
FLASH BACK
Rose berlari keluar untuk menuju ruang jaga , berharap ada kotak obat yang disediakan oleh pihak hotel mengingat ia tidak diperbolehkan keluar area hotel oleh suaminya . Dia bersyukur ada seorang wanita muda yang berdiri tak jauh dari ruangan dikakek penjaga .
" Maaf boleh saya bertanya ? Apakah disediakan obat sakit perut di sini ? "
Dengan tersenyum ramah wanita muda itu mendekati Rose . Dia meletakkan sebuah sapu yang tadi dia gunakan untuk membersihkan lantai di ruang jaga .
" Apa anda sakit ? Hotel menyediakan mobil jika anda ingin pergi ke rumah sakit terdekat . Banyak yang mengalami hal seperti anda karena suhu dan jenis makanan yang mungkin berbeda dari tempat asal para turis "
Rose pun bisa merasakan perubahan suhu yang lumayan ekstrim . Suhu dingin di tempat ini membuat ada rasa sedikit tidak nyaman , mungkin karena baru datang pertama kali jadi tubuh mereka belum menyesuaikan diri .
" Bukan saya , tapi suami saya yang sedang sakit perut " kata Rose menjelaskan .
" Tunggu sebentar , saya akan coba cari di dalam "
__ADS_1
" Baik saya tunggu di sini saja "
Akhirnya Rose menunggu gadis muda itu sambil duduk di pinggir kolam ikan . Samar ia mendengar namanya di sebut tapi ketika ia menajamkan pendengarannya suara itu malah menghilang .
" Nyonya , sayangnya persediaan obat sakit perut yang kami punya ternyata sudah habis . Ada rumah obat di belakang hotel ini , saya akan kesana sebentar dan nyonya saya harap tunggu disini sebentar "
" Saya ikut , saya tidak akan sesabar itu untuk menunggu " ujar Rose , dia tak bisa hanya berdiam diri semrntara sang susmi sedang kesakitan di ksmsrnya . Lagipula ia merasa bersalah karena sore tadi ia yang memesan masakan pedas untuk sekedar mengganjal perut mereka .
Dua wanita itu kemudian berjalan kearah pintu belakang hotel . Jalan itu lumayan aman daripada harus berjalan melalui jalan umum yang lebih ramai .
" Ini apotiknya !? " tanya Rose yang tidak melihat etalase ataupun kotak obat di rumah sederhana itu .
" Ini rumah obat Nyonya ? Ada tabib yang meramu obat untuk sakit yang di derita suami Nyonya ? "
Dan sebelum mereka melangkah masuk ke dalam rumah itu tiba tiba seorang pria berjalan tertatih dan jatuh di depan mereka . Mungkin karena melihat darah di sekujur tubuh pria itu si gadis muda penjaga hotel menjerit dan langsung pingsan .
__ADS_1
Begitupun Rose yang sudah bergetar ketakutan , tak ada seorang pun di tempat itu . Samar ia mendengar suara minta tolong dan lirih kesakitan dari pria yang terkulai di depannya .
Dengan mengumpulkan kekuatan Rose memberanikan diri berjongkok untuk melihat keadaan pria itu .
" Tolong ... bawa aku ke dalam . Bawa aku pada tabib sebelum mereka datang kesini "
" Tapi ... "
Rose bingung karena gadis penjaga hotel itu belum juga sadar dari pingsannya . Perlahan ia tarik tubuh gadis itu masuk ke halaman rumah obat agar tidak terlihat orang yang melintas di jalan .
Setelah itu ia memapah pria yang bersimbah darah untuk masuk ke rumah itu . Sebelum berhasil memapah masuk segerombolan orang tiba tiba berteriak ke arahnya .
" Kita sudah menemukannya !! Bawa wanita itu sekalian !!!! Kita tidak tahu dia kawan atau lawan ... "
Rose terhenyak , berlaripun percuma karena terlalu banyak orang yang sedang menuju ke arahnya . Dia hanya bisa memejamkan matanya dan berkata lirih ..
__ADS_1
" Schat ... tolong !! "