kompak, membuat jessica tertawa gemas.
"kalian imut banget, pasangan serasi" kata jessica
"pasangan? kita gak pacaran kak" sanggah mereka berdua lagi.
"lagi paduan suara ya?" tiba- tiba saja mark sudah ada di belakang jeno dan kania.
"kak mark" sapa kania.
"hay kania, jadi anggota osis yuk?" ajak mark.
"ehm, maaf kak aku gak bisa" tolak kania dengan berat hati, padahal ia ingin masuk organisasi osis agar bisa bertemu mark.
"aku juga gak bisa kak" jeno juga ikut menolak.
"heheh.. kakak nyebelin yah?" kata jeno dengan senyum lebarmya, tapi kania tau jeno sedang kesal.
"kata anak-anak aku gak nyebelin kok"
"kok kakak narsis banget?"
"narsis gak bayarkan?"
"hahah,, kakak receh banget" jawab jeno malas.
kania sangat menyukai mark, siapa yang tidak menyukai sang ketua osis ini? cowok tampan yang baik hati dengan wibawa seorang pemimpin. sedangkan jeno, ia menyukai jessica sejak pertama kali ia masuk sekolah ini. gadis cantik yang terkenal seantero sekolah selain kania ini berhasil membuat jeno jatuh hati pada pandangan pertama.
"mau pulang bareng gak?" ajak Jessica.
"ehmmm, aku kayaknya gak bisa kak. aku pulang sendiri aja" tolak kania.
"jeno gimana?" tanya jessica pada jeno.
"ah aku temenin kania kak"
"kania aku yang temani saja" kata mark tiba-tiba. seketika itu juga wajah kania memerah karena malu.
"gak usah kak, aku sama jeno aja" kata kania sambil menunduk.
__ADS_1
"kamu gapapa? biar aku anter ya? kita pakai mobil aku aja" bujuk mark, jeno hanya menatap mark dan kania bergantian.
"eh? gak usah kak, kita bakal ke rental komik. ya kan jeno?" tolak kania dengan memberi alasan akan ke rental komik.
"iya kak, dia bakalan lama. aku biasanya nunggu sambil baca" jeno mengiyakan, walau sebenarnya ia ingin mark dan kania pulang bersama agar ia bisa bareng jessica. tapi ia tak bisa, ia dan kania berusaha menutupi identitas mereka dari siapapun.
"kak jessica juga pulang yah. aku sama kania" kata jeno menatap jessica dengan senyuman.
"baiklah, kalian hati-hati ya. aku sama mark duluan" kata jessica pamit dan pergi diikuti mark.
"hati-hati ya kania" mark mengelus kepala kania.
"iya kak, sampak besok ya"
jeno dan kania saling tatap dan menghembuskan nafas mereka.
"hampir aja ketahuan" kata kania
"besok kalau diajak pulang bareng lagi gimana?" tanya kania lagi.
"gak usah geer, mark gak bilang besok bakal ngajak pulang bareng kan? berharap amat" ejek jeno
"cih, sendirinya juga berharap kak jessica ngajak pulang bareng"
"heh, kamu liat aja, nanti juga yang pulang bareng dia itu aku. bukan kamu" jeno mulai membayangkan ia mengantar jessica pulang.
"dih halu pak... mana mau kak jessica sama kamu" ejek kania
"kamu pulang sendiri aja yah, aku minta dijemput" kata jeno kesal.
"gak deh, bercanda aja kok" kata kania menggandeng tangan jeno.
"jangan sentuh, aku jijik sama kamu" kata jeno dengan nada menjijikan.
"ck, emang bener-bener deh" kania jijik melihat tingkah jeno.
"otak lagi gak bener"
"hadeh, sendirinya otaknya lebih rusak"
"eh dasar kutu anoa"
"lah upil badak"
"makin ngeselin yah si daki onta"
"nah ngawur aja iler kuda"
__ADS_1
mereka terlalu sibuk bercanda di jalan, mereka tak sadar seseorang mengikuti mereka, bahkan sampai mereka sampai ke rumah.