
" Bu , kali ini Hiro mohon jangan keras kepala ! Gadis yang kita tahan sudah mempunyai seorang suami . Dia dalam perjalanan bulan madunya untuk menjelajah Jepang . Ibu harusnya lebih tahu dengan apa yang dia rasakan sekarang "
Saat ini Hiro sedang membujuk ibunya yang sedang berbaring di ranjangnya . Pria berbadan tegap dengan tatto yang menghias seluruh badannya itu sedang memijit kaki ibunya . Mungkin karena faktor usia ibu Hiro yang bernama Nanami merasa sangat mudah lelah .
" Kenapa kau selalu meminta ibumu yang sudah tua ini untuk mengerti keadaan orang lain ?? Tak sekalipun kau mau mengerti posisi ibumu . Kau sudah menjadi pemimpin sekarang ! Dan seorang pemimpin akan menjadi sempurna jika dia mempunyai seorang istri . Mereka berpikir jika pria bisa mengatur rumah tangganya maka bisa dipastikan ia mampu mengatur klan besar ini . lbu tidak mau para tetua berubah pikiran hanya karena hal sepele itu ! Sepuluh tahun ibu berjuang untukmu , ibu telan semua pil pahit ketika menjadi pemegang tampu utama kekuasaan klan keluarga kita . Menyingkirkan ataupun membunuh bukanlah hal yang baru buat lbu ! lbu menjadi monster yang tak punya hati agar keluarga ini tetap di segani oleh para pesaing dan masyarakat di luar sana . Ibu lelah Nak ! Nikahi dia agar lbu bisa lebih tenang . Kita butuh keturunan laki laki untuk meneruskan kekuasaanmu kelak "
Hiro menatap sang lbu tanpa menghentikan pijatan lembutnya pada kaki renta ibunya . Dengan menatap raut lelah itu Hiro tahu ibunya pasti sudah melewati semua hal yang luar biasa melelahkan dan menyakitkan .
" lbu pikir aku bisa menikah dengan wanita yang bahkan tidak mencintaiku ?! Seumur hidup aku akan menerima kebencian darinya , rumah tangga seperti apa yang bisa kubangun dengan landasan kebencian seperti itu ?? Ok ... Hiro akan menikah secepatnya . Tapi bukan dengan wanita yang sudah bersuami macam tahanan kita "
" Siapa ?? Ibu tahu sekarang ini kau tidak sedang menjalin hubungan dengan siapapun !! "
" Anak ibu ini cukup tampan dan berkuasa . Ku dengar banyak dari para tetua yang mempunyai cucu perempuan yang sudah dewasa . Aku bisa menikahi salah satu dari mereka , selain mendapat keturunan aku juga akan mendapat dukungan penuh dari keluarga para tetua "
" lbu beri waktu tiga hari , jika kau tidak bisa mewujudkan yang barusan kau katakan maka mau tidak mau kau harus menikahi gadis tahanan kita itu . Ibu akan mengurus perceraiannya agar dia tidak lagi berstatus istri orang "
Hiro mendesah kasar sambil mengangguk menyanggupi permintaan sang ibu . Akan sangat sulit untuknya menikahi gadis yang tidak ia cintai , tapi ia akan melakukan semua agar gadis yang dikurung di kamar tamu itu bisa segera bebas . Mata bening berwarna hitam itu mengingatkannya pada seorang gadis yang pernah mengusik hatinya .
__ADS_1
*
Di sebuah rumah makan khas Jepang terlihat seorang pria sedang duduk sendirian menikmati makan malamnya dengan ditemani beberapa botol sake . Udara yang dingin di tambah dengan pikirannya yang kalut membuat pria itu ingin menenggak sesuatu yang akan bisa sedikit menenangkannya .
Dua hari yang lalu hampir saja ia kalap dan nekat menerobos istana Yoshida . Tapi dia beruntung karena akal sehatnya mampu menghentikan kegilaannya .
Menyerang keluarga Yoshida berarti menabuh genderang perang dengan klan mafia Jepang itu . Dan Bryan tidak mau ' perang ' pribadinya itu akan berimbas pada hubungan klan Al Shamma dan klan Yoshida . Dua klan besar itu mempunyai hubungan dan kerjasama yang baik di dunia bisnis .
Kemarin melalui sambungan telpon dia sudah berbicara panjang lebar dengan pimpinan klan itu yang tak lain adalah Akihiro Yoshida . Mereka saling mengenal karena Bryan dan Hiro sampai sekarang masih menangani proyek kerjasama yang dikerjakan oleh dua klan besar itu di Dubay .
Abbio dan Zahid pun mengatakan untuk mengikuti apa yang di katakan Hiro , mereka percaya pemimpin klan terbesar di negeri Sakura itu bisa dipegang kata katanya . Anna dan Safa juga sempat meminta maaf padanya , dua nyonya Al Shamma itu tidak tahu jika akan menjadi seperti ini keadaannya .
" Akkhhh .... !! "
Bryan dikejutkan dengan suara seorang wanita yang menjerit tertahan , di depannya seorang wanita parubaya dengan wajah oriental yang masih sangat cantik sedang memegang bahunya . Dia menggandeng seorang anak laki laki tampan berumur sekitar sepuluh tahun yang tampak khawatir dengan keadaannya .
" Nenek tidak apa apa !? Kakek pasti sebentar lagi kesini "
__ADS_1
Sepertinya seseorang tidak sengaja menabrak bahunya hingga ia sedikit merasa kesakitan . Beberapa pria menghadang pria yang menabraknya tadi , tapi wanita itu dengan tenangnya menggelengkan kepalanya seolah melarang para pria berbaju hitam itu menyakiti pria yang menabraknya .
Dan ajaibnya hanya dengan gelengan kepala para pria itu menunduk dan menuruti wanita itu . Bryan yang memang duduk tak jauh dari wanita yang masih berdiri itu kemudian bangkit dan menanyakan keadaannya .
" Nyonya baik baik saja !? "
Wanita itu tersenyum ramah padanya , dan sekali lagi para pria yang ingin mencegahnya untuk mendekat padanya mundur teratur .
" Aku baik baik saja Nak , terima kasih ! "
" Nyonya sudah memesan meja ? Tampaknya restoran ini sedikit ramai . Jika tidak keberatan meja di depan saya masih kosong . Anda dan jagoan ini bisa duduk bersama saya di sana "
" Terima kasih Paman , apa tidak apa apa jika kita duduk bersama paman ini Nek !? "
" Tentu saja tidak , yang penting kau harus bisa jaga sikap ! Kita duduk sambil menunggu kakek "
" Janu mengerti Nek !! "
__ADS_1