Hurt

Hurt
135


__ADS_3

" Maaf jika aku lancang , tapi aku tidak bermaksud ingin mengganggu privasimu . Tadi aku hanya ingin membersihkan "


" Lieve ... tidak ada yang harus aku sembunyikan . Kapan kapan aku akan menceritakannya tapi sekarang sebaiknya kita bersiap siap karena sebentar lagi kita akan pergi ke mansion Al Shamma . Bukankah kau ingin bertemu dengan Nyonya Muda ?! "


" Benarkah !! Terimakasih Schat sudah lama aku ingin bertemu dengannya ... Ya sudah aku akan bersiap siap "


Setelah itu Rose bergegas ke kamarnya yang berada tepat disamping kamar utama yaitu kamar milik Bryan . Sedangkan pria itu berkali kali menghembuskan nafasnya dalam dalam , sekejap ia menutup matanya sebelum masuk ke kamarnya .


Dipandanginya sebuah bingkai foto kecil yang berisi gambar seorang gadis muda cantik yang masih mengenakan seragam sekolahnya .Tanpa berkata kata ia memasukkan foto itu ke dalam laci nakas .


Setelah membersihkan diri Bryan keluar kamar dan menunggu gadisnya di ruang tamu . Sepertinya dia sedang fokus menatap layar ponselnya . Disana terpampang gambar seorang wanita yang sangat cantik , dan wanita itu tampak menggandeng seorang pria yang sudah berumur .


" Schaaatt ... "


" Jangan lari lari Lieve !!! " teriak Bryan yang melihat gadisnya berlarian turun dari tangga . Ketika gadis itu mendekat ia meraih tangan dan menggigitnya gemas .


" Akkhh ... sakit Schat !! "


" Salahmu ... sudah berkali kali aku bilang jangan berlarian jika turun dari tangga . Bagaimana jika kau jatuh !?? Bandel !! "


" Kau yang akan merawatku " timpal Rose yang langsung mendapat hadiah cubitan kecil di hidungnya .


" Kau pikir akan kubiarkan kau sakit ?? "

__ADS_1


" Aku mencintaimu ... aku sangat mencintaimu Schat !! " kata Rose yang langsung menyandarkan kepalanya di dada kekasihnya .


" Sekarang kita berangkat karena jika tidak aku akan menyeretmu ke sofa itu dan bercinta di sana " kata Bryan menunjuk sofa kamar tamu .


Karena hari sudah semakin sore mereka berdua segera berangkat ke mansion Al Shamma , akan ada makan malam bersama dengan dua putra Al Shamma beserta istri mereka .


" Schat kita mampir dulu ke toko roti ya ! Kita beli buah tangan untuk mereka "


" Di depan ada hipermarket , kita berhenti disana ! "


Turun dari mobil Bryan menggandeng Rose untuk masuk ke dalam toko . Pria itu mengambil troli dan berjalan di belakang kekasihnya . Suatu aktivitas sederhana yang membuat hatinya menghangat , Bryan teringat dengan masa kecilnya ketika ia mengikuti ibunya berbelanja seperti yang ia lakukan saat ini .


" Bry ... "


Bryan menoleh sesaat ketika mendengar suara lembut yang sepertinya sudah sangat lama tidak ia dengar . Ketika tahu siapa yang menyapanya pria itu malah tetap meneruskan langkahnya .


" Kita ke kasir Schat ... sepertinya segini sudah cukup "


Tak ada gerakan ataupun tanggapan dari pria di belakangnya , ketika Rose menoleh ia melihat Bryan seperti sedang melamun . Pandangan pria itu kosong seperti sedang memikirkan sesuatu .


" Schat ... apa kau mendengarku ??! "


Diam , sepertinya Bryan benar benar tenggelam dalam lamunannya . Perlahan Rose menghampiri pria itu dan menyentuh lengannya .

__ADS_1


" Schat ... ada apa ??! Apa ada masalah yang mengganggu pikiranmu ?! "


" Ehh ... ehhmmm ....tidak apa apa Lieve ! Hanya pekerjaan kantor yang sedikit menumpuk . Kau sudah selesai ? "


" Sudah , kita tinggal bawa ini ke kasir . Aku akan membeli es yogurt di depan , apa kau mau ?! "


" Tidak Lieve , maksudku akan lebih nikmat jika aku minum langsung dari bibirmu "


" Hissshh kau !! "


Bryan meraup kasar mukanya setelah Rose melangkah jauh darinya , tidak seharusnya ia memikirkan orang lain saat bersama dengan calon istrinya . Dia membawa troli ke kasir sedangkan Rose berjalan lebih dulu ke sebuah stand minuman yang ada di dalam toko itu .


" Akkkhhhh ... " pekik Rose pelan ketika seseorang menabrak tubuh mungilnya .


" Kau tak apa apa Nona ? Apa ini sebuah trik baru agar kau mendapat uang ?? Jika iya aku sarankan cari cara lain , cara ini sudah terlalu kuno !! "


Rose mendongak , ia melihat seorang wanita cantik berpakaian cukup seksi sedang menatapnya tajam .


" Tapi anda yang menabrakku Nyonya ? "


" Tidak ada gunanya berbicara dengan orang miskin sepertimu !! Dibalut gaun seindah apapun tak akan bisa menyembunyikan jati dirimu sebagai gadis miskin !!! "


" Lhoohh ... "

__ADS_1


Dengan wajah heran Rose melihat wanita itu pergi menjauh , sangat terlihat jika wanita itu membencinya padahal baru sekali ini mereka bertemu .


" Wanita aneh ... " gerutu Rose sambil meneruskan langkahnya menuju stand minuman .


__ADS_2