
Anna sudah memakai dress putih panjang berwarna putih dengan kerudung warna senada untuk proses akadnya . Mansion juga sudah dihias seindah mungkin . Aneka sajian juga sudah disiapkan untuk memeriahkan acara sore itu . Para tamu yang diundang khusus sore itu juga sudah siap untuk menyaksikan pernikahan putra pertama dari klan besar pengusaha itu .
Semua sudah siap , dan pemuka agama pun juga sudah datang bersiap untuk menikahkan mereka . Tapi sampai waktu yang sudah ditentukan sang pengantin pria seperti hilang di telan bumi .
Berkali kali Anna berusaha menghubungi calon suaminya , tapi sepertinya ponsel Abbio tidak aktif . Sudah satu jam dari waktu yang ditentukan untuk pernikahan mereka tapi tak ada tanda tanda kedatangan mempelai pria di tempat itu .
Anna masih berusaha untuk berpikir positif , dia yakin Abbio masih sibuk dengan urusan perusahaannya karena pernikahan mereka memang diadakan secara mendadak . Semua keluarga di lndonesia yang terpampang di layar pun terlihat gelisah . Gaffar terlihat beberapa kali menelpon putranya tapi sepertinya Abbio memang sangat sulit untuk di hubungi .
Setelah dua jam menunggu akhirnya Gaffar memutuskan untuk mengundurkan acara pernikahan itu . Melalui layar itu pria parubaya itu meminta maaf pada kolega kolega yang sangat ia percaya yang di hadirkan pada sore hati itu .
Anna terpaku di balkon kamarnya , dari sana ia bisa melihat orang orang sedang sibuk membereskan semua yang tadi dipersiapkan untuk acara tuan muda mereka . Gaun pengantin pun masih ia pakai karena berharap pria itu tiba tiba datang dan menjemputnya untuk pernikahan mereka .
__ADS_1
Sampai waktu menjelang tengah malam Abbio tak juga menampakkan batang hidungnya .
" Nona sebaiknya makan dulu , sudah dari tadi Nona duduk di sini . Tuan pernah berpesan agar kami tepat waktu menyiapkan makan untukmu . Nona punya sedikit masalah di perut " kata Rose yang ikut sedih dengan di undurnya pernikahan Anna .
" Tadi aku sudah makan Rose , jangan khawatir aku bisa menjaga diriku "
" Tuan muda sangat mencintai Nona , dia pasti punya alasan yang kuat kenapa dia tidak datang di acara tadi sore "
" Baik saya akan istirahat . Tapi saya mohon Nona juga istirahat ! Jangan sampai tuan muda marah besar karena kami tidak bisa menjagamu Nona ! "
Anna hanya tersenyum dan mengangguk , ia terharu banyak orang di sekitarnya yang masih sangat peduli dengannya . Tadi dia calon mertuanya juga sudah menelponnya . Gaffar dan Bu Sri meminta Anna untuk berpikiran positif , mereka bilang Abbio pasti punya alasan yang tepat kenapa tidak datang dalam acara pernikahannya .
__ADS_1
Tapi tiba tiba wajah yang tadinya sayu kembali bersemangat ketika melihat pria yang dari tadi ia nantikan berjalan dari arah kolam renang menuju kamarnya yang ada di gudang belakang .
Dengan segera Anna berlari turun dari lantai atas kamarnya menuju ke bawah dan dahinya berkerut melihat wajah penuh kemarahan pria yang menjadi calon suaminya .
" Ada apa , kenapa kau seperti ini !? Apa kau baik baik saja !? " kata Anna.ketika sampai ke bawah .
Dia sudah tidak sabar mendengarkan cerita pria itu walau ada sedikit kekecewaan dengan kejadian sore tadi .
" Kita bicara di ruang kerja , tapi sebelumnya lepas gaun itu ... kau tak pantas mengenakannya !! "
Bukannya menjawab pertanyaannya , dengan wajah yang masih terlihat marah Abbio berjalan ke arah mansion . Anna termangu , pria itu bahkan tidak meminta maaf karena ketidakhadirannya di acara pernikahan mereka .
__ADS_1
Pria itu juga memintanya melepas gaun yang dia pilih sendiri untuknya kemarin . Setelah berkali kali menghembuskan nafasnya agar hatinya lebih tenang , Anna melangkah menuju ruang kerja sesuai permintaan Abbion .