
Zahid sedang merasa sangat kesal ketika melihat Bryan sedang tertawa terbahak bahak saat ini . Kebetulan malam itu dia mengunjungi Zahid yang ada di mansion Al Shamma .
" Bisakah kau diam brengsek ??!! "
" Ha ... ha ... Ya Tuhan dia benar benar menghajarmu !! Kau punya sabuk hitam jujitsu sekaligus karate , aku masih bingung bagaimana bisa dengan mudah dia membuatmu seperti ini !!? "
Zahid hanya mendengus kasar diapun tak habis pikir bagaimana bisa pria bertato itu bisa menghajarnya dengan mudah padahal ia adalah petarung yang cukup tangguh . Sejak kecil Daddynya sudah mengenalkan seni bela diri padanya ataupun kakaknya .
" Kurasa dia memang pantas menjadi anak didik uncle Alfian . Kabarnya Adam sama sama mengerikannya dengan Bumi jika sedang dalam mode marahnya . Ngomong ngomong aku ingin kau menyelidiki keberadaan George Kahl "
Bryan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan senyum penuh artinya .
" Jangan bilang jika Daddy kembali menyuruhmu untuk tutup mulut !! ltu tidak lucu Bry ... "
" Tuan besar ingin lukamu benar benar sembuh dulu . Dan kurasa beliau benar karena menghadapi murka mertua butuh fisik dan tenaga yang fit ha .. ha ... "
Jika saja dirinya sudah membaik sudah pasti saat ini juga dia akan menghajar pria yang sedang tertawa bahagia di depannya itu . Tapi mungkin Daddynya benar , kondisinya harus lebih baik ketika menghadapi milyuner dari lnggris itu .
Zahid berdecih sebal ketika pria itu menghentikan tawanya seketika ketika seorang maid datang mendekati mereka dengan membawa nampan dengan dua gelas cangkir kopi di atasnya .
" Maaf jika saya mengganggu ... saya bawakan kopi dan beberapa kue " ucap Rose sopan dengan menundukkan kepalanya .
" Tidak nona ... kau menyegarkan hariku ! Maksudku bau kopimu sangat segar kurasa " timpal Bryan tanpa sekalipun mengalihkan pandangannya pada raut cantik yang sedang tertunduk itu .
" Jaga matamu Bry ... " kata Zahid memperingatkan , dia melihat Rose sedikit tidak nyaman dengan pandangan Bryan padanya .
__ADS_1
" Ckk ... aku hanya melihatnya Za , bukan memp*rkosa !!! " sahut Bryan kesal setelah maid cantik itu pergi dari ruang tengah tempat mereka mengobrol saat ini .
" Kau menyukainya ??!! "
" Rose ?? Dia seperti seekor kelinci . Menggemaskan tapi sepertinya sulit ditangkap . Akan sangat sulit mendapatkan hatinya ... "
Dahi Zahid mengernyit , yang ia tahu Rose adalah seorang gadis yang baik . Bahkan gadis itu adalah sahabat baik Anna saat gadis itu dalam kesusahan .
Rose mempunyai hati yang sangat lembut dan penyayang , itulah sebabnya Zahid bisa melihat sorot kekaguman di mata Bryan bahkan saat pertama mereka pertama bertemu dulu .
" Kenapa bisa sulit ?? "
" Dari awal aku tahu ada sebuah nama di hatinya !! "
Bryan memandang pria yang ada di atas kursi rodanya itu dengan tatapan sebal , padahal sangat jelas di matanya bahwa gadis itu selalu menatap Zahid dengan penuh rasa cinta . Raut malu malunya sangat kentara jika ada di dekat putra kedua Al Shamma itu .
" Dasar tidak peka !! "
" Maksudmu ??? Jangan mengalihkan pembicaraan Bry ... aku hanya ingin mengetahui keberadaan George Kahl . Aku tidak akan menemuinya dalam waktu dekat karena aku tahu benar kondisiku "
" Kau pikir aku percaya pada pria bucin sepertimu ?? Dari Bali saja kau langsung terbang kemari ketika tahu gadismu itu pulang . Aku tidak akan kecolongan lagi kali ini ! Kalian berdua benar benar membuatku pusing "
" Kau dibayar mahal untuk.itu .... "
" Dan itu satu satunya yang membuatku bertahan . Aku ingin ke dapur sebentar , kopi ini kurang manis !! " sahut Bryan kesal .
__ADS_1
" Cihh alasan !! Bilang saja kau ingin melihatnya lagi "
" Jika aku berniat mengejarnya maka sudah dari dulu aku lakukan Za ! Sainganku terlalu berat .... walau dia jelek sekali saat ini "
" Lemahhhh ... aku bantu singkirkan dia jika kau memang tidak mampu "
Bryan tak menjawabnya , dia bawa cangkir kopinya ke dapur untuk menambahkan sedikit gula . Mungkin maid cantik itu membuat kopi dengan takaran yang sama seperti kopi milik Zahid .
" Ada yang bisa saya bantu Tuan Bryan ?? "
" Lhohh ehhh ... "
Suara lembut itu sedikit mengejutkannya , Bryan melihat Rose sedang berdiri tak jauh darinya dengan sikap sopan . Wajah cantik itu sungguh membuat dia salah tingkah .
" Apa kopinya kurang enak ?? " tanya Rose yang melihat pria yang menenteng secangkir kopi bikinannya tadi .
" lni ?? Tidak ... ini sangat enak " dan dengan terpaksa ia menenggak habis kopi pahit di tangannya .
" Ehhmm aku hanya berniat meminta satu gelas lagi .... "
" Dengan takaran yang sama ? Dua sendok kopi dengan setengah sendok teh gula ?? "
Bryan menganggukkan kepalanya dengan senyum yang di buat semanis mungkin , tapi dia menggerutu dalam hatinya .
" Ya Tuhan ... pantas saja sangat pahit , tapi dengan hanya melihat wajahnya kurasa aku masih sanggup meminum kopi tanpa gula sekalipun "
__ADS_1