Hurt

Hurt
37


__ADS_3

" Lhohh kita mau kemana tuan ?? lni kan bukan jalan pulang !! "


" Gara gara kamu aku harus mengundurkan jadwal meeting ! Lain kali jangan bikin repot orang lagi . Kita ke kantor sebentar aku ada meeting dengan perusahaan dari Jepang "


" Jadi aku pulangnya harus menunggu tuan selesai meeting begitu !?? Ehmmm ... ini sudah siang sebentar lagi jam kerjaku . Turunkan saja aku disini aku bisa naik angkutan umum untuk pergi ke restoran "


" Aku sudah telpon Aira dan bilang padanya bahwa kau sudah tidak lagi bekerja di situ "


" HAHHH ... jangan bercanda !! "


Anna reflek mencubit bahu Abbio dengan keras karena kesal pria itu selalu berbuat semaunya tanpa ijin darinya . Dia tak bisa bayangkan jika tidak bekerja maka dia akan bingung dengan kebutuhan sehari harinya .


Tak mungkin ia selalu mengandalkan uang saku yang dikirim oleh Violetta karena ia tidak ingin lagi membebani wanita baik itu .


" Aku janji akan menjaga pola makanku , tapi tolong ijinkan aku untuk tetap bekerja . Banyak kebutuhan yang harus aku penuhi tuan "


" Baik aku ijinkan kau untuk bekerja .... "


Anna memejamkan mata dengan menghembuskan nafasnya lega , akhirnya pria disampingnya mengerti dirinya dan tidak lagi mengajaknya berdebat .


" Terimakasih ... "


" Mulai besok kau akan bekerja untukku , kau akan jadi asisten pribadiku . Nanti malam kita akan bahas apa saja yang bisa kau kerjakan untukku di kantor "

__ADS_1


" Ya Allah ... berikan hamba kesabaran " batin Anna sambil memejamkan mata untuk menahan emosinya , padahal dia tadi mengira pikiran pria disampingnya ini sudah kembali waras dengan mengijinkannya bekerja .


Anna tak bisa bayangkan jika harus bekerja dengan pria arogan itu . Bisa bisa makan hati di setiap harinya . Tapi ia pun tahu tak akan bisa menolaknya karena pria arogan itu selalu tidak terbantahkan .


Sampai di sebuah gedung perkantoran yang besar mereka turun dan masuk ke dalamnya . Setiap pekerja yang bertemu dengan mereka terlihat menunduk hormat . Anna bisa merasakan bahwa pria menyebalkan itu punya aura yang kuat hingga tak ada seorangpun yang berani menatapnya .


Sepertinya pria arogan itu memang sedang terburu buru hingga tidak menyadari bahwa dirinya tertinggal saat pria itu sudah menaiki lift untuk naik ke lantai atas .


" Lantai 50 ... " gumam Anna melihat ke lantai berapa Abbio pergi .


" Hissshhh dasar menyebalkan , bisa bisanya aku ditinggal disini "


Tapi senyumnya kemudian mengembang , sepertinya ia bisa menggunakan kesempatan ini untuk pergi ke restoran . Anna berencana untuk pamit undur diri dari pekerjaan pada teman temannya disana terutama Safa .


Dia ingin pamit baik baik karena dari pertama bekerja pihak restoran juga memperlakukannya dengan sangat baik . Dengan segera ia berjalan keluar dari gedung perkantoran Al Shamma itu .


" Maaf ... maaf "


Anna langsung meminta maaf karena sekali.lagi ia berbuat ceroboh . Kali ini sepertinya ia menabrak seorang pria pegawai kantor karena pria itu mengenakan setelan jas lengkap seperti yang dikenakan Abbio .


" Anda tidak apa apa Nona ?? "


Pria berwajah oriental itu tampak menatap gadis di depannya dengan senyum yang mengembang di bibirnya . Penampilan yang tidak terlalu rapi , rambut yang di ikat sekenanya , mengenakan dress casual dengan sneaker putih menambah kesan manis pada gadis itu .

__ADS_1


" A ... aku tidak apa apa , kalau begitu saya pergi dulu " kata Anna yang kemudian akan melangkah pergi .


" Tunggu Nona , bisakah kau tunjukkan padaku di mana kantor CEO perusahaan ini ?? '


" Tidak .. maaf tapi aku tidak tahu . Kau bisa tanyakan pada resepsionis disana " tunjuk Anna pada meja resepsionis di lobi perusahaan yang tepat ada di belakangnya .


Nyali Anna langsung menciut ketika tiba tiba ada beberapa orang yang juga berwajah oriental berada di belakang orang yang ia tabrak dengan wajah yang kesemuanya tertunduk hormat .


" Biar kami yang urus semua Tuan Hiro . Dan anda boleh pergi Nona "


" Ehhh ... iya ... sekali lagi saya minta maaf ya , semoga hari anda menyenangkan hari ini " kata Anna sambil membungkukkan badan , dia baru tahu orang di depannya adalah orang yang di maksud Abbio tadi saat di mobil .


Tadi Abbio berkata ingin meeting dengan perusahaan besar dari Jepang , dan jika dilihat pria yang bermana Hiro dan pengikutnya semua bermata sipit dengan wajah khas orientalnya . Pasti orang orang itu yang dimaksud oleh Abbio .


Anna sangat lega akhirnya sampai juga dia di area luar gedung pencaker langit itu , sekarang ia harus mencari halte untuk menunggu angkutan umum lewat dan sekali lagi langkahnya terhenti.oleh seseorang .


" Nona ... tolong ikut kami . Tuan Abbio sedang menunggu di atas "


" Tidak mau .... "


" Kami mohon , jangan buat kami ada di posisi yang sulit "


" Ckk ... pria menyebalkan !!! "

__ADS_1


Anna terpaksa ikut dengan lima orang bertubuh tegap itu . Anna hanya tidak mau para pengawal itu terkena amukan tuan mudanya jika tidak bisa melaksanakan tugasnya .


Hari ini pria menyebalkan itu benar benar sukses mengacaukan harinya .


__ADS_2