Hurt

Hurt
138


__ADS_3

" Beberapa hari ini kulihat kau lebih sering makan buah , apa perutmu bermasalah sayang ?! Bicaralah tentang apapun padaku " kata Zahid yang sudah berada di kamar apartemennya .


" Aku baik baik saja , kadang wanita memang mengalami hal hal seperti ini Za ! Mood kami mudah turun naik "


" Aku tahu sayang ... Apa moodmu sedang baik !? " sahut Zahid dengan senyumnya .


" Maksudmu !? "


" Kau terlihat seksi dengan lingerie yang kau kenakan saat ini " Zahid tak bisa menyembunyikan tatapan kagum pada tubuh yang hanya di balut lingerie transparan tanpa apapun lagi di dalamnya .


Safa hanya tertawa kecil , akhir akhir ini dia sangat suka berbelanja lingerie seksi melalui situs online . Lingerie dengan harga ' wajar ' karena ia bukan wanita yang gila barang branded .


Lagipula lingerie lingerie itu akan berakhir mengenaskan , Zahid selalu tidak sabar membukanya . Alhasil lingerie lingerienya pasti robek tak berbentuk .


" Aku lebih nyaman jika tidur tanpa mengenakan apapun .... " bisik Safa ditelinga suaminya .


" Aku pun begitu sayang ! Apa perlu bantuanku untuk membuka bajumu !? "


" Sebelum aku membuka bajuku apa boleh aku bertanya padamu ?! " kata Safa yang teringat pembicaraannya dengan Anna dan Rose tadi setelah makan malam .


" Hemmm.... " jawab Zahid yang sudah sibuk melabuhkan bibirnya pada belahan diantara dua bukit dengan ukuran lumayan besar itu . Sesekali tangannya meremas lembut pucuk kemerahan yang menyembul pada lingerie transparannya .


" Zaaa ... euugghhhhh ... bagaimana jika ada bayi di perutku ??! "


" Hemmmmm ... kau indah sayang " lirih pria yang sudah mulai terbakar nalurinya itu .


Sepertinya ia tidak terlalu memperhatikan pertanyaan istrinya . Pria itu disibukkan dengan dua pabrik susu yang dari tadi sudah menggodanya . Tapi ia tiba tiba menghentikan aksinya , ia seperti berpikir tentang sesuatu .

__ADS_1


" Ulangi kata katamu sayang ... "


" Yang mana !? "


" Pertanyaanmu tadi ... "


" Ooooo tadi aku bertanya bagaimana jika ada bayi diperutku "


Zahid terdiam dan memandang perut sang istri yang masih rata .


" Belum pasti Za , tapi aku sudah beli test pack . Kau tidak keberatan jika aku hamil secepat ini !? "


Zahid memeluk erat tubuh istrinya , hanya mendengar kabar itu saja hatinya sudah sangat bahagia apalagi jika sang istri benar benar mengandung buah hati mereka .


" Aku mencintaimu sayang , dan jika ada yang paling aku harapkan adalah kehadiran buah cinta kita . Aku akan belajar jadi suami sekaligus ayah yang baik untuk kalian "


" Semua untukmu sayang "


Dan dua manusia yang saling mencintai itu kembali mereguk indahnya rasa antara mereka .


*


Pagi pagi sekali setelah bangun tidur Anna segera melakukan niatnya , dia ambil.test pack yang semalam di beli oleh Safa . Dengan memejamkan matanya ia berharap alat itu menunjukkan dua garis merah .


Sepuluh menit berlalu , dan ia mengambil tiga buah test pack yang ada di dalam sebuah wadah yang berisi urine tersebut . Matanya berkaca kaca ketika melihat tiga alat berukuran sangat kecil itu .


Sebenarnya ia ingin memperlihatkan hasilnya pada sang suami tapi kelihatannya Abbio masih lelap dalam tidurnya . Anna memutuskan untuk pergi ke dapur untuk memasak sarapan suaminya .

__ADS_1


Abbio bukan pria yang rewel jika itu tentang makanan , dia memakan semua yang dibuat oleh istrinya . Pagi ini Anna membuat gulai ayam dan lontong sebagai pelengkapnya .


Tapi dahinya mengernyit ketika sang suami sudah rapi memakai setelan formal sedikit tergesa menghampirinya .


" Sayang maaf aku tidak bisa sarapan denganmu , aku hampir lupa jika pagi ini ada meeting penting "


" Tapi aku sudah buat sarapan spesial untukmu "


" Antar saja nanti untuk makan siang ... aku pergi "


" Kak tunggu !! Tadinya aku ingin membuka ini bersamamu , tapi sepertinya kau tidak sempat !! Buka ini jika waktumu sudah senggang ... " Anna menyerahkan hasil dari test packnya , tadi sambil menunggu masakannya matang ia sempat membungkusnya hingga seperti kado kecil .


" Ya , nanti aku buka ... aku pergi sekarang ! Aku mencintaimu ... "


Anna hanya menghembuskan nafasnya melihat hasil masakan yang bahkan tidak dilihat suaminya . Tapi ia harus maklum karena ia mempunyai suami yang memang super sibuk .


" Nyonya muda tidak sarapan dulu ? " tanya seorang maid yang sudah ditunjuk Abbio menggantikan Dwayne sebagai kepala pelayan .


" Ehhmm mungkin nanti .. "


" Tapi tuan muda pasti akan marah besar jika tahu nyonya muda tidak mau makan . Nyonya pernah sakit maag , saya mohon isi perut nyonya walau sedikit saja "


Anna terdiam , ia hampir lupa jika ada satu nyawa yang ia bawa dalam perutnya . Dia tidak boleh egois dengan memikirkan dirinya sendiri .


" Terima kasih sudah mengingatkan , tolong hangatkan masakan tadi "


Kepala pelayan hanya tersenyum , dia merasa beruntung mempunyai nyonya muda yang baik dan rendah hati seperti Anna .

__ADS_1


__ADS_2