
Adam hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat itu ketika seorang wanita parubaya menatapnya dengan rasa marah dan kesal yang bercampur menjadi satu .
" Jelaskan pada lbu kenapa kau harus melakukan itu pada mereka !!! Ya Tuhan kau pikir mereka itu binatang buruan !!?? Satu kau tembak dan yang satu lebih parah ... kau buat penuh darah . Apa ini yang di ajarkan padamu untuk menghargai saudara saudaramu !!! " pekik Bu Sri yang sudah tak habis pikir dengan kelakuan salah satu pria yang sudah ia anggap sebagai putranya sendiri .
Dia meminta suaminya untuk langsung terbang ke Bali ketika mendengar Zahid hampir terbaring koma di rumah sakit . Gaffar bahkan tidak terlihat khawatir sedikitpun ketika mendengar kabar itu , tapi istrinya shock ketika mengetahui dua putra sambungnya di lukai oleh salah satu putranya juga .
" Sabar Bu , aku percaya Adam melakukan itu semua dengan alasan yang tepat . Seharusnya kau lebih mengenal dia , semua yang dia lakukan pasti dengan sebuah pertimbangan " kata Gaffar menarik lembut tubuh istrinya yang berdiri berkacak pinggang di depan Adam yang duduk dengan kepala tertunduk .
Dua parubaya itu baru saja sampai di Bali dan terlebih dulu menuju mansion Adipraja sebelum pergi melihat dua putra Al Shamma yang terbaring di rumah sakit yang berbeda .
" Sayang tolong bawa ibumu ke atas untuk istirahat , Daddy ingin bicara pada suamimu sebentar " kata Gaffar kepada Diva yang duduk disamping suaminya .
" Baik Dad ... "
__ADS_1
" Tapi aku ingin melihat mereka Mas ! "
" Ini sudah malam sayang , mereka pasti sudah beristirahat " jawab Gaffar lembut dengan memperlihatkan jam tangannya yang waktu itu menunjukkan jam sembilan malam .
" Diva antar ibu ke atas ya , lbu pasti sangat lelah " ucap Diva yang perlahan menuntun Bu Sri menuju kamar tamu sesuai permintaan Gaffar .
" Maaf jika kau harus melihat ibu marah marah pada suamimu nak ... "
Setelah dua wanita cantik beda generasi itu sudah tidak terlihat Gaffar segera duduk di samping Adam dengan menepuk bahunya pelan .
" Maaf jika aku harus melukai mereka Dad "
Pria parubaya itu hanya tertawa kecil sambil menyalakan sebuah cerutu yang ada di tangannya .
__ADS_1
" Mereka pantas mendapatkannya ! Daddy merasa gagal menjadi ayah mereka . Bisa bisanya mereka melakukan hal serendah itu ! Ngomong ngomong kenapa kau buat Zahid terkapar lebih parah dari Abbio kakaknya !? "
" Daddy pasti lebih tahu jawabannya ... " sahut Adam tenang .
" Ya ... ya ... Zahid telah berani mengambil sesuatu yang belum menjadi haknya , dan ia membayarnya untuk menghina gadis itu . Untung kau yang menghajarnya , jika Daddy yang melakukan maka aku pastikan dia sudah terkubur saat ini . Dulu Abbio pernah melakukan itu karena dijebak oleh seorang artis , dulu anak itu masih terlalu naif dengan mengatasnamakan cinta di atas segalanya "
" Tak ada yang sempurna Dad , aku melakukan itu semua karena rasa tanggung jawabku sebagai saudara mereka . Caraku mungkin terlalu ekstrim , tapi cara itu yang aku rasa paling efektif . Abbio terlalu keras kepala dan tak pernah mau mengalah . Dan putra bungsumu Zahid terlalu lemah , dia tidak punya prinsip yang kuat untuk menyangga hidupnya . Terlalu menuruti kemauan hatinya walau itu sangat merugikan orang lain . Tapi Adam yakin di balik itu semua mereka berdua adalah pria yang baik "
Gaffar hanya manggut manggut mendengar penuturan Adam , tak salah jika pria disampingnya menjadi tangan kanan Alfian Adipraja . Adam bisa melihat dengan cermat kepribadian orang walau hanya mengenalnya sesaat .
" Kenapa kau tidak membuat dua gadis itu menjauh terlebih dahulu !?? Setidaknya buat mereka lebih menghargai kehadiran orang yang mereka cintai .... "
" lde bagus Dad ... " sahut Adam dengan seringainya .
__ADS_1