Hurt

Hurt
116


__ADS_3

" Schat !!!! " teriak Rose lega ketika melihat Bryan yang berjalan ke arahnya dengan tangan membawa dua minuman kaleng .


" Hei sudah kubilang untuk menungguku , kenapa kau berjalan sampai ke sini Lieve ! " kata Bryan mengelus lembut punggung gadis yang sudah memeluknya erat . Dia tahu gadisnya sedang ketakutan .


" Hai kau kekasih gadis ini !? Syukurlah jika begitu ... "


Bryan menyambut uluran jabat tangan pria yang mendekat padanya .


" Terimakasih sudah mau menemaninya , jika tidak mungkin pria pria berandal di sana sudah melakukan sesuatu yang buruk kepadanya "


" Schat .... dari tadi dia membuntutiku !! " adu Rose yang malah mendengar kekasihnya berterimakasih pada pria berkulit coklat itu .


" Jika dia orang jahat maka dia sudah melakukannya dari tadi , tempat ini terlalu sepi untuk seorang gadis cantik sepertimu . Kau lihat pria pria di sana ?? Pandangan mereka semua menjijikkan ketika melihat ke arahmu . Jika saja mereka berani mendekat aku pastikan aku sendiri yang akan menyingkirkan mereka semua . Mereka tidak berani mendekat karena kau bersamanya "


" Maaf jika aku tadi membuat anda tidak nyaman Nona ... " ucap pria itu .


" Aku Bryan dan ini kekasihku Rose , kami baru datang beberapa jam yang lalu di pulau ini "


" Aku Gilang , aku punya kafe tak jauh dari sini ! Mampirlah jika kalian punya waktu , gadismu sangat cantik Bry jagalah dia baik baik "


Setelah berkata seperti itu pria berkulit coklat itu segera pergi meninggalkan mereka berdua .

__ADS_1


" Kau tidak.apa apa ?? "


" Tidak , hanya sempat terjatuh tadi . Kenapa tadi lama sekali ? "


" Aku kesetanan mencarimu Lieve ! Lain kali tetap di tempatmu ketika aku bilang untuk menungguku . Sekarang minumlah dulu , kau pasti sangat haus . Setelah itu kita akan kembali ke hotel "


Setelah duduk sejenak sambil minum soft drink yang tadi Bryan bawa mereka akhirnya kembali ke hotel .


" Mau kau atau aku dulu yang mandi ? Sebentar lagi malam , nanti kita akan mencari makan malam sambil jalan jalan ke pusat kota "


" Benarkah ?? Aku akan membeli oleh oleh sekalian untuk teman temanku di mansion ! Kau mandi duluan saja , aku ingin browsing di internet oleh oleh apa saja yang menarik dengan harga murah yang bisa aku beli di sana "


Bryan terlihat mengeluarkan sesuatu dari dompetnya dan memberikannya pada Rose .


" Kartu kredit milikku , dan kau bisa menggunakannya sepuas hatimu karena tidak ada nilai limitnya .... "


Rose tertawa ketika mendengar pria yang sudah menjadi kekasihnya itu berbicara , dia mengambil kartu yang di sodorkan padanya kemudian meraih dompet yang ada di tangan Bryan untuk memasukkan kembali ke dalamnya .


" Aku tidak memerlukannya Schat , tabunganku masih cukup untuk membelinya . Lagipula hanya pernak pernik kecil saja yang akan aku beli , bukan barang mewah ! "


Rose kemudian berjalan ke arah sling bagnya yang ia letakkan di atas sofa , dia mengambil ponsel dan segera berjalan ke arah balkon kamar mereka .

__ADS_1


" Lieve ... come on , jangan marah ! Aku tidak bermaksud menghinamu . Aku hanya ingin kau menikmati liburan bersamaku , aku yang mengajakmu ketempat ini jadi wajar jika aku bertanggung jawab padamu "


" Aku tidak berpikir seperti itu Schat , aku hanya seperti di ingatkan tentang siapa aku . Berusaha sekeras apapun sepertinya aku belum bisa menyamaimu . Bagimu semua mudah , bahkan menyewa kamar seindah dan semegah ini pun seperti tak ada artinya untukmu "


" Aku tidak suka pembahasan ini Lieve ! Aku minta maaf jika sikapku terlihat merendahkanmu , tapi aku sungguh tulus melakukannya . Aku hanya ingin menjadi berguna untukmu !! " kata Bryan dengan nada lebih tinggi agar Rose yang sudah duduk di balkon bisa mendengarnya .


" Cepatlah mandi Schat sebelum kita benar benar hilang kesempatan untuk belanja oleh olehnya . Aku tidak apa apa tapi tolong jangan ulangi itu lagi . Jangan menyodori aku uang hanya untuk mempermudah hiduoku . Aku masih punya dua tangan dan dua kaki untuk bisa menyangga hidupku "


Bryan menghela nafas panjang dan menyusul kekasih nya yang ada di balkon kamar mereka . Bukannya browsing internet gadis itu malah sedang menyandarkan punggungnya di kursi malas dengan menutup kedua matanya .


" Lieve ... maaf "


" Ckk kenapa belum juga mandi ?! "


" Hanya setelah kau maafkan aku "


" Ckk ... I love you Schat , melebihi apapun . Tapi untuk yang satu itu aku tidak mau mendengarnya lagi . Jangan menyodorkan uang ataupun kartu yang kau punya kepadaku !! "


Bryan menunduk dan mencium kening Rose , sungguh ia tak pernah bermaksud untuk merendahkan gadisnya .


" Berminat untuk mandi sama sama Lieve !? Sepertinya akan sangat menyenangkan jika kita berdua berendam dengan saling berpelukan "

__ADS_1


" Jangan mulai lagi Schat ... cepatlah mandi !! "


Dengan terbahak Bryan kemudian melangkah meninggalkan gagisnya . Wajah kesal dan malu malu itu selalu saja membuatnya jatuh cinta pada gadis manisnya .


__ADS_2