
" Maaf jika aku lancang , tapi aku tidak bermaksud ingin mengganggu privasimu . Tadi aku hanya ingin membersihkan "
" Lieve ... tidak ada yang harus aku sembunyikan . Kapan kapan aku akan menceritakannya tapi sekarang sebaiknya kita bersiap siap karena sebentar lagi kita akan pergi ke mansion Al Shamma . Bukankah kau ingin bertemu dengan Nyonya Muda ?! "
" Benarkah !! Terimakasih Schat sudah lama aku ingin bertemu dengannya ... Ya sudah aku akan bersiap siap "
Setelah itu Rose bergegas ke kamarnya yang berada tepat disamping kamar utama yaitu kamar milik Bryan . Sedangkan pria itu berkali kali menghembuskan nafasnya dalam dalam , sekejap ia menutup matanya sebelum masuk ke kamarnya .
Dipandanginya sebuah bingkai foto kecil yang berisi gambar seorang gadis muda cantik yang masih mengenakan seragam sekolahnya .Tanpa berkata kata ia memasukkan foto itu ke dalam laci nakas .
Setelah membersihkan diri Bryan keluar kamar dan menunggu gadisnya di ruang tamu . Sepertinya dia sedang fokus menatap layar ponselnya . Disana terpampang gambar seorang wanita yang sangat cantik , dan wanita itu tampak menggandeng seorang pria yang sudah berumur .
" Schaaatt ... "
" Jangan lari lari Lieve !!! " teriak Bryan yang melihat gadisnya berlarian turun dari tangga . Ketika gadis itu mendekat ia meraih tangan dan menggigitnya gemas .
" Akkhh ... sakit Schat !! "
" Salahmu ... sudah berkali kali aku bilang jangan berlarian jika turun dari tangga . Bagaimana jika kau jatuh !?? Bandel !! "
" Kau yang akan merawatku " timpal Rose yang langsung mendapat hadiah cubitan kecil di hidungnya .
" Kau pikir akan kubiarkan kau sakit ?? "
__ADS_1
" Aku mencintaimu ... aku sangat mencintaimu Schat !! " kata Rose yang langsung menyandarkan kepalanya di dada kekasihnya .
" Sekarang kita berangkat karena jika tidak aku akan menyeretmu ke sofa itu dan bercinta di sana " kata Bryan menunjuk sofa kamar tamu .
Karena hari sudah semakin sore mereka berdua segera berangkat ke mansion Al Shamma , akan ada makan malam bersama dengan dua putra Al Shamma beserta istri mereka .
" Schat kita mampir dulu ke toko roti ya ! Kita beli buah tangan untuk mereka "
" Di depan ada hipermarket , kita berhenti disana ! "
Turun dari mobil Bryan menggandeng Rose untuk masuk ke dalam toko . Pria itu mengambil troli dan berjalan di belakang kekasihnya . Suatu aktivitas sederhana yang membuat hatinya menghangat , Bryan teringat dengan masa kecilnya ketika ia mengikuti ibunya berbelanja seperti yang ia lakukan saat ini .
" Bry ... "
Bryan menoleh sesaat ketika mendengar suara lembut yang sepertinya sudah sangat lama tidak ia dengar . Ketika tahu siapa yang menyapanya pria itu malah tetap meneruskan langkahnya .
" Kita ke kasir Schat ... sepertinya segini sudah cukup "
Tak ada gerakan ataupun tanggapan dari pria di belakangnya , ketika Rose menoleh ia melihat Bryan seperti sedang melamun . Pandangan pria itu kosong seperti sedang memikirkan sesuatu .
" Schat ... apa kau mendengarku ??! "
Diam , sepertinya Bryan benar benar tenggelam dalam lamunannya . Perlahan Rose menghampiri pria itu dan menyentuh lengannya .
__ADS_1
" Schat ... ada apa ??! Apa ada masalah yang mengganggu pikiranmu ?! "
" Ehh ... ehhmmm ....tidak apa apa Lieve ! Hanya pekerjaan kantor yang sedikit menumpuk . Kau sudah selesai ? "
" Sudah , kita tinggal bawa ini ke kasir . Aku akan membeli es yogurt di depan , apa kau mau ?! "
" Tidak Lieve , maksudku akan lebih nikmat jika aku minum langsung dari bibirmu "
" Hissshh kau !! "
Bryan meraup kasar mukanya setelah Rose melangkah jauh darinya , tidak seharusnya ia memikirkan orang lain saat bersama dengan calon istrinya . Dia membawa troli ke kasir sedangkan Rose berjalan lebih dulu ke sebuah stand minuman yang ada di dalam toko itu .
" Akkkhhhh ... " pekik Rose pelan ketika seseorang menabrak tubuh mungilnya .
" Kau tak apa apa Nona ? Apa ini sebuah trik baru agar kau mendapat uang ?? Jika iya aku sarankan cari cara lain , cara ini sudah terlalu kuno !! "
Rose mendongak , ia melihat seorang wanita cantik berpakaian cukup seksi sedang menatapnya tajam .
" Tapi anda yang menabrakku Nyonya ? "
" Tidak ada gunanya berbicara dengan orang miskin sepertimu !! Dibalut gaun seindah apapun tak akan bisa menyembunyikan jati dirimu sebagai gadis miskin !!! "
" Lhoohh ... "
__ADS_1
Dengan wajah heran Rose melihat wanita itu pergi menjauh , sangat terlihat jika wanita itu membencinya padahal baru sekali ini mereka bertemu .
" Wanita aneh ... " gerutu Rose sambil meneruskan langkahnya menuju stand minuman .