
Selesai mengucapkan ijab kabulnya Bryan segera merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya . Akhirnya pernikahan yang mereka harapkan terjadi juga . Bertempat di mansion Al Shamma pasangan kekasih itu melangsungkan pernikahan sesuai permintaan sahabat dari mempelai wanita , yaitu para istri putra Al Shamma .
Dengan hanya di hadiri dua putra Al Shamma beserta pasangannya dan beberapa petinggi perusahaan acara pagi itu dapat berjalan dengan khidmat .
" Selamat Bry ... akhirnya dapat belah duren perawan juga " goda Zahid yang disambut tawa orang orang yang hadir di tempat itu . Rose segera menyingkir datopafa harus mendengar sindiran sindiran vulgar dari teman teman suaminya . Dia menyusul Anna dan Safa ke ruang tengah mansion .
Rose , Anna dan Safa sudah ada di ruang depan karena sejak tahu istri mereka hamil dua putra Al Shamma itu menjadi sangat overprotektif . Anna ataupun Safa tidak boleh beraktifitas berlebihan demi menjaga kesehatan ibu dan janin dalam kandungannya .
" Kau tak mengundang Daddymu ?! "
" Come on Za ... kenapa harus kau ingatkan dia pada pria brengsek itu !! " sahut Abbio dengan melirik sebal pada adiknya .
" Tapi dia pernah menjadi Daddynya Bryan Kak , mereka pernah menjadi satu keluarga selama lima belas tahun ! Kurasa itu bukan waktu yang sebentar "
__ADS_1
" Kurasa otak adikmu memang bermasalah Bos , aku yang menikah kenapa dia malah berpikir tentang pria brengsek itu " timpal Bryan yang saat ini terlihat sangat tampan dengan mengenakan setelan jas warna putihnya .
" Kau sudah menceritakan tentang ini pada istrimu !? Jangan sampai jadi kesalah pahaman di kemudian harinya "
" Dia sudah pernah melihat fotonya dan Rose juga sempat bertanya padaku . Tapi aku sampai saat ini aku tak punya waktu untuk bercerita ... mungkin nanti "
Sementara itu ketiga wanita cantik yang sedang ada di ruang tengah juga sedang asyik mengobrol .
" Jangan menggodaku Nyonya Safa , Schat sangat menghormati aku walau kami tinggal bersama . Dia tak pernah memaksakan kehendaknya padaku "
" Ya ... dan setelah ini peraturan itu tak akan berlaku lagi , mungkin saja setiap hari dia akan memaksamu "
" Aku harus melayaninya karena itu sudah menjadi kewajibanku ... . Apa perlu aku ambilkan makanan lagi di dapur Nyonya Anna ?? " tanya Rose yang melihat toples di pangkuan Anna tinggal separuh .
__ADS_1
Safa tertawa mendengarnya , sahabat yang sudah ia anggap adik sendiri itu memang tak pernah berhenti mengunyah jika melihat kue atau makanan ringan di depannya .
" Terima kasih , tidak usah Rose ! Hari ini kau adalah ratunya . Lagipula kau adalah nyonya Bryan sekarang , bukan seorang maid lagi ! Jadi jangan lagi melayaniku " kata Anna .
" Kemarin aku dan Anna sudah membahas soal ini , di hari istimewamu ini kami akan kabulkan satu permintaanmu ! Dulu Anna pernah mendengar bahwa kau sangat ingin pergi ke negeri sakura . Apa kau masih ingin pergi kesana ?? " tanya Safa , kemarin dia sudah membahas tentang memberikan hadiah bulan madu untuk pasangan yang baru menikah itu .
" Tapi kemarin Schat mengatakan akan mengundur bulan madu kami hingga bulan depan karena dia masih punya jadwal kerja yang sangat padat di kantor Al Shamma . Dan pada saat itu aku disibukkan dengan skripsi kelulusanku . Sebentar lagi aku mendapat gelar hukumku "
" Kau hebat Rose !! lni hanya bulan madu singkat hadiah dariku dan Anna , kau dan suamimu hanya akan berada tiga hari disana . Soal cuti bisa kami atur "
" Benarkah !!?? " pekik Rose antusias .
" Kami bisa mengaturnya ... " sahut Anna dan Safa bersamaan dengan tos tangan ala mereka .
__ADS_1