Hurt

Hurt
103


__ADS_3

" Kau bahagia sayang ??! "


" Tentu saja , aku punya suami tampan , kaya , baik hati dan kuat bermain . Apalagi yang diminta wanita selain itu ?! "


Zahid terkekeh sambil menggigit pelan punggung istrinya yang masih polos dalam pelukannya , mereka sedang berpelukan di bawah selimut . Setelah membersihkan diri mereka hanya mengeringkan tubuh mereka tanpa berniat kembali memakai pakaiannya .


Dan Safa tak keberatan karena merasa percuma capek capek memakai baju kalau akhirnya sang suami akan menginginkan ritual malam pengantin mereka lagi . Matahari baru akan muncul dalam beberapa jam ke depan , dan mereka tak ingin melewatkan sedetikpun moment ini .


" Anna tidak kau undang untuk datang ke pernikahan kita sayang ??.Dari kemarin kakakku menanyakan padaku tapi aku tak menjawab karena aku tidak tahu jawabannya !! "


" Aku sengaja menyuruhnya datang lusa Za , jika aku undang sekarang pasti aku tidak leluasa bertemu dengannya karena kau pasti akan memonopoli aku di kamar "


" Pintar !! Sepertinya kita tidak akan keluar kamar sampai besok , bermain denganmu terasa sangat menyenangkan " kata Zahid kembali menciumi punggung polos istrinya hingga terdengar suara ******* halus yang membuat sesuatu di bawah sana bangkit dari tidurnya .


" Ckk ... aku merasakannya , dia mulai mengeras lagi ! " gerutu Safa yang merasakan benda yang semakin menonjol di area bawahnya .


" Bagaimana kalau kita bermain lagi !? "

__ADS_1


" Apa taruhannya jika kau kalah lagi nanti ? Prada keluaran terbaru !? "


" Deal ... aku tadi hanya mengalah sayang , aku tak mau kau sakit karena terlalu lelah " kilah Zahid yang langsung naik ke atas tubuh istrinya .


" Ckk .. cari alasan lain yang lebih bagus dari itu "


*


Dan paginya seperti biasa Abbio sudah kembali ke perusahaannya . Dia dan Bryan sedang merampungkan segala sesuatu tentang proyeknya yang sudah selesai berkaitan kerjasamanya dengan George Kahl .


" Anna tidak datang ke pernikahan sahabatnya !? "


" Kemarin aku bertanya pada Zahid tapi diapun tak tahu kenapa dia tidak datang . Mungkin sibuk dengan kafenya atau dia masih ingat perjanjian kami . Hahhhh kenapa tiga bulan terasa sangat lama sekali !! "


Bryan tertawa mendengar keluhan putra pertama Al Shamma itu . Seorang gadis sederhana seperti Anna ternyata bisa menakhlukkan hatinya .


" Kita makan siang di tempat biasa nanti , teman teman kita menunggu disana . Sebenarnya mereka menantikan pengantin baru , tapi sepertinya Zahid masih sibuk dengan istri barunya "

__ADS_1


" Atur saja ... yang penting sekarang kita selesaikan ini dulu , jika tidak Daddy bisa menggantung kita di menara atas gedung perusahaan "


Dan untungnya mereka bisa menyelesaikan semua saat jam akan makan siang . Setelah itu mereka segera bergegas ke restoran di mana teman teman mereka berkumpul .


" Hai ...mana pengantin barunya !? Kenapa acara sebesar itu kami tidak di undang ... " seru salah satu teman yang sudah hadir di restoran itu .


" Ckk kalian tahu kondisi adikku belum begitu baik , jika sudah saatnya kalian pasti akan kami undang untuk berpesta "


Abbio duduk di sebuah single sofa yang sengaja disediakan oleh teman temannya , mereka tahu pria itu lebih nyaman untuk duduk sendiri .


Tapi Abbio membuang pandangannya ketika seorang waitress datang mendekat padanya . Bryan pun menatap satu persatu temannya yang hanya mengangkat kedua pundaknya . Sepertinya mereka juga tidak tahu hal ini akan terjadi .


Dengan gaya yang di buat anggun waitress itu tersenyum pada semua orang yang ada di tempat itu .


" Selamat datang di tempat kami , senang bisa bertemu dengan kalian lagi "


Bryan hanya memijit keningnya karena tahu Abbio sedang menahan marah saat ini . Pria itu sangat tidak suka jika harus bertemu dengan wanita yang dulu pernah menipunya , Sheera !

__ADS_1


__ADS_2