Hurt

Hurt
B Chapt 11


__ADS_3

FLASH BACK


Rose berlari keluar untuk menuju ruang jaga , berharap ada kotak obat yang disediakan oleh pihak hotel mengingat ia tidak diperbolehkan keluar area hotel oleh suaminya . Dia bersyukur ada seorang wanita muda yang berdiri tak jauh dari ruangan dikakek penjaga .


" Maaf boleh saya bertanya ? Apakah disediakan obat sakit perut di sini ? "


Dengan tersenyum ramah wanita muda itu mendekati Rose . Dia meletakkan sebuah sapu yang tadi dia gunakan untuk membersihkan lantai di ruang jaga .


" Apa anda sakit ? Hotel menyediakan mobil jika anda ingin pergi ke rumah sakit terdekat . Banyak yang mengalami hal seperti anda karena suhu dan jenis makanan yang mungkin berbeda dari tempat asal para turis "


Rose pun bisa merasakan perubahan suhu yang lumayan ekstrim . Suhu dingin di tempat ini membuat ada rasa sedikit tidak nyaman , mungkin karena baru datang pertama kali jadi tubuh mereka belum menyesuaikan diri .


" Bukan saya , tapi suami saya yang sedang sakit perut " kata Rose menjelaskan .


" Tunggu sebentar , saya akan coba cari di dalam "

__ADS_1


" Baik saya tunggu di sini saja "


Akhirnya Rose menunggu gadis muda itu sambil duduk di pinggir kolam ikan . Samar ia mendengar namanya di sebut tapi ketika ia menajamkan pendengarannya suara itu malah menghilang .


" Nyonya , sayangnya persediaan obat sakit perut yang kami punya ternyata sudah habis . Ada rumah obat di belakang hotel ini , saya akan kesana sebentar dan nyonya saya harap tunggu disini sebentar "


" Saya ikut , saya tidak akan sesabar itu untuk menunggu " ujar Rose , dia tak bisa hanya berdiam diri semrntara sang susmi sedang kesakitan di ksmsrnya . Lagipula ia merasa bersalah karena sore tadi ia yang memesan masakan pedas untuk sekedar mengganjal perut mereka .


Dua wanita itu kemudian berjalan kearah pintu belakang hotel . Jalan itu lumayan aman daripada harus berjalan melalui jalan umum yang lebih ramai .


" Ini apotiknya !? " tanya Rose yang tidak melihat etalase ataupun kotak obat di rumah sederhana itu .


" Ini rumah obat Nyonya ? Ada tabib yang meramu obat untuk sakit yang di derita suami Nyonya ? "


Dan sebelum mereka melangkah masuk ke dalam rumah itu tiba tiba seorang pria berjalan tertatih dan jatuh di depan mereka . Mungkin karena melihat darah di sekujur tubuh pria itu si gadis muda penjaga hotel menjerit dan langsung pingsan .

__ADS_1


Begitupun Rose yang sudah bergetar ketakutan , tak ada seorang pun di tempat itu . Samar ia mendengar suara minta tolong dan lirih kesakitan dari pria yang terkulai di depannya .


Dengan mengumpulkan kekuatan Rose memberanikan diri berjongkok untuk melihat keadaan pria itu .


" Tolong ... bawa aku ke dalam . Bawa aku pada tabib sebelum mereka datang kesini "


" Tapi ... "


Rose bingung karena gadis penjaga hotel itu belum juga sadar dari pingsannya . Perlahan ia tarik tubuh gadis itu masuk ke halaman rumah obat agar tidak terlihat orang yang melintas di jalan .


Setelah itu ia memapah pria yang bersimbah darah untuk masuk ke rumah itu . Sebelum berhasil memapah masuk segerombolan orang tiba tiba berteriak ke arahnya .


" Kita sudah menemukannya !! Bawa wanita itu sekalian !!!! Kita tidak tahu dia kawan atau lawan ... "


Rose terhenyak , berlaripun percuma karena terlalu banyak orang yang sedang menuju ke arahnya . Dia hanya bisa memejamkan matanya dan berkata lirih ..

__ADS_1


" Schat ... tolong !! "


__ADS_2