
Anna hanya tersenyum dan melambaikan satu tangannya ketika melihat Hiro memasuki kafenya . Sudah sejak dua bulan yang lalu pria itu sering mengunjunginya walau ia sudah berulang kali melarangnya .
Indonesia Jepang bukan jarak yang dekat untuk ditempuh , tapi hampir setiap akhir Minggu pria rutin datang mengunjunginya . Anna bukan gadis yang bodoh yang tidak bisa melihat perasaan Hiro padanya . Tapi sejak penghinaan yang ia terima hatinya menjadi tertutup .
Waktu itu , di malam ketika mereka ingin pergi dari Dubay ada beberapa orang yang menghadang mobil mereka , untung saja dua teman Safa ada bersama mereka .
Tapi apa daya waktu itu mereka kalah jumlah hingga mereka kemudian menyerah . Tapi betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui jika orang orang itu adalah orang orang Al Shamma yang sangat setia pada tuan besar mereka yaitu Gaffar Al Shamma .
Orang orang itu mendapat perintah untuk membawa dua calon menantu Al Shamma ke tempat yang dirasa aman . Tempat yang tidak akan pernah tersentuh oleh dua pewaris Al Shamma .
Dan mereka berempat kemudian diantar di sebuah hanggar pesawat jet pribadi milik salah seorang relasi Gaffar yaitu Akihiro , seorang pengusaha dari Jepang yang saat ini juga sedang mempunyai sebuah proyek besar dengan Abbio . Dan Gaffar memberitahukan hal ini pada George karena tuan besar Al Shamma itu merasa ayah kandung Safa berhak mengetahui keberadaan putrinya .
Setelah malam itu mereka menjadi semakin dekat . Hiro mendekati Anna karena dia sudah tahu tentang Abbio yang membatalkan pernikahannya sendiri . Dulu walaupun ia sudah tertarik pada sosok Anna tapi dia tidak akan pernah menjadi orang ketiga . Karena baginya merebut jodoh orang bukanlah perbuatan yang terhormat .
" Sudah mau pulang !? " tanya Hiro yang melihat Anna menghampiri dirinya .
Anna hanya mengangguk , setiap pria itu datang ia akan meluangkan sedikit waktunya . Dia tidak tega jika membiarkan pria itu duduk begitu lama hanya untuk menunggunya bekerja .
" Tapi kafe masih ramai ? Apa tidak apa apa jika ditinggal ? "
" Tidak apa apa , ada teman yang membantu . Kau sudah makan ? "
__ADS_1
Hiro menggelengkan kepalanya pelan , ia sengaja tidak makan setiba di Bali hanya agar segera bisa bertemu pujaan hatinya .
" Kebetulan jika begitu , malam ini Kak Diva mengundang makan malam di mansion . Kita kesana bersama Kak Safa dan Kak Oliver . Ada acara sukuran karena salah satu keponakannya di London sedang khitan . Bukan acara resmi , hanya acara barbeque "
" Kau serius !? "
" Ehhmm apa kau tidak mau ?? " cicit Anna , mungkin pria seperti Hiro tidak nyaman jika bertamu dengan seseorang yang belum di kenalnya .
" Tentu saja aku mau ... ehmm ngomong ngomong siapa Diva ? Apa dia salah satu keluargamu ? " sahut Hiro terlihat sangat bersemangat .
Sebuah kemajuan untuknya jika gadis pemalu itu mau mengajaknya ke sebuah acara . ltu menunjukkan bahwa sedikit demi sedikit Anna bisa menerimanya .
" Kami juga baru mengenalnya , tapi dia sangat baik pada kami . Sebenarnya bukan hanya dia , semua keluarga Kak Diva sangat baik pada kami "
" Apa kau tidak merindukannya ? "
Anna hanya sedikit menarik bibirnya ketika mendapat pertanyaan dari Hiro . Pertanyaan yang selalu pria itu tanyakan jika mereka sedang berjalan menyusuri pantai seperti sekarang ini .
" Apa tidak ada pertanyaan yang lain ?! "
" Kadang aku masih melihat cinta di matamu untuknya "
__ADS_1
" Dia cinta pertamaku , dia juga yang menorehkan luka begitu dalam padaku . Cinta dan penghinaannya akan selalu aku ingat seumur hidupku . Dia mampu melemparku ke lumpur nista yang membuatku tak punya harga diri sedikitpun . Apa kau keberatan jika aku memintamu untuk tidak lagi membahas pria itu ? Bantu aku untuk melupakannya " lirih Anna dengan mata yang sudah berkaca kaca .
" Maaf ... jangan menangis karena itu menyakitiku . Aku berjanji tidak akan membahas ini lagi denganmu "
Raut sedih itu kemudian menjadi senyum lebar ketika tiba di sebuah rumah dan melihat Safa menggendong seorang balita cantik .
" Avaaa ... "
Hiro hanya geleng geleng kepala ketika gadis pujaannya itu berlari kecil ke arah balita dengan pipi chubby itu . Walau sudah sering ketempat ini tapi ia belum pernah bertemu dengan orang tua bayi gembul itu . Yang ia tahu balita itu bukan anak sembarangan karena sangat di jaga ketat keamanannya oleh bodyguard bodyguard yang sudah terlatih .
Hingga kemudian ia dikejutkan kehadiran seseorang yang ia tahu benar siapa sosok itu . Dia datang dengan merengkuh seorang wanita cantik dalam pelukannya .
" Adam ....."
" Kita bertemu lagi ... " sahut pria bertato itu dengan tatapan tajamnya . Tampak ada sedikit seringaian di sudut bibirnya .
Anna Kalila
Safa Kahl
__ADS_1