
Pagi tadi Anna tetap saja memaksa untuk berangkat kuliah walau Abbio tidak mengijinkan . Gadis itu beralasan ada tugas penting kuliah yang harus ia serahkan pada dosennya .
Dan siangnya Abbio terlihat sudah ada di pelataran parkir kampus untuk menjemput pemilik hatinya . Dan tidak lama kemudian gadis itu terlihat berjalan ke arahnya dan tanpa berkata apapun dia naik ke mobil dan menutup pintunya .
Abbio hanya menghembuskan nafasnya dalam dalam , gadis itu ternyata belum bisa memaafkannya .
" Kita makan siang dulu , kau ingin makan apa Ann ?! Ckk ... aku tidak suka melihatmu terus diam seperti itu !! Kau membuatku merasa kalau aku sudah terlalu menyakitimu , kau sudah dewasa harusnya kau tahu bagaimana harus bersikap . Kenapa malah menyiksa diri dengan terus menunggu "
" Aku sudah bilang kan ? aku tidak akan pernah menunggumu lagi .... "
" Bukan itu "
" Aku juga akan lebih mandiri , aku tidak akan bergantung lagi padamu ... "
CKKKIIITTTT ....
Abbio mengerem mobilnya secara tiba tiba hingga tubuh mereka sedikit terhuyung ke depan . Untung jalanan tidak terlalu ramai hingga ulah putra mafia itu tidak merugikan pengguna jalan yang lain .
Bulu kuduk Anna merinding ketika merasakan aura pria di sebelahnya terasa sangat menakutkan . Pandangan lurus ke depan dengan nafas yang terdengar berat .
__ADS_1
Sesaat kemudian ia meraih ponsel dalam saku jasnya , sepertinya pria itu menelpon seseorang .
" Siapkan semua sekarang juga ! Sebentar lagi aku tiba disana ... "
" ....... "
" Aku tidak peduli !! Apapun caranya aku tidak mau tahu , semua harus sudah beres saat aku sampai . Aku rasa kau masih ingin melihat matahari terbit esok hari kan !!!? "
" ....... "
" Sekitar satu jam.lagi aku kesana , setelah makan siang "
Sebenarnya Anna ingin tahu apa yang dibicarakan pria itu , tapi ia masih enggan bicara dengan pria menyebalkan di sebelahnya .
Anna tidak mau berpikiran terlalu tinggi , dia menganggap Abbio hanya bertanggung jawab karena Violetta lah yang telah menitipkan dirinya pada keluarga itu .
Setelah kejadian tadi Abbio terlihat menjadi sangat diam , saat makan siang pun pria itu malah terlihat sibuk dengan ponselnya . Sepertinya ia sedang sibuk berkirim pesan dengan seseorang .
Anna kembali merasa tersingkir siang itu , tapi ia tidak mau menjadi gadis yang cengeng dengan terus mengemis perhatian . Selesai makan siang Abbio melesatkan mobilnya kembali ke jalanan .
__ADS_1
Dan dahi gadis itu mengernyit ketika Abbio menghentikan mobilnya di sebuah gedung cukup megah . Seperti sebuah gedung instansi . Mungkin ada yang harus di urus pria itu mengenai perusahaannya .
" Kita turun di sini dulu ... "
Karena masih enggan bicara Anna mengikuti saja perintah pria itu . Dia turun dan mengikuti langkah Abbio yang mulai memasuki gedung itu . Sepertinya gedung ini juga sebuah kantor yang cukup sibuk , Anna dapat melihat aktifitas seperti saat ia di gedung kantor Al Shamma .
Dan akhirnya mereka sampai disebuah ruangan kantor , disana mereka disambut oleh beberapa orang yang mengangguk hormat pada Abbio . Anna tahu pria itu memang mempunyai kekuasaan yang sangat berpengaruh di negeri ini .
" Duduklah dulu , kita tunggu mereka menyiapkan semuanya ... " kata Abbio dengan menarik lembut tangan mungil itu untuk duduk bersamanya .
Sekali lagi Anna menurut dan duduk disamping tuan mudanya . Dia melihat beberapa orang sedang sibuk menyiapkan sesuatu . Ada raut khawatir di wajah mereka , mungkin mereka takut melakukan kesalahan dan membuat tuan muda arogan disebelahnya ' meledak ' .
" Selesai ... tuan dan nona hanya tinggal menanda tanganinya saja " kata seorang pria dengan meletakkan beberapa berkas di depan Anna dan Abbio yang sedang duduk bersebelahan .
" Tanda tangan ?? Tapi aku tidak sedang ingin berhutang ... " kata Anna , dulu dia pernah menemani ibunya ke sebuah bank untuk mengajukan pinjaman . Dan mereka di hadapkan dengan berkas seperti yang sekarang ada di depannya .
" Siapa yang sedang menyuruhmu berhutang !!?? "
" Bukannya tanda tangan biasanya digunakan jika mau berhutang !? "
__ADS_1
" Kita sedang mengurus surat surat pernikahan kita !! Setelah menikah kau hanya boleh bergantung padaku ... hanya padaku . Karena selamanya kau akan terikat padaku . Jangan pernah lagi berniat lari dariku . Apa kau mengerti ???!!! "
" Hahhhh ... "