Hurt

Hurt
141


__ADS_3

Selesai mengucapkan ijab kabulnya Bryan segera merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya . Akhirnya pernikahan yang mereka harapkan terjadi juga . Bertempat di mansion Al Shamma pasangan kekasih itu melangsungkan pernikahan sesuai permintaan sahabat dari mempelai wanita , yaitu para istri putra Al Shamma .


Dengan hanya di hadiri dua putra Al Shamma beserta pasangannya dan beberapa petinggi perusahaan acara pagi itu dapat berjalan dengan khidmat .


" Selamat Bry ... akhirnya dapat belah duren perawan juga " goda Zahid yang disambut tawa orang orang yang hadir di tempat itu . Rose segera menyingkir datopafa harus mendengar sindiran sindiran vulgar dari teman teman suaminya . Dia menyusul Anna dan Safa ke ruang tengah mansion .


Rose , Anna dan Safa sudah ada di ruang depan karena sejak tahu istri mereka hamil dua putra Al Shamma itu menjadi sangat overprotektif . Anna ataupun Safa tidak boleh beraktifitas berlebihan demi menjaga kesehatan ibu dan janin dalam kandungannya .


" Kau tak mengundang Daddymu ?! "


" Come on Za ... kenapa harus kau ingatkan dia pada pria brengsek itu !! " sahut Abbio dengan melirik sebal pada adiknya .


" Tapi dia pernah menjadi Daddynya Bryan Kak , mereka pernah menjadi satu keluarga selama lima belas tahun ! Kurasa itu bukan waktu yang sebentar "

__ADS_1


" Kurasa otak adikmu memang bermasalah Bos , aku yang menikah kenapa dia malah berpikir tentang pria brengsek itu " timpal Bryan yang saat ini terlihat sangat tampan dengan mengenakan setelan jas warna putihnya .


" Kau sudah menceritakan tentang ini pada istrimu !? Jangan sampai jadi kesalah pahaman di kemudian harinya "


" Dia sudah pernah melihat fotonya dan Rose juga sempat bertanya padaku . Tapi aku sampai saat ini aku tak punya waktu untuk bercerita ... mungkin nanti "


Sementara itu ketiga wanita cantik yang sedang ada di ruang tengah juga sedang asyik mengobrol .


" Jangan menggodaku Nyonya Safa , Schat sangat menghormati aku walau kami tinggal bersama . Dia tak pernah memaksakan kehendaknya padaku "


" Ya ... dan setelah ini peraturan itu tak akan berlaku lagi , mungkin saja setiap hari dia akan memaksamu "


" Aku harus melayaninya karena itu sudah menjadi kewajibanku ... . Apa perlu aku ambilkan makanan lagi di dapur Nyonya Anna ?? " tanya Rose yang melihat toples di pangkuan Anna tinggal separuh .

__ADS_1


Safa tertawa mendengarnya , sahabat yang sudah ia anggap adik sendiri itu memang tak pernah berhenti mengunyah jika melihat kue atau makanan ringan di depannya .


" Terima kasih , tidak usah Rose ! Hari ini kau adalah ratunya . Lagipula kau adalah nyonya Bryan sekarang , bukan seorang maid lagi ! Jadi jangan lagi melayaniku " kata Anna .


" Kemarin aku dan Anna sudah membahas soal ini , di hari istimewamu ini kami akan kabulkan satu permintaanmu ! Dulu Anna pernah mendengar bahwa kau sangat ingin pergi ke negeri sakura . Apa kau masih ingin pergi kesana ?? " tanya Safa , kemarin dia sudah membahas tentang memberikan hadiah bulan madu untuk pasangan yang baru menikah itu .


" Tapi kemarin Schat mengatakan akan mengundur bulan madu kami hingga bulan depan karena dia masih punya jadwal kerja yang sangat padat di kantor Al Shamma . Dan pada saat itu aku disibukkan dengan skripsi kelulusanku . Sebentar lagi aku mendapat gelar hukumku "


" Kau hebat Rose !! lni hanya bulan madu singkat hadiah dariku dan Anna , kau dan suamimu hanya akan berada tiga hari disana . Soal cuti bisa kami atur "


" Benarkah !!?? " pekik Rose antusias .


" Kami bisa mengaturnya ... " sahut Anna dan Safa bersamaan dengan tos tangan ala mereka .

__ADS_1


__ADS_2