Hurt

Hurt
122


__ADS_3

Rose menghembuskan nafasnya kasar , sampai matahari sudah muncul di cakrawala sang kekasih belum juga pulang . Padahal semalam dia mendengar bahwa pria itu hanya akan pergi sebentar .


Bosan berada di kamar akhirnya ia memutuskan untuk berjalan jalan ke pantai . Mungkin karena tidak ada seorang teman Rose menjadi bosan walau banyak sekali yang bisa ia lihat di pinggiran pantai .


lngin sekali ia berjalan jalan lebih jauh lagi , tapi ia takut jika kejadian waktu itu terulang kembali . Rose takut bertemu lagi dengan gerombolan pria dengan tatapan jahat padanya .


" Schat ... kau dimana , kenapa ponselmu tidak aktif !.Aku takut sendirian " lirih Rose merindukan kekasihnya .


Rose kembali melangkah karena kembali.ke hotel pun rasanya juga malah akan terasa sangat kesepian tanpa Bryan di disinya . Kali ini dia bukan menyusuri pantai seperti waktu itu , tapi ia mengikuti langkah orang orang di depannya .


Di masukinya setiap toko toko souvenir ataupun toko baju di sepanjang jalan yang ia lewati hingga kedua kakinya merasa sangat lelah . Matanya berbinar ketika melihat sebuah kafe yang ada di seberang jalan , haus dan lapar sudah ia rasakan karena kebetulan ia tidak memakan sarapan yang disediakan pihak hotel pagi tadi .


Rose mencari tempat duduk dimana ia masih bisa melihat ke arah keramaian orang di luar , mungkin dengan seperti itu dia tidak merasa sendiri lagi .


" Hei Nona kita bertemu lagi , boleh aku duduk menemanimu !? Sepertinya kau sendirian lagi !! "


Rose memalingkan wajahnya ketika tahu mengetahui siapa pria yang saat ini dengan lancangnya duduk di depannya .


" Boleh aku duduk di sini !? "


Rose merutuki pria itu , bagaimana ia bisa menjawab tidak jika dia sudah duduk di depannya . Dan diam adalah pilihan terbaik untuk menghadapi pria dengan kepercayaan diri tinggi itu . Walau tahu pria itu bukan pria jahat tapi ia tidak nyaman jika harus duduk bersama orang asing .

__ADS_1


" Sudah pesan makanan Nona ?? "


Karena gadis itu tetap diam , pria itu terlihat melambaikan tangan pada seorang waiter . Baru Rose sadari bahwa semua pegawai di kafe ini adalah seorang pria .


" Apa nona ini sudah memesan makanan !? "


" Belum ... "


" Bagaimana bisa kalian membiarkan dia duduk tanpa makanan di depannya ? "


" Karena kami rasa nona ini butuh waktu untuk duduk sendiri terlebih dahulu "


Rose tertuduk dengan muka mersh katena merasa malu , bahkan seorang waiter pun bisa membaca pikirannya .


" Baik Bos !! "


Kembali hening ketika waiter itu sudah meninggalkan meja mereka . Rose pura pura sibuk dengan layar ponselnya karena tidak mau berinteraksi dengan pria didepannya . Jika ingatannya tidak salah pria itu pernah menyebut namanya Gilang .


" Kau beruntung karena di cintai pria seperti dia , dia masih menjagamu walau ia tidak sedang disisimu . Kadang apa yang kau lihat sebenarnya tidak seperti apa yang kau pikir "


" Bukan urusanmu !! "

__ADS_1


" Raut wajahmu terlalu mudah di baca Nona , mungkin itu sebabnya dia memberimu pengawalan ketat untuk menjagamu dari orang orang yang ingin memanfaatkan dirimu !! "


" Termasuk dirimu !!! Kenapa kau selalu muncul di depanku ? Apa kau mengikutiku ? Dan aku bukan seorang ratu dengan puluhan bodyguard di sekitarnya "


" Tapi kau adalah ratu untuk kekasihmu "


Gilang hanya terkekeh melihat wanita cantik didepannya terlihat sangat sinis padanya . Tapi hal itu wajar karena mereka bertemu baru sekali . Wanita asing di depannya itu beda dari yang biasa ia temui .


Hampir semua wanita asing yang ia temui akan tertarik padanya . Mereka akan melakukan segala cara untuk lebih dekat dengannya , termasuk mendatangi kafe kafe miliknya sesering mungkin .


" Ada banyak meja di sana kenapa kau harus duduk didepanku ? Kau juga sudah tahu jika aku punya kekasih !! "


" Anggap saja balas budi Nona . Kau melihat wanita cantik di ujung ruangan ini ? Dari kemarin ia datang ke kafe ini karena terus saja memintaku untuk bercinta dengannya "


Rose terbatuk ketika mendengar kata kata cukup vulgar yang baru saja ia dengar . Pria itu terlalu bicara terbuka walau mereka masing asing dengan diri masing masing .


" Jangan terkejut Nona , aku memang sebrengsek itu !! Mereka bilang aku pria yang sangat seksi . Mereka juga bilang bahwa aku padti bisa menghangatkan ranjang mereka dengan sangat baik "


Gilang menghentikan kata katanya ketika melihat seorang waiter berjalan ke arahnya . Dia meminum kopi pesanannya dan tersenyum karena gadis di depannya tanpa sungkan sungkan melahap semua makanan didepannya .


" Jangan pernah meragukan cinta yang sudah kau genggam . Dia mencintaimu dengan caranya sendiri dan kau harus memahami itu ! Aku tidak bermaksud menjadi orang pintar yang menasehatimu . Tapi kehilangan itu menyakitkan Nona ! Sangat sakit bahkan seperti kehilangan jiwa ... "

__ADS_1


" Sepertinya anda benar Tuan Gilang , sepertinya aku harus berterimakasih sekali lagi karena kau sudah menemani gadisku ... "


" Schat .... "


__ADS_2