Hurt

Hurt
94


__ADS_3

Zahid sedang merasa sangat kesal ketika melihat Bryan sedang tertawa terbahak bahak saat ini . Kebetulan malam itu dia mengunjungi Zahid yang ada di mansion Al Shamma .


" Bisakah kau diam brengsek ??!! "


" Ha ... ha ... Ya Tuhan dia benar benar menghajarmu !! Kau punya sabuk hitam jujitsu sekaligus karate , aku masih bingung bagaimana bisa dengan mudah dia membuatmu seperti ini !!? "


Zahid hanya mendengus kasar diapun tak habis pikir bagaimana bisa pria bertato itu bisa menghajarnya dengan mudah padahal ia adalah petarung yang cukup tangguh . Sejak kecil Daddynya sudah mengenalkan seni bela diri padanya ataupun kakaknya .


" Kurasa dia memang pantas menjadi anak didik uncle Alfian . Kabarnya Adam sama sama mengerikannya dengan Bumi jika sedang dalam mode marahnya . Ngomong ngomong aku ingin kau menyelidiki keberadaan George Kahl "


Bryan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan senyum penuh artinya .


" Jangan bilang jika Daddy kembali menyuruhmu untuk tutup mulut !! ltu tidak lucu Bry ... "


" Tuan besar ingin lukamu benar benar sembuh dulu . Dan kurasa beliau benar karena menghadapi murka mertua butuh fisik dan tenaga yang fit ha .. ha ... "


Jika saja dirinya sudah membaik sudah pasti saat ini juga dia akan menghajar pria yang sedang tertawa bahagia di depannya itu . Tapi mungkin Daddynya benar , kondisinya harus lebih baik ketika menghadapi milyuner dari lnggris itu .


Zahid berdecih sebal ketika pria itu menghentikan tawanya seketika ketika seorang maid datang mendekati mereka dengan membawa nampan dengan dua gelas cangkir kopi di atasnya .


" Maaf jika saya mengganggu ... saya bawakan kopi dan beberapa kue " ucap Rose sopan dengan menundukkan kepalanya .


" Tidak nona ... kau menyegarkan hariku ! Maksudku bau kopimu sangat segar kurasa " timpal Bryan tanpa sekalipun mengalihkan pandangannya pada raut cantik yang sedang tertunduk itu .


" Jaga matamu Bry ... " kata Zahid memperingatkan , dia melihat Rose sedikit tidak nyaman dengan pandangan Bryan padanya .

__ADS_1


" Ckk ... aku hanya melihatnya Za , bukan memp*rkosa !!! " sahut Bryan kesal setelah maid cantik itu pergi dari ruang tengah tempat mereka mengobrol saat ini .


" Kau menyukainya ??!! "


" Rose ?? Dia seperti seekor kelinci . Menggemaskan tapi sepertinya sulit ditangkap . Akan sangat sulit mendapatkan hatinya ... "


Dahi Zahid mengernyit , yang ia tahu Rose adalah seorang gadis yang baik . Bahkan gadis itu adalah sahabat baik Anna saat gadis itu dalam kesusahan .


Rose mempunyai hati yang sangat lembut dan penyayang , itulah sebabnya Zahid bisa melihat sorot kekaguman di mata Bryan bahkan saat pertama mereka pertama bertemu dulu .


" Kenapa bisa sulit ?? "


" Dari awal aku tahu ada sebuah nama di hatinya !! "


Bryan memandang pria yang ada di atas kursi rodanya itu dengan tatapan sebal , padahal sangat jelas di matanya bahwa gadis itu selalu menatap Zahid dengan penuh rasa cinta . Raut malu malunya sangat kentara jika ada di dekat putra kedua Al Shamma itu .


" Dasar tidak peka !! "


" Maksudmu ??? Jangan mengalihkan pembicaraan Bry ... aku hanya ingin mengetahui keberadaan George Kahl . Aku tidak akan menemuinya dalam waktu dekat karena aku tahu benar kondisiku "


" Kau pikir aku percaya pada pria bucin sepertimu ?? Dari Bali saja kau langsung terbang kemari ketika tahu gadismu itu pulang . Aku tidak akan kecolongan lagi kali ini ! Kalian berdua benar benar membuatku pusing "


" Kau dibayar mahal untuk.itu .... "


" Dan itu satu satunya yang membuatku bertahan . Aku ingin ke dapur sebentar , kopi ini kurang manis !! " sahut Bryan kesal .

__ADS_1


" Cihh alasan !! Bilang saja kau ingin melihatnya lagi "


" Jika aku berniat mengejarnya maka sudah dari dulu aku lakukan Za ! Sainganku terlalu berat .... walau dia jelek sekali saat ini "


" Lemahhhh ... aku bantu singkirkan dia jika kau memang tidak mampu "


Bryan tak menjawabnya , dia bawa cangkir kopinya ke dapur untuk menambahkan sedikit gula . Mungkin maid cantik itu membuat kopi dengan takaran yang sama seperti kopi milik Zahid .


" Ada yang bisa saya bantu Tuan Bryan ?? "


" Lhohh ehhh ... "


Suara lembut itu sedikit mengejutkannya , Bryan melihat Rose sedang berdiri tak jauh darinya dengan sikap sopan . Wajah cantik itu sungguh membuat dia salah tingkah .


" Apa kopinya kurang enak ?? " tanya Rose yang melihat pria yang menenteng secangkir kopi bikinannya tadi .


" lni ?? Tidak ... ini sangat enak " dan dengan terpaksa ia menenggak habis kopi pahit di tangannya .


" Ehhmm aku hanya berniat meminta satu gelas lagi .... "


" Dengan takaran yang sama ? Dua sendok kopi dengan setengah sendok teh gula ?? "


Bryan menganggukkan kepalanya dengan senyum yang di buat semanis mungkin , tapi dia menggerutu dalam hatinya .


" Ya Tuhan ... pantas saja sangat pahit , tapi dengan hanya melihat wajahnya kurasa aku masih sanggup meminum kopi tanpa gula sekalipun "

__ADS_1


__ADS_2