
" Apa mereka aman di rumah Kak !? "
" Sangat aman , kau tahu dari dulu aku menempatkan beberapa penjaga wanita untuk menjadi mataku di mansion ! Mereka sangat terlatih ... Lagipula ada banyak bodyguard kita di sana "
" Bagaimana penyelidikan kita di negara X !? Apa mereka ada di sana ? Dan bagaimana dengan Dokter spesialis bedah plastik yang disebut oleh teman dari keparat itu ! " tanya Zahid yang masih saja tak tenang sebelum mengetahui semuanya dengan gamblang .
" Cepat atau lambat kita akan mengetahuinya , semoga tidak seburuk yang kita pikirkan . Lagipula Bryan sedang dalam masa cutinya , kita tidak bisa mengganggunya apalagi dia sedang ada bersama dengan Rose "
" Mereka akan menikah !? "
" Kenapa tidak !? Mereka saling mencintai , selama ini aku tidak terlalu memperhatikan bagaimana sifat Rose tapi sepertinya dia gadis baik nyatanya dia bisa menjadi sahabat Anna "
" Ya ... kau sempat menindas istrimu "
" Ckk diamlah Za !! "
Setelah berbincang sejenak dengan adiknya Abbio kemudian pergi ke ruang meeting karena ada pertemuan bulanan dengan para stafnya . Dua kakak beradik itu sedikit sibuk karena sekretaris pribadi mereka masih menikmati liburannya .
*
Setelah selesai makan siang di kafe milik Gilang , sepasang kekasih yang sedang kasmaran itu memutuskan untuk kembali ke hotel . Mereka sama sama lelah setelah aktivitas mereka masing masing seharian ini .
" Aku ingin mandi dulu , tidurlah jika kau memang sudah benar benar lelah Schat ! " kata Rose ketika mereka sudah sampai di kamarnya .
Bryan hanya tersenyum dsn mengangguk karena ia memang benar benar lelah hari ini . Pria itu segera berbaring di ranjang dan memeluk bantal yang semalam Rose gunakan , aroma gadis itu mampu menenangkan hatinya . Dan benar saja tak lama setelahnya pria itu sudah terlelap .
__ADS_1
Setelah selesai mandi Rose segera menyusul kekasihnya untuk beristirahat sejenak . Dia juga ingin memejamkan matanya karena aktivitasnya seharian ini sungguh menguras pikiran dan tenaganya .
Rose tertawa ketika melihat Bryan terlelap dengan memeluk bantal miliknya , dia seperti sedang melihat anak kecil yang tertidur dengan memeluk boneka kesayangannya .
Entah kenapa bukannya tidur ia malah lebih tertarik untuk menatap wajah tampan di depannya . Satu jarinya dengan sangat lembut menyentuh setiap bagian wajah dari pria yang terbaring di depannya .
" Kau sempurna Schat .... " lirihnya hampir tak terdengar .
Tak hanya menyentuhnya , Rose perlahan melakukan bibirnya pada bibir kekasihnya dengan sangat lembut . Wanita itu merasa bersyukur karena sudah dipertemukan dengan pria sebaik Bryan . Pria itu benar benar bisa meluluhkan hatinya , padahal ia sempat mengira rasa kagumnya pada seorang Zahid Al Shamma adalah rasa cinta .
Tapi sebelum sempat melepaskan tautan bibirnya gadis itu merasa sebuah tangan menahan dan sedikit menekan tengkuknya hingga mau tidak mau ia kembali menyentuh bibir kekasihnya .
Kali ini bukan sebuah kecupan singkat seperti yang ia lakukan tadi tapi lidah pria itu benar benar bermain di dalam mulutnya . Badannya juga sudah direngkuh hingga saat ini ia berada di atas tubuh kekasihnya .
" Schaaatt .... euugghhh "
Satu persatu ia mulai membuka helai demi helai kain yang menghalangi tangannya . Dan matanya nanar ketika dia berhasil melepas kain segitiga penutup terakhir tubuh gadisnya .
" Schaaatt ... "
Bryan menyingkirkan satu tangan yang mencoba menghalangi arah pandangnya pada lembah berumput halus itu .
" Jangan ditutupi Lieve ... kau sangat indah "
Melihat wajah sang kekasih yang sudah memerah sempurna membuat ia tidak tahan untuk kembali meraup bibir merah itu . Rose menjerit pelan ketika satu tangan Bryan meremas lembut salah satu bukitnya .
__ADS_1
" Aaaakkhhh ... Shcaattt jangaaann "
Dua tangannya meremat rambut sang kekasih ketika bibir nakal itu berlabuh memainkan dua pucuk bukitnya bergantian . Pria itu benar benar membuatnya melayang ke nirwana .
Bryan kalap , dia tak mampu mengendalikan diri lagi setelah merasai nikmatnya lembah berumput dengan oase ditengahnya . Hisapan dan cecapan yang ia lakukan membuat suara indah gadisnya terdengar semakin keras .
" Aarrgghhhhh ... hahhhhhh "
" Lieve .... "
Bryan bisa merasakan tubuh gadisnya mengejang hebat merasakan ******* untuk pertama kalinya , tapi ia terkejut ketika melihat ada air mata yang sudah meleleh di pipi gadisnya .
Pria itu terpaku , dia sadar apa yang mereka lakukan saat ini adalah salah walau mereka saling mencintai . Hubungan seperti ini seharusnya tidak mereka lakukan sebelum sebuah ikatan ada di antara mereka .
Bryan merutuki dirinya sendiri yang gagal mengendalikan nafsunya , dia sempat menggila karena Rose juga terlihat sangat menikmatinya .
" Lieve .. maaf !! Maafkan aku "
Bryan menutupi tubuh kekasihnya dengan selimut , sedangkan dia kembali mengatur nafasnya yang masih saja memburu . Tubuh itu sudah benar benar membuatnya gila .
" Aku mohon jangan menangis , itu sangat menyakitiku ... "
" Apa hanya sebatas ini rasa cintamu padaku Schat !? "
" Aku sangat mencintaimu Lieve , maaf jika aku tidak bisa mengendalikan diriku . Tapi sungguh berada di dekatmu membuat kepalaku ingin meledak ! Aku berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi . Aku berjanji akan menjagamu hingga saat pernikahan kita nanti "
__ADS_1
" Jangan pernah tinggalkan aku ... "
" Never .. Kita akan menikah lusa , saat kita kembali pulang ke Dubay . Bersiaplah untuk menjadi Nyonya Bryan O'Donnell sayang !! "