
Setelah mengetahui belajdn jiwanya pulang ke Jepang semalam ia segera pulang dengan menggunakan pesawat pribadinya . Sungguh ia tak menduga Mayleen bisa membalasnya setelak ini .
Hiro bergegas masuk ke dalam istana Yoshida , dia ingin segera bertemu istri nakalnya . Ketika dunianya jungkir balik gadis itu malah pulang kerumah menemui ibunya .
" Mana Nyonya Muda !? " tanyanya pada seorang maid yang kevmbetulsn berpapasan dengannya di ruang tamu .
" Maaf Tuan ... Nyonya Besar dan Nyonya Muda pergi sejak pagi "
" Hubungi pengawal yang bertugas menjaga mereka , dan tanyakan mereka sedang ada di mana " perintah Hiro pada salah satu penjaganya .
Penjaga itu terlihat menelpon seseorang , tapi raut wajahnya berubah ketika sudah menelpon ponselnya .
" Ada apa kenapa wajahmu begitu ?? "
" Ehhmm ... maaf tapi mereka bilang Nyonya besar tidak ingin di ganggu siapapun termasuk Tuan Muda . Beliau meminta Tuan menunggu di rumah .... "
Hiro hanya mendengus kesal ketika mendengarnya , padahal dia sudah sangat ingin bertemu dengan istrinya untuk minta penjelasan . Dia juga sudah sangat ingin menggigit istri nakalnya itu .
Sampai menjelang malam dua wanita yang begitu berarti dalam hidupnya itu juga belum menampakkan batang hidungnya . Sudah selama satu jam Hiro di teras depan istana hanya untuk melihat kedatangan mereka .
Dan akhirnya penantiannya berakhir , Hiro melihat mobil ibunya sudah memasuki halaman depan istananya . Dengan tenangnya dua wanita itu berjalan ke arahnya .
__ADS_1
" Kenapa kau masih di depan ?? Bukannya kau sudah pulang dari tadi ?? " tanya Nanami pada putranya yang menatap tajam menantunya yang berjalan di sampingnya .
Hiro berdiri dengan dua tangan di atas pinggangnya , wajahnya sesekali menengadah dengan memejamkan matanya seperti sedang menahan sesuatu . Dan dua wanita itu tahu benar apa yang saat ini pria itu rasakan .
" Aku ingin bicara dengannya Bu ... "
" Mayleen pasti sangat lelah , biarkan dia beristirahat "
" Tapi aku suaminya Bu ! lbu tahu yang dia lakukan padaku ?? Dia ... "
Sebelum menyelesaikan kata katanya Nanami yang tadinya berjalan segera menghentikan langkahnya dengan meraih tangan menantunya untuk berdiri di sisinya .
" Bu ... bukan begitu "
" Dua bulan aku menjadi saksi tentang rindu kalian !! Tentang perjuangan kalian agar bisa segera kembali bersatu !! lbu tahu kau berusaha mati matian menyelesaikan semua masalahmu . Tapi bukan hanya kau !! Setiap hari dia selalu menanyakan keadaanmu pada ibu , setiap saat dia mengatakan bahwa dia merindukan putraku . Dia mencintaimu !!! Menantuku sangat mencintai putraku .... Tapi apa yang dia dapat ketika bertemu denganmu ???! "
" Bu ... " Mayleen tampak meraih bahu mertuanya agar wanita itu lebih tenang .
Hiro tampak menghela nafasnya dengan pandangan tertunduk , dua tangan yang tadinya di pinggang pun sudah luruh disisi badannya .
PLAKKK ... PLAKKKK
__ADS_1
" Aku bertanya padamu Akihiro Yoshida !!!! Apa yang di dapat menantuku setelah bisa bertemu dengan suaminya !!!?? JAWAB !!! "
" Sudah Bu ... " dengan lembut Mayleen menarik mundur tubuh mertuanya agar tidak meneruskan amukannya .
" Cintanya kau balas dengan kebencian !! Rindunya kau balas dengan penghinaan !! Apa lbu pernah mengajarimu untuk menghina seorang wanita hahh !! Menghina istrimu itu artinya kau menghina ibumu ... jika kau tak bisa menghargai cintanya maka aku peringatkan jangan pernah berani untuk mendekatinya "
" Aku tahu aku sangat bersalah , waktu itu aku cemburu . Cintaku padanya membuat mataku buta . Aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki diri , ijinkan aku bicara dengan istriku ... aku merindukannya Bu " lirih Hiro .
" May sebaiknya kita beristirahat , kita lanjutkan ini besok sebelum lbu terkena darah tinggi menghadapi anak itu "
" Baik Bu "
Dua wanita itu berjalan beriringan menuju kamar mereka . Sebuah senyum terukir di bibir Hiro ketika mengetahui istrinya akan beristirahat ..ltu artinya dia bisa melepaskan rindunya pada istrinya di kamar mereka .
Tapi dahinya berkerut ketika melihat istrinya malah berjalan melewati kamar pribadi mereka , Mayleen mengikuti langkah ibunya menuju kamar utama yang merupakan kamar Nanami .
" Dia akan menemani lbu , sudah ibu katakan jangan harap bisa mendekatinya sebelum dia bisa memaafkanmu !! " kata Nanami yang sepertinya tahu arti pandangan putranya yang dari tadi berjalan mengikuti langkahnya dan menantunya .
Sementara Hiro terpaku ketika wajah cantik itu menoleh ke belakang dengan menjulurkan lidahnya seakan sedang mengejeknya . Wajah yang tadinya datar itu saat ini penuh senyum dan malah terlihat sangat menyebalkan di matanya .
" Awas kau nanti gadis nakal ... "
__ADS_1