
" Hei bangun , apa kau tak ingin menggangguku lagi !? Saat pertama bertemu kau adalah pria menyebalkan , kau selalu marah marah tidak jelas padaku . Hingga kupikir kau memang benar benar membenci gadis miskin sepertiku "
Saat ini Anna sedang menunggui Abbio yang baru saja keluar dari ruang operasi , satu peluru telah bersarang di bahunya . Dan Anna lega ketika dokter mengatakan posisi peluru itu tidak membahayakan nyawa Abbio . Pria tampan itu kini masih tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius .
" Hingga semakin hari aku merasakan perhatian dan kasih sayang darimu . Kau menunjukkan cintamu dengan caramu sendiri , cara yang kadang aku masih bingung untuk mengartikannya . Malam itu hatiku sakit saat mendengar kau menuduhku bahwa aku mendekatimu karena uang ! Bisa bisanya kau memandang rendah diriku dengan penilaianmu itu .... "
Anna segera menghapus setetes air mata yang jatuh di pipinya , ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi gadis yang kuat .
" Kau mengangkat aku tinggi tinggi ... dan setelah itu kau jatuhkan aku pada lumpur nista dengan nama yang kau sebut dengan j*lang !!! Apa salah jika aku sakit hati ?? Apa salah jika aku bahkan tak mau melihatmu lagi !? "
" Bodoh kenapa harus datang kesini untuk menyusulku ? Kau bisa lihat kan hanya ini yang kau dapatkan , luka ... "
Anna berjingkat kaget ketika Abbio terlihat menggerakkan satu jari tangannya , mungkin pria itu sudah mendapat kesadarannya . Dengan segera ia memencet tombol untuk memanggil perawat .
" Sayaanngg .... "
Anna masih bisa mendengar suara yang hampir tak terdengar itu , pria itu masih saja mencarinya ketika mendapat setengah kesadarannya .
" Aku disini , sekarang tenang karena sebentar lagi dokter akan memeriksamu "
" Jangan pergi ... "
__ADS_1
" Ku plester mulutmu jika masih tidak bisa diam !! Dokter akan memeriksa keadaanmu " bisik Anna ketika melihat beberapa perawat dan seorang Dokter datang di kamar rawat Abbio . Anna hanya tak ingin Abbio berbuat di luar nalarnya ketika sedang di periksa dokter .
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan Dokter menghampiri Anna untuk berbicara .
" Kondisi tuan Abbio stabil , tapi tangan kanannya mungkin akan sulit bergerak selama beberapa minggu ini . Maaf tapi sepertinya Nyonya akan sedikit lebih repot "
" Ehmm saya bukan Nyonya .... "
" Sayang , aku haus " suara Abbio membuat Anna tidak meneruskan kata katanya .
" Baik jika begitu , saya akan terus memantau keadaan Tuan . Jika terjadi hal yang menurut Nyonya darurat panggil saja perawat atau dokter jaga jika saya tidak ada di tempat "
" Baik dokter , terimakasih ... "
" Aaaaaaa ... apa yang kau lakukan !!?? "
lngin sekali ia mencubit pria yang selalu berbuat semaunya itu .
" Risih , itu menghalangi nafasku .... "
" ltu alat bantu agar kau bisa bernafas dengan lega !! Bukan untuk menghalangi nafasmu .. yang ditembak hanya lenganmu kenapa bisa kau menjadi bodoh !! "
__ADS_1
" Aku haus ... jangan marah marah , aku sedang sakit "
" Cihh ... dokter bilang kau sudah stabil , itu artinya kau baik baik saja "
Walau menggerutu Anna tetap mengambil air dan membantu pria itu untuk minum . Abbio tersenyum melihat pemilik hatinya ternyata masih mau merawatnya dan sejenak melupakan sakit hatinya .
" Sayang ... terima kasih . Kau mau merawatku walau kau masih kesal padaku . Aku pantas mendapat luka ini ! Maaf jika aku sudah sangat melukaimu , mataku menjadi buta karena rasa cintaku yang teramat besar kepadamu "
Anna memalingkan wajahnya , ia tak ingin Abbio melihat sir mata yang tiba tiba menetes di pipinya .
" Tidak semudah itu menyembuhkan sakitnya ... kau membuatku seperti wanita murahan yang menjual harga dirinya . Kau menghargai aku dengan sekoper uang !! Kenapa waktu itu kau tidak percaya padaku ?? Kenapa kau tidak mau mendengar penjelasanku ?? "
" Sayang ... maaf . Aku memang sangat bodoh !! "
Abbio meraih satu tangan gadisnya dengan menggunakan tangan kirinya , walau lengan kirinya baik baik saja tapi ia tetap saja meringis kesakitan ketika berusaha menggerakkannya .
" Jangan banyak bergerak dulu , kau baru saja keluar dari ruang operasi . Lukamu masih sangat rentan walau kau menggerakkan lengan yang tidak terluka "
Kaki ini Anna membiarkan Abbio menggenggam satu tangannya , ia tak ingin membuat gerakan yang bisa membuat pria itu lebih kesakitan . Perlahan Abbio membawa tangan lembut itu untuk di kecupnya , kecupan cukup lama yang membuat hati Anna berdesir sangat cepat .
" Aku mencintaimu sayang , tetaplah seperti ini . Aku tahu tidak mudah untuk memaafkanku tapi tetaplah bertahan di sampingku ! Aku tahu aku bukan pria sempurna , tapi biarkan aku belajar untuk membuatmu bahagia . Ajari aku cara mencintaimu "
__ADS_1
" Jangan banyak bicara atau aku benar benar memanggil perawat untuk melakban mulutmu itu , sekarang tidurlah ... "
" Ckk ... kenapa kau jadi galak sekali ? "