Hurt

Hurt
B Chapt 33


__ADS_3

" Aku tidak bisa membiarkan dia bekerja padamu karena dia adalah .... "


" Aku punya hutang banyak padanya !! " celetuk Mayleen memotong kata kata suaminya , matanya berkedip kedip seolah meminta pria itu untuk tidak menyangkal kata katanya .


" Ooooo jika begitu saya yang akan menanggung semua hutangnya karena mulai sekarang dia adalah pegawai saya . Jika boleh tahu berapa hutang Nona Mayleen ?? "


" Apa kau bilang !!! Beraninya .... "


Mayleen yang tanggap situasi segera menarik tangan suaminya untuk segera pergi dari ruangan itu .


" Maaf Dokter tapi hutang saya sudah terlalu banyak , terimakasih untuk niat baik anda !! Tapi sebaiknya saya membicarakan ini dengan Tuan Akihiro empat mata ... empat mata !! " kata Mayleen dengan senyum yang dipaksakan ke arah suaminya .


Lain halnya dengan Hiro yang malah tersenyum senang ketika melihat tangan mungil gadis itu menggenggam erat tangannya . Dia menurut ketika gadis itu menariknya keluar ruangan , tapi tatapan matanya yang tajam tidak pernah lepas sedikitpun ke arah dokter tampan yang juga sedang menatapnya penuh tanya .


" Kau ingin membawaku kemana ?? "


" Pulang !!! " jawab Mayleen sinis .


" Jalan kaki !??? " tanya Hiro karena Mayleen menariknya sampai ke pinggir jalanan umum .


" Hishhh ... katanya orang kaya !! Pimpinan gangster !! Punya bisnis banyak ... kenapa aku tidak melihat mobil di parkir di sekitar sini . Kau naik taksi tadi ???! "


" Aku tidak naik mobil ... "


" Kau naik sepeda ?? "


" Bisa di bilang begitu ... "


" Ya sudah kita pulang tapi sebelum pulang kita mampir di rumah makan dulu , aku lapar !! "


" Ya sudah , kau tunggu disini ! Aku ke dalam sebentar " kata Hiro yang bermaksud kembali ke dalam halaman klinik untuk mengambil motornya .


Mata Mayleen berbinar ketika melihat Hiro sudah keluar dari.halaman klinik dengan menggunakan motor Ducati warna hitamnya .


" Kau kenapa ?? " tanya Hiro yang melihat senyum dan raut kagum di wajah istrinya .


" Tidak ... aku hanya suka melihatmu diatas motor "

__ADS_1


" Aku tahu , aku terlihat sangat tampan kan ? Pakai ini " Hiro memberikan jaketnya pada istrinya , ia takut Mayleen kedinginan saat dia melaju diatas motor nanti .


" Motormu yang keren , bukan kau !! "


Hiro memejamkan matanya ketika Mayleen naik ke atas motornya , gadis itu memeluk erat dirinya dengan dua tangan yang sudah melingkar di perutnya . Dengan jelas ia dapat merasakan dua mochi itu hangat menempel di punggungnya .


" Hei ... cepatlah !! Aku sudah sangat lapar "


Hiro sengaja menginjak gasnya dalam dalam berharap dengan memacu kecepatan ia bisa sedikit menghilangkan pikiran pikiran kotornya .


Mata Mayleen memicing ketika Hiro membawanya ke sebuah area yang terlihat ramai dengan motor ataupun mobil mobil sport mewah . Sepertinya area khusus untuk orang orang kalangan atas .


" Kita ada di mana ?? "


" Bukannya tadi kau bilang sudah sangat lapar ?? Di dalam ada sebuah kafe , kita akan kesana karena aku ingin bertemu sebentar dengan seseorang . lni Land XXX , kafe khusus penyuka balapan . Kau lihat disana kan ? ltu lintasan yang biasa di gunakan untuk balapan "


Mayleen manggut manggut dengan tak henti hentinya berdecak kagum ketika melihat satu persatu motor atau mobil yang ia lihat . Dia hanya menurut ketika sang suami menggenggam tangannya dan berjalan ke arah dalam menuju sebuah kafe .


Dia tak mempedulikan tatapan tatapan sinis dari para wanita cantik yang ia lewati . Karena baginya yang pantas menjadi saingannya adalah pria tampan dengan tubuh berotot , bukannya wanita cantik dengan tubuh seksinya .


" Hai Tuan Hiro .... wohooo kau bawa wanita cantik rupanya !! "


" Jaga pandanganmu b*ngsat !!! " geram Hiro yang memasang badan agar tubuh kecil itu berada di belakang punggungnya .


" Heiii ... taken easy !! Aku tidak akan mengganggu gadis kecil itu . Aku hanya ingin menyapanya . Kau ingin bertemu dengan Rayen ? Dia sudah menunggumu di area engine "


Hiro membalikkan badan dan terkejut ketika wanita yang sudah ia nikahi malah sedang disamping seseorang yang tampak sedang mengutak atik mesin mobil sportnya .


" Gadis nakal ... "


Hiro langsung berjalan menghampiri gadisnya yang terlihat sudah akrab dengan pemilik mobil itu . Dia menatap tajam Mayleen yang tampak ikut serius melihat mesin mobil sport di depannya .


" May ... "


" Ehhhh kau sudah selesai ?? Kukira kau masih bicara dengan temanmu " kata Mayleen dengan senyum yang di buat sangat manis karena melihat wajah garang suaminya .


Hiro kembali menarik tangan Mayleen untuk duduk di pojok ruangan yang suasananya tidak seramai area depan kafe . Seorang waitress cantik mendekat ke arah mereka , wanita itu tampak menunduk hormat ketika sudah sampai di depan mereka .

__ADS_1


" Layani dia dengan baik !! Jangan sampai aku dengar dia mengeluh ... "


" Baik Tuan "


" May kau tunggu disini sebentar karena aku ingin bertemu dengan teman disana " kata Hiro dengan menunjuk sebuah area yang tampak ramai dengan kerumunan orang .


" He em " jawab May menganggukkan kepalanya sambil melihat buku menu yang gambar gambar di atasnya membuat perutnya tambah lapar .


" Tetap disini sebelum aku kembali , mengerti ??!? "


" Hisshh ... iyaaaa sayaannggg !! Dasar rewel !! "


DEGGHH ....


Sayang , satu kata itu mampu membuat jantungnya berhenti berdegup untuk sesaat . Kata itu mampu membuat bumi yang ia pijak berhenti berputar . Untuk menyembunyikan rona di wajahnya Hiro segera berdiri dan meninggalkan wanita yang masih menggerutu itu .


Jika bertahan disana pasti ia tak bisa menahan keinginannya untuk menggigit bibir yang selalu saja membuatnya gemas itu . Bibir yang selalu saja mengeluarkan kata kata yang tak terduga .


Hiro menghampiri seseorang yang sedang mengutak atik mobil sport warna keemasan , dari wujudnya sudah bisa di tebak mobil itu pastilah mobil dengan harga yang sangat fantastis .


" Bagaimana dia ... "


" Sempurna , sudah saya pasang sesuai keinginanmu Tuan . Anda bisa ' terbang ' setelah ini " sahut pria bernama Rayen itu .


Rayen adalah salah satu montir handal yang dimiliki kafe itu dan kemarin Hiro memintanya untuk memasang sebuah alat yang bisa membuat mobil itu bisa melaju lebih cepat . Seperti pria lainnya , Hiro sangat suka dunia otomotif .


Dia menoleh ketika mendengar sedikit keributan di belakangnya .


" Kau bertaruh untuk gadis itu ?? Sepertinya dia tak akan menang melawan singa singa lintasan itu . Tapi ini akan menjadi tontonan yang seru , belum pernah ada gadis yang berani melawan mereka "


" Kita lihat saja ... semoga saja ia tidak jatuh di balapan ini , sayang jika wajah cantiknya tergores "


Hiro hanya mendengar mereka sekilas tapi ia meneruskan perhatiannya pada mobil di depannya .


" Tuan sebaiknya anda lihat di layar , ada yang sedang membawa motor anda " kata Rayen dengan menunjuk layar plasma besar yang terpasang khusus untuk melihat para pembalap di lintasan .


Sang montir hafal dengan motor milik pimpinan gangster itu karena motor berwarna hitam pekat hanya ada beberapa di dunia ini . Salah satu koleksi motor mahal milik pria disampingnya .

__ADS_1


Hiro langsung melihat ke arah layar karena mendengar motornya telah di pakai seseorang , tapi rautnya berubah khawatir ketika melihat siapa yang berada di atas motornya .


" Ya Tuhan ... tidak.mungkin !!! "


__ADS_2